Latar Belakang: Sejak pertamakali ditemukan pada tahun 1981, kasus-kasus HIV/AIDS baru selalu muncul setiap tahun. Data dari Kemenkes menyatakan, usia terbanyak kasus AIDS adalah pada usia 20-29 tahun. Hal ini berarti diperkirakan mereka yang menderita AIDS terjangkit HIV sekitar 5 tahun sebelumnya yaitu pada usia remaja. Sangat sedikit kaum muda yang memiliki pengetahuan memadai dan benar tentang HIV/AIDS padahal pengetahuan tersebut dibutuhkan untuk terhindar dari resiko penularan dan tidak diskriminatif kepada penderita AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan dan sikap remaja kelas X tentang HIV/AIDS di SMA Santo Fransiskus Asisi Tahun 2016.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Santo Fransiskus Asisi dengan sampel 128 siswa yang dipilih dengan cara probability sampling dengan menggunakan rancangan Stratified random sampling.Hasil: Hasil dari penelitian yang telah peneliti lakukan didapatkan bahwa 86 responden (67,1875%) berpengetahuan baik tentang HIV/AIDS, sebagian sebagian kecil dari responden yaitu 29,6875% berpengetahuan cukup tentang HIV/AIDS, dan sangat sedikit dari responden yaitu responden 3,125% berpengetahuan kurang tentang HIV/AIDS. Dan hasil penelitian sikap siswa yaitu sebagian dari responden 59 responden (46,09375%) bersikap baik, sebagian dari responden 64 responden (50%) bersikap cukup , dan sangat sedikit dari responden 5 responden (3,90625%) bersikap kurang terhadap penderita HIV/AIDS. Kesimpulan: Didapatkan bahwa secara umum, pengetahuan remaja tergolong baik dan sikap siswa tergolong cukup di SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. Kata kunci: HIV/AIDS, pengetahuan, sikap, remaja.Referensi : 45 ( 2002-2016 )