Kualitas udara dalam ruangan memengaruhi kenyamanan dan kesehatan pengguna. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi sistem monitoring kualitas udara serta kendali kipas pada ruang smoking dan non-smoking berbasis ESP32 menggunakan metode Fuzzy Logic Mamdani. Sistem menggunakan sensor MQ-135 untuk membaca gas relatif, sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembapan, LCD 20×4 sebagai tampilan lokal, ThingSpeak sebagai platform Internet of Things, serta driver L298N dan kipas DC 12 V sebagai aktuator. Data sensor diproses melalui fuzzifikasi, inferensi Mamdani, agregasi, dan defuzzifikasi centroid untuk menghasilkan output fuzzy, kategori internal kondisi udara, dan perintah Pulse Width Modulation. Pengujian mencakup 500 observasi dari sepuluh sesi, yaitu lima set dengan 50 observasi pada setiap ruangan. Kedua ruangan menggunakan AC. Ruang non-smoking menghasilkan rata-rata gas relatif 25,95, suhu 25,88 °C, kelembapan 51,21%RH, dan output fuzzy 12,59; seluruh 250 observasi termasuk kategori Sehat Nyaman. Ruang smoking menghasilkan rata-rata gas relatif 176,41, suhu 28,97 °C, kelembapan 59,50%RH, dan output fuzzy 75,74, dengan distribusi 5 observasi Sehat Kurang Nyaman, 145 Kurang Sehat, dan 100 Buruk. Seluruh 250 observasi non-smoking menghasilkan PWM 0 dan kipas berstatus OFF. Pada ruang smoking, PWM berada pada rentang 99 sampai 221 dengan rata-rata 172,43 dan duty cycle rata-rata 67,64%; seluruh 250 status kipas tercatat ON. Kesesuaian antara PWM dan status kipas terdapat pada seluruh 500 observasi, sehingga tingkat kesesuaian fungsional mencapai 100%. Verifikasi manual sesuai dengan output fuzzy sistem dan seluruh parameter berhasil ditampilkan pada ThingSpeak. Kategori yang digunakan merupakan keluaran internal sistem fuzzy, bukan Indeks Standar Pencemar Udara resmi.