Elizabeth Betty Elok Kristiani
Prodi Magister Biologi, Fakultas Biologi, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN LOGAM FE PADA AIR, TANAH, DAN VEGETASI DI TAMAN WISATA SEJARAH SALATIGA Rizkika Handayani; Agustina Varia Suryaningsih Basompe; Rani Mariana Isu; Yodi Yuni Juwita Karibera; Sri Kasmiyati; Elizabeth Betty Elok Kristiani
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil observasi di mata air Taman Wisata Sejarah Kota Salatiga menunjukkan air berbau logam dan berendapan kuning, mengindikasikan tingginya kandungan zat besi (Fe). Resapan air bernutrisi besi berlebih ke tanah berpotensi menyumbat pori-pori tanah, memicu toksisitas yang merusak sistem perakaran, serta menyebabkan klorosis pada vegetasi sekitar. Penelitian ini bertujuan mengukur dan membandingkan kadar Fe pada media air, tanah, serta jaringan organ tumbuhan untuk menganalisis tingkat akumulasi, distribusi, dan dampaknya. Sampel air dan tanah diambil dari 4 titik lokasi, sedangkan sampel vegetasi mencakup lima jenis tumbuhan setempat: Eichhornia crassipes, Ludwigia octovalvis, Monochoria vaginalis, Pennisetum purpureum, dan Azolla pinnata. Pengukuran konsentrasi Fe menggunakan spektrofotometri UV-Vis melalui pembentukan kompleks Fe (II)–1,10-fenantrolin. Data dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Tukey pada taraf 5% dengan perangkat lunak SAS versi 9.0. Hasil analisis menunjukkan rata-rata konsentrasi Fe pada air berkisar 0,05300–0,06400 mg/L, tanah 113,04–163,15 mg/g, dan jaringan tanaman 5,04–93,86 mg/g. Perbedaan konsentrasi Fe signifikan secara nyata pada kelompok tanah (F= 218,86; p< 0,0001) dan kombinasi organ-tanaman (F= 213,08; p< 0,0001), namun tidak berbeda nyata pada kelompok air (F= 0,90; p= 0,4622). Sampel tanah dekat mata air memiliki kadar Fe tertinggi, sementara bagian akar Monochoria vaginalis memiliki akumulasi Fe tertinggi dan berbeda nyata dari seluruh kelompok sampel vegetasi lainnya. Monochoria vaginalis berpotensi sebagai agen fitoremediasi alami untuk menyerap pencemaran besi. Selain itu, pengelolaan media tanah di kawasan wisata tersebut sangat diperlukan guna mencegah toksisitas yang mengganggu pertumbuhan vegetasi.