Aloysius Gomo
Universitas Katolik Widya Mandira

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Dan Edukasi Risiko Pencemaran Sumur Gali Akibat Jarak Tempat Pembuangan Air Tinja Di Kelurahan Sikumana Kota Kupang Maria P. Bouk; Imanuel P. A. Nubatonis; Yohanes E. Tonga; Oswaldus Rasy; Aloysius Gomo; Yohanis A. J. Udin; Matius T. S. Ndena; Yusup I. U. Zogara; Andyne N. Salsabyla; Jefri B. Selly; Emerensiana Ngaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.9.1.27-35

Abstract

Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan dua kebutuhan dasar yang saling terkait erat dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat. Di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, sumur gali masih menjadi sumber air bersih utama bagi sebagian besar rumah tangga, sementara pengelolaan air limbah domestik terutama air tinja masih banyak yang menggunakan sistem lubang tanah tanpa pelapis kedap air. Kondisi geologi Kota Kupang yang didominasi batuan karst dan tanah berpori memperbesar potensi rembesan bakteri coliform dan zat pencemar lain dari Tempat Pembuangan Air Tinja (TPAT) menuju akuifer dangkal yang menjadi sumber sumur gali warga. Kegiatan pengabdian ini memetakan sebaran sumber air dan sanitasi di wilayah kerja Kelompok 2.4 KKNT FT 2026 menggunakan survei lapangan berbasis GPS dan aplikasi AppSheet, kemudian menganalisis jarak antara TPAT dan sumur gali dibandingkan dengan standar jarak aman. Dari 538 titik sumur gali yang berhasil disurvei, sebanyak 470 titik (87,4%) memiliki data jarak WC ke sumur, dengan jarak rata-rata 12,96 meter. Sebanyak 124 titik (26,4%) berjarak kurang dari 10 meter dari TPAT, dan 93 titik (19,8%) berada pada kategori risiko tinggi karena berjarak kurang dari 10 meter sekaligus menggunakan TPAT berjenis lubang tanah (dasar tanah). Hasil pemetaan ini menjadi dasar bagi kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai risiko pencemaran air sumur dan pentingnya jarak aman antara sumur gali dan TPAT.