., Kelly Zhiang
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penentuan Konsentrasi Hambat Minimum Ekstrak Etanol Daun Bambu (Bambusa vulgaris) terhadap Bakteri Staphylococcus epidermidis Secara In Vitro ., Kelly Zhiang
Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Farmasi Kalbar
Publisher : Jurnal Mahasiswa Farmasi Fakultas Kedokteran UNTAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.473 KB)

Abstract

Infeksi yang banyak terjadi di negara berkembang seperti Indonesia yaitu infeksi kulit yang utamanya disebabkan oleh keadaan sanitasi yang buruk. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri Gram positif yang dapat menyebabkan infeksikulit. Ekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki kandungan senyawa yangberpotensi memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilaiKHM (Konsentrasi Hambat Minimum) ekstrak etanol daun bambu terhadap bakteriStaphylococcus epidermidis tersebut. Penelitian dilakukan menggunakan metode discdiffusion Kirby-Bauer. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bambu dapatmenghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dengan nilai KHM yaitu10 mg/mL dan diameter zona hambat 8,3 mm. Kesimpulan dari penelitian ini yaituekstrak etanol daun bambu (Bambusa vulgaris) memiliki zona hambat dengan nilai KHM10 mg/mL terhadap Staphylococcus epidermidis.Kata kunci: Ekstrak etanol daun bambu, Staphylococcus epidermidis, disc diffusion,KHM (Konsentrasi Hambat Minimum).Â