Latar belakang: Perawat paling sering terlibat dalam tahap administrasi obat danmemainkan peran kunci dalam mencegah kesalahan dalam kolaborasi pemberianobat dengan menerapkan sasaran keselamatan pasien pada tahap adminstrasi obatsesuai dengan prinsip enam benar dalam pemberian obat. Salah satu faktor yangdapat mempengaruhi penerapan sasaran keselamatan pasien pada tahapadministrasi obat adalah motivasi kerja. Motivasi kerja perawat dapat dipengaruhifaktor internal dan eksternal. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan motivasi kerja perawat terhadappenerapan sasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawatinap rumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.Teknik pengambilan sampel total sampling dengan sampel 48. Instrumen yangdigunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil penelitian dianalisamenggunakan uji Chi-Square.Hasil: Mayoritas responden memiliki motivasi kerja rendah (56,3%) dan sasarankeselamatan pasien pada tahap administrasi obat baik (54,2%). Hasil uji ChiSquaredidapatkan nilai p = 0,715 (p 0,05) yang menunjukkan tidak adahubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapan sasasaran keselamatanpasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inap rumah sakit UniversitasTanjungpura Pontianak.Kesimpulan: Tidak ada hubungan motivasi kerja perawat terhadap penerapansasasaran keselamatan pasien pada tahap administrasi obat di ruang rawat inaprumah sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Disarankan untuk meningkatkansupervisi oleh kepala ruangan dan perlu ditetapkannya SPO pemberian obat.Kata kunci: Motivasi, perawat, sasaran keselamatan pasien, pemberian obatReferensi: 129 (2009-2018)