Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSEP GREEN CITY DALAM MENDUKUNG PENATAAN DESA WARLOKA KECAMATAN KOMODO KABUPATEN MANGGARAI BARAT, NTT MENGGUNAKAN TOOLS GREEN MAP Saraswati, adinda Arimbi; Kusmayanti, Januarta Dwi; Darmawan, Dwi Aji; Adhi, Rizky Pratama; Rini, Saraswati Diah; Anindyajati, Reba
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL REKAYASA LINGKUNGAN
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Green City atau Kota Hijau adalah konsep pembangunan perkotaan yang mengedepankan aspek keberlanjutan. Penempatan pembangunan berkelanjutan sebagai prinsip dasar kota hijau, dengan delapan (8) atribut yang dapat diterapkan keseluruhan atau sebagian dalam pengembangannya yaitu Green Water, Green Waste, Green Energy, Green Transportation, Green Open Space, Green Community, Green Planning and Design and Green Building. Potensi dan masalah yang ada dikaitkan dengan konsep Green City melalui penggunaan tools berupa Green Map untuk melihat bagaimana konsep ini dapat berperan dalam mendukung penataan desa Warloka sebagai kawasan yang akan dikembangkan terutama sebagai daerah tujuan wisata. Besarnya peluang pengembangan desa Warloka sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Labuan Bajo memerlukan dukungan pembangunan dan penataan sehingga tidak menimbulkan permasalahan lingkungan. Dengan kondisi tersebut perlu dilakukan identifikasi potensi dan masalah yang terdapat di desa Warloka yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan rencana pembangunan wilayah.
Assessing the Mainstreaming of Land Subsidence Risk in Spatial and Development Planning: Evidence from Coastal Semarang, Indonesia Pratama, Ferdianta Wahyu N; Kusmayanti, Januarta Dwi; Marpaung, Dapot Andri A.
The Indonesian Journal of Planning and Development Vol 10, No 2 (2025): October 2025
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijpd.10.2.85-95

Abstract

Spatial planning in coastal areas involves balancing economic development with the management of long-term environmental risks. Semarang City’s coastal zone faces severe land subsidence, with rate reaching approximately 10–13 cm per year, exacerbating the impacts of sea-level rise and climate change. This study examines the extent to which land subsidence issue has been incorporated into spatial and development planning policies in Semarang City. Using a qualitative approach based on content analysis of spatial and development planning documents across multiple governance levels, the findings reveal that despite long-standing scientific evidence, land subsidence is not formally designated as a disaster-prone area within spatial planning documents. Effective spatial planning is expected to respond to the disaster risks through adaptive and mitigative policies and programs that reflect environmental carrying capacity and regional support capacity. However, the limited mainstreaming of land subsidence risk has resulted in spatial planning and development practices that insufficiently integrate these environmental considerations. The study highlights a critical gap between scientific knowledge and planning implementation and underscores the need for stronger institutional integration of land subsidence risk to support sustainable coastal urban development.