Tumor buli-buli merupakan kondisi patologis pada buli-buli yang dapat menimbulkan berbagai manifestasi klinis, terutama pada sistem urinaria. Pada tumor buli-buli yang bersifat ganas atau kanker buli-buli, pasien dapat mengalami berbagai gejala fisik dan psikologis yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan symptom burden, yang selanjutnya berpotensi memengaruhi fungsi fisik, kualitas hidup, dan persepsi pasien terhadap kondisi kesehatannya. Tujuan penelitian ini yakni memberikan gambaran terkait symptom burden pre dan post operasi pada pasien tumor buli-buli yang menjalani Transurethral Resection of Bladder Tumor (TURBT). Penelitian ini menerapkan metode case report dengan pendekatan deskriptif yang dilakukan pada seorang pasien laki-laki berusia 62 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase preoperasi, pasien dengan tumor buli-buli memiliki skor relatif tinggi secara numerik pada beberapa domain ESAS-r, terutama nyeri, kelelahan, kecemasan, kesedihan, dan persepsi kesehatan secara keseluruhan. Setelah tindakan TURBT, beberapa domain gejala mengalami penurunan skor, sedangkan sesak napas, kesedihan, persepsi kesehatan secara keseluruhan, dan masalah lain yang dirasakan pasien tetap pada skor yang sama. Perubahan skor tersebut menggambarkan adanya perubahan kondisi dan gejala pasien selama periode perawatan, tetapi tidak dapat diinterpretasikan sebagai efek langsung TURBT karena pasien juga mendapatkan berbagai terapi dan mengalami perubahan kondisi klinis selama periode pengkajian.Kata Kunci: edmonton symptom assessment system-revised, symptom burden,tumor buli-buli