Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

RANCANG BANGUN FUEL METER UNTUK MENGUKUR KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN DIESEL ISUZU C190 ADITYA,
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1, No 03 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Jurnal Rekayasa Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat konsumsi bahan bakar terutama yang bersumber dari bahan bakar fosil semakin meningkat seiring dengan kemajuan zaman. Hal ini menyebabkan timbulnya suatu indikasi bahwa konsumsi energi yang terus meningkat disegala sektor yang berdampak pada semakin menurunnya cadangan minyak bumi dari tahun ke tahun sehingga semakin tidak seimbang dengan ketersediaan sumber energi tersebut. Dampaknya akan  menimbulkan permasalahan di berbagai sektor terutama di sektor perindustrian. Sektor yang terkena dampak langsung adalah sektor transportasi. Dimana kebutuhan alat transportasi di berbagai negara terus meningkat. Sejauh ini, untuk mengukur konsumsi bahan bakar mesin menggunakan parameter jarak tempuh kendaraan. Artinya, dalam 1 (satu) liter bahan bakar digunakan untuk menempuh berapa jarak (km). Oleh karena itu, diperlukan alat yang berfungsi untuk mengukur konsumsi bahan bakar mesin dalam skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi bahan bakar, dan opasitas gas buang mesin Isuzu C190 dengan menggunakan fuel meter. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah mesin diesel Isuzu C190. Standar pengujian konsumsi bahan bakar mesin diesel menggunakan metode pengujian kecepatan berubah dengan katup throttle terbuka penuh yang berpedoman pada SNI 7554:2010. Pengujian kepekatan asap dengan metode pengujian SNI 19-7118.2-2005 yang berpedoman pada SAE-J1167. Standar pengujian tingkat kebisingan menggunakan SNI 09-1825-2002 yang berpedoman pada ISO/FDIS 5130. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah stopwatch, fuel meter, smoke opacity meter, digital tachometer, blower, thermocouple, manometer dan sound level meter. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil pengujian mesin diesel Isuzu C190 menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar cenderung mengalami peningkatan dari putaran idle 750 rpm (15,54 kg/jam) hingga putaran maksimum 5250 rpm (32,95 kg/jam). Opasitas gas buang knalpot standar sebesar 75,5% HSU (Hartridge Smoke Unit). Sedangkan tingkat kebisingan knalpot standar sebesar 99,4 dBA. Kata Kunci: Fuel meter, konsumsi bahan bakar, mesin diesel, opasitas gas buang, dan kebisingan.
HAZARD IDENTIFICATION DAN RISK ASSESSMENT DENGAN JOB SAFETY ANALYSIS (JSA) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA BENGKEL HC (HULL CONSTRUCTION) DI PT DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO) Aditya,
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 02 (2017): JPTM. Volume 06 Nomor 02 Tahun 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK        PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (persero) menerapkan identifikasi bahaya (hazard Identification) dan penilaian risiko (risk assessement) untuk menentukan prioritas pengendalian terhadap risiko kecelakaan yang  bertujuan  untuk  meminimalisasi tingkat  kecelakaan  dan  mengurangi  kerugian  akibat  biaya  yang timbul  akibat kecelakaan yang terjadi. perlu dilakukan pencegahan agar segala potensi bahaya dan risiko kecelakaan dapat dikendalikan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian adalah pekerjaan yang mengandung bahaya pada bagian bengkel HC (Hull Construction). Teknik pengumpulan data yaitu observasi lapangan, telaah dokumen, wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi bahaya pada setiap jenis pekerjaan melalui kegiatan penerapan Job Safety Analysis (JSA). Pada pekerjaan Marking & Cutting terdapat  17 risiko yang ditemukan dengan rincian 4 risiko kategori high risk, 5 risiko kategori medium risk dan 8 risiko dengan kategori rendah. Pada pekerjaan Pengelasan (Welding) terdapat 21 risiko, 1  risiko kategori high risk , 2 risiko kategori medium risk dan 18 jenis risiko dengan kategori rendah. Sedangkan pada pekerjaan Bending terdapat 9 kategori  risiko, 2 risiko kategori medium risk dan 7 jenis risiko dengan kategori rendah. Jenis pengendalian di tentukan berdasarkan tingkat risiko yang ada, dimana jenis-jenis pengendalian yang sesuai adalah Pendekatan administratif, subtitusi, penggunaan APD, pelaksanaan safety talk, serta penerapan 5R. Kata Kunci: Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Job Safety Analysis (JSA), Bengkel HC (Hull Construction)   ABSTRACT       PT. Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero) implements hazard identification to determine the priority of control over the risk of accidents necessary to minimize accident rate and reduction due to costs arising from accidents. it is necessary to prevent all potential hazards and risks of accidents can be controlled. This type of research is descriptive quantitative. The object of the study is the work that contains hazards in the workshop part HC (Hull Construction). Data collection techniques are field observation, document review, interview and documentation. Descriptive data analysis using Miles and Huberman model. The results showed that there is a potential hazard to each type of work through the implementation of Job Safety Analysis (JSA). In Marking & Cutting work, there are 17 risks that are found with detail of 4 risk of high risk category, 5 risk of medium risk category and 8 low category risk. At Welding there are 21 risks, 1 risk of high risk category, 2 risk of medium risk category and 18 types of risk with low category. While in the Bending job there are 9 risk categories, 2 risk of medium risk category and 7 types of risk with low category. The type of control is determined based on the level of risk, where appropriate types of controls are the administrative approach, substitution, the use of PPE, the implementation of safety talk, and the implementation of 5R. Keywords: Hazard Identification, Risk Assessment, Job Safety Analysis (JSA), HC  (Hull Construction)
RANCANG BANGUN FUEL METER UNTUK MENGUKUR KONSUMSI BAHAN BAKAR PADA MESIN DIESEL ISUZU C190 ADITYA,
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 1 No 03 (2014): JRM : Volume 01 Nomor 03 Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrm.v1i03.8909

