Latar Belakang : Menurut WHO 2015 sekitar 335 juta orang di dunia mengidap penyakitrematik, dan sekitar 25% penderita rematik akan mengalami Kecacatan akibat kerusakan padatulang dan gangguan pada persendian. Untuk angka kejadian reumatoid arhtritis ini mencapai20% dari penduduk dunia dan Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2012, mengatakan pravalensi penyakit reumatoid arhtritis di Indonesia sebesar 24,7%. Dalammengurangi rasa nyeri sendi serta mencegah penyakit rematik menjadi lebih parah, dapatdigunakan metode gerak tubuh yang dikenal dengan senam rematik. Dengan Pemberian terapisenam rematik dapat mengurangi nyeri sendi dan bengkak, meringankan kekakuan sertamencegah kerusakan sendi melakukan senam rematik diharapkan kualitas hidup lansiameningkat sehingga lansia dapat melakukan Activity of Daily Living (ADL).Tujuan : Mengetahui bagaimana Pengaruh Senam Rematik Terhadap Perubahan Skor NyeriSendi Pada Lansia Dengan Rheumatoid Arhtritis Di Wilayah Kerja UPTD PuskesmasKelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Preeksperimen.Teknik sampling yang digunakan secara Probability sampling. Uji yangdigunakan yaitu uji Wilcoxon.Hasil : hasil uji hipotesis diperoleh p value pada pretest adalah 0,000 dan pada posttest0,000. Karena p value 0,05 maka H0 ditolak dan Ha.Kesimpulan : Ada pengaruh senam rematik terhadap perubahan skor nyeri sendi lanjut usiadengan rheumatoid artritis sebelum dan sesudah senam rematik di UPTD Puskesmas Kelurahan Sungai Jawi Luar Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Kata Kuci : Nyeri Sendi, Senam Rematik, Rheumatoid Artritis, RematikRefrensi : 57 (2008-2018)