Latar Belakang: Tingginya angka kejadian gangguan reproduksi pada wanita menyebabkanwanita harus lebih sadar terhadap ksesehatan. Adapun cara untuk melakukan pendeteksian dinipada organ reproduksinya dapat dilakukan dengan pemeriksaan IVA dan Pap Smear.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang skrining(IVA dan Pap Smear) terhadap perilaku skrining pada wanita usia subur di wilayah kerja UPTDPuskesmas Kecamatan Pontianak Kota. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah WUS yang pernah menikah yang datang ke UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota diketahui tahun 2016 sebanyak 8.070 orang wanita usia subur. Sampelpada penelitian sebanyak 53 orang pasangan usia subur di Puskesmas Kecamatan Pontianak Kota(Puskesmas Kampung Bali), teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Analisadata di lakukan dengan perangkat lunak atau software analysis. Hasil: Sebelum dilakukan edukasi sebanyak 51 orang responden dengan presentase (96,2%) tidakmelakukan skrining IVA dan Pap Smear dan 2 orang responden dengan presentase (3,8%)melakukan melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan setelah dilakukan edukasi sebanyak 4orang responden dengan presentase (7,59%) melakukan skrining IVA dan Pap Smear dan sebanyak49 orang responden dengan presentase (92,5%) tidak melakukan skrining IVA dan Pap Smear.Kesimpulan: Terdapat pengaruh sebelum dan sesudah eduksi tentang Skrining (IVA dan PapSmear) terhadap perilaku skrining pada Wanita Usia Subur di wilayah kerja UPTD PuskesmasKecamatan Pontianak Kota.Kata Kunci: Skrining, IVA and Pap Smear, Perilaku SkriningDaftar Pustaka: 65 (2007-2015)