Latar Belakang : Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak usia balita disebabkan oleh kekurangangizi kronis dalam waktu cukup lama sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk seusianya. Keadaan stuntingmerupakan lingkaran setan yang akan berulang dari generasi ke generasi. Salah satu penanganan untukmencegah terjadinya stunting adalah dengan dipenuhinya kebutuhan dasar asuh pada anak. Tujuan : Menganalisis hubungan pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 1-5tahun di wilayah kerja Puskesmas X Kabupaten Kubu Raya.Metode : Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, cara pengambilansampel consecutive sampling pada 100 responden. Uji bivariat dengan Chi square.Hasil : Hasil karakteristik responden didapatkan ibu tidak bekerja (45,2%), pendidikan ibu rendah 55 responden(55%), usia balita stunting 30 balita (46%), jenis kelamin terbanyak mengalami stunting ialah laki-laki sebanyak25 balita (52%), penyakit infeksi terdapat 34 balita (54,8%), dan pemenuhan kebutuhan asuh tergolong baikpada 54 balita (54%). Hasil uji chi square menunjukan p = 0,02 (p 0,05). Kesimpulan : Ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan asuh ibu terhadap status stunting pada balita usia 15tahundiPuskesmasXKabupatenKubuRaya.Kata Kunci : Status Gizi Stunting, Kebutuhan AsuhReferensi : 86 ( 2008-2018)