Amalia Buntu
Prodi Pendidikan IPA, FKIP, Universitas Tadulako

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN BAHAN AJAR ETNOSAINS BERBASIS KEARIFAN LOKAL SULAWESI TENGAH BAGI MAHASISWA PENDIDIKAN IPA UNIVERSITAS TADULAKO Dwi Setyorini; Amalia Buntu; Asri Widowati
Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol. 14 (2026)
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan bahan ajar etnosains berbasis potensi kearifan lokal Sulawesi Tengah di prodi Pendidikan IPA FKIP Universitas Tadulako. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif untuk analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan merupakan salah satu tahapan awal dalam model penelitian pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa prodi pendidikan IPA FKIP Universitas Tadulako berjumlah 55 orang yang telah menempuh mata kuliah etnosains. Data utama dikumpulkan dengan angket mahasiswa, sedangkan data pendukung dengan wawancara dosen pengampu dan observasi pembelajaran untuk memperkuat interpretasi hasil survei. Teknik analisis data menggunakan triangulasi data, yaitu menggabungkan beberapa data yang bersumber dari dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data dengan menguraikan hasil angket analisis kebutuhan. Data berupa persentase dan uraian pendapat dideskripsikan secara mendalam untuk memperoleh kesimpulan mengenai kebutuhan bahan ajar yang diinginkan oleh mahasiswa. Pembelajaran masih dominan menggunakan PowerPoint (PPT), sementara mahasiswa mengidentifikasi keterbatasan terutama pada contoh penerapan konsep dalam kehidupan nyata dan ilustrasi pendukung. Kendala yang dirasakan mahasiswa yaitu kurangnya contoh penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari serta ilustrasi pendukungnya. Kondisi tersebut sejalan dengan tingginya kebutuhan mahasiswa terhadap pengembangan bahan ajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa membutuhkan bahan ajar yang berbasis digital seperti aplikasi, video pembelajaran dan e-modul yang interaktif. Bahan ajar yang dikembangkan diharapkan dapat mengintegrasikan kearifan lokal dengan materi sains. Komponen utama dalam bahan ajar mata kuliah etnosains adalah materi berbasis kearifan lokal dan contoh penerapan dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan bahan ajar mata kuliah etnosains sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.