Gustiningsih, Gustiningsih
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI-NILAI KARAKTER PADA SASTRA LISAN (GUNDUL- GUNDUL PACUL, LIR-ILIR, SLUKU-SLUKU BATHOK, PADANG WULAN) SERTA RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN DI TK NURUL HUDA Gustiningsih, Gustiningsih
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.107 KB)

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk (1) mengetahui nilai-nilai karakter pada sastra lisan (Gundul-gundul Pacul, Lir-ilir, Sluku-sluku Bathok, dan Padhang Wulan), (2). mengetahui relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran di TK Nurul Huda. Subjek penelitian ini adalah anak-anak (peserta didik) TK Nurul Huda 1 Melaya, yang terdiri dari TK kelompok A dan PAUD (Pendidikan Anak-anak Usia Dini) sebanyak duapuluh dua anak. Objek dalam penelitian ini adalah pemerolehan pendidikan karakter yang terdapat pada anak-anak TK kelompok A dan PAUD beserta relevansinya dalam pembelajaran sastra lisan di TK Nurul Huda 1 Melaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dan wawancara kepada guru yang mengajar di TK Nurul Huda dan beberapa tokoh masyarakat. Penelitian ini mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) penentuan subjek dan objek penelitian, (2) langkah kerja penelitian (mengolah data, melalukan observasi, wawancara, instrumen penelitian, penyajian hasil data (3) menarik kesimpulam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) nilai karakter pada sastra lisan