Virgin Coconut Oil (VCO) dapat diproduksi melalui proses fermentasi santan, menggunakan berbagai jenis starter, namun starter yang digunakan perlu mempertimbangkan rendemen sekaligus mutu minyak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh starter terhadap rendemen, karakter fisikokimia, aktivitas antioksidan, dan penerimaan sensori VCO. Dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu, tanpa ragi, ragi tape, ragi tempe, dan ragi roti dengan masing-masing tiga ulangan. Hasil rendemen, kadar air, bilangan iod, bilangan peroksida dan aktivitas antiokisdan menggunakan metode DPPH dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey pada taraf 5%, sedangkan untuk uji sensori dinilai secara deskriptif yang mengacu pada warna, aroma, dan rasa. Jenis starter berpengaruh nyata terhadap kelima parameter yang dianalisis (p<0,05). VCO-Tp menghasilkan rendeman tertinggi (28,80%) dan berbeda nyata dari perlakuan VCO-K (24,80%), tetapi tidak berbeda nyata dari perlakuan VCO-F maupun VCO-Tmp dengan nilai masing-masing (26,80%). VCO-F menghasilkan kadar air (0,002%) dan bilangan peroksida (0,52 mq/kg) terendah, keduanya berbeda nyata dari perlakuan lain. VCO-Tp menghasilkan IC₅₀ terendah (70,357 ppm), tetapi nilainya tidak berbeda nyata dari VCO-Tmp maupun VCO-K. Dari segi warna, aroma, dan rasa keseluruhan perlakuan sesuaikan dengan Standar Mutu SNI 7381:2008 dengan mengacuh pada standar uji hedonik. Dengan demikian, pemilihan starter fermentasi VCO perlu disesuaikan dengan prioritas rendemen, mutu fisikokimia, dan penerimaan sensori produk. Berdasarka Standar Mutu SNI 7381:2008