Latar Belakang: Tingginya angka kejadian tidak diinginkan disebabkan oleh komunikasiyang tidak akurat antar perawat. Komunikasi efektif antar perawat dapat dilakukan saatpergantian shift jaga atau timbang terima pasien. Perawat harus memiliki motivasi yangtinggi dalam bekerja karena berhadapan selama 24 jam bersama pasien. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan motivasi kerja terhadap pelaksanaan timbangterima keperawatan di RSP UntanMetode: Penelitian kuantitatif yang berdasarkan waktu termasuk dalam penelitian crosssectional dimana pengambilan data dilakukan dalam satu waktu yang sama. Jumlahsampel 36 responden menggunakan teknik probability sampling dengan metodepengambilan sampel stratified random sampling. Analisa data menggunakan ujiKolmogor ov Smirnov.Hasil: Sebagian besar responden adalah perempuan dengan presentase 77,8%. Jumlahkeseluruhan responden yang berusia 26-32 tahun 55,5%, sebanyak 36,1% respondenadalah PNS dan jumlah responden yang masa kerja 1-5 tahun sebesar 88,9%.Berdasarkan hasil analisis bivariate antara Motivasi Kerja Perawat dan PelaksanaanTimbang Terima Keperawatan diperoleh hasil p=0,634 (0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara motivasi kerja perawat terhadappelaksanaan timbang terima keperawatan di ruang rawat inap Penyakit Dalam dan Anak,Nifas, Bedah dan ICU di RSP Universitas Tanjungpura.Kata Kunci : Motivasi Kerja, Timbang Terima