Abstract

Tingkat konsumsi bahan bakar terutama yang bersumber dari bahan bakar fosil semakin meningkat seiring dengan kemajuan zaman. Hal ini menyebabkan timbulnya suatu indikasi bahwa konsumsi energi yang terus meningkat disegala sektor yang berdampak pada semakin menurunnya cadangan minyak bumi dari tahun ke tahun sehingga semakin tidak seimbang dengan ketersediaan sumber energi tersebut. Dampaknya akan menimbulkan permasalahan di berbagai sektor terutama di sektor perindustrian. Sektor yang terkena dampak langsung adalah sektor transportasi. Dimana kebutuhan alat transportasi di berbagai negara terus meningkat. Sejauh ini, untuk mengukur konsumsi bahan bakar mesin menggunakan parameter jarak tempuh kendaraan. Artinya, dalam 1 (satu) liter bahan bakar digunakan untuk menempuh berapa jarak (km). Oleh karena itu, diperlukan alat yang berfungsi untuk mengukur konsumsi bahan bakar mesin dalam skala laboratorium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi bahan bakar, dan opasitas gas buang mesin Isuzu C190 dengan menggunakan fuel meter. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Obyek penelitian adalah mesin diesel Isuzu C190. Standar pengujian konsumsi bahan bakar mesin diesel menggunakan metode pengujian kecepatan berubah dengan katup throttle terbuka penuh yang berpedoman pada SNI 7554:2010. Pengujian kepekatan asap dengan metode pengujian SNI 19-7118.2-2005 yang berpedoman pada SAE-J1167. Standar pengujian tingkat kebisingan menggunakan SNI 09-1825-2002 yang berpedoman pada ISO/FDIS 5130. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah stopwatch, fuel meter, smoke opacity meter, digital tachometer, blower, thermocouple, manometer dan sound level meter. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil pengujian mesin diesel Isuzu C190 menunjukkan bahwa konsumsi bahan bakar cenderung mengalami peningkatan dari putaran idle 750 rpm (15,54 kg/jam) hingga putaran maksimum 5250 rpm (32,95 kg/jam). Opasitas gas buang knalpot standar sebesar 75,5% HSU (Hartridge Smoke Unit). Sedangkan tingkat kebisingan knalpot standar sebesar 99,4 dBA. Kata Kunci: Fuel meter, konsumsi bahan bakar, mesin diesel, opasitas gas buang, dan kebisingan.