Latar Belakang:Anak dengan Autism Spectrum Disorders (ASD) memilikigangguan tumbuh kembang salah satunya yaitu gangguan fungsi motorik halus.Terapi bermain menggunting kertas merupakan salah satu intervensi yang dapatdiberikan karena melatih koordinasi antara mata, tangan, dan konsentrasi anak.Tujuan:Mengetahui pengaruh terapi bermain menggunting kertas terhadappeningkatan motorik halus pada anak dengan Autism Spectrum Disorders (ASD).Metode:Menggunakan rancangan quasy eksperimen dengan pre test and post testwithout control group. Metode pengambilan sampel dengan total samplingberjumlah 16 responden. Analisa menggunakan uji Wilcoxon. Hasil:Hasil menunjukkan nilai median kemampuan motorik halus sebelumintervensi adalah 4,50 (3-7), sedangkan nilai median kemampuan motorik halussetelah intervensi adalah 6,50 (3-9). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilaip=0,0010,05. Nilai ini menyatakan bahwa terapi bermain menggunting kertasdapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan Autism spectrumDisorders (ASD).Kesimpulan: Terdapat pengaruh terapi bermain menggunting kertas terhadapkemampuan motorik halus sebelum dan sesudah diberikan intervensi pada anakdengan Autism Spectrum Disorders (ASD) di SLB Bina Anak Bangsa Pontianak.Kata Kunci :ASD, Terapi bermain menggunting kertas, Motorik HalusReferensi :50 (2005-2017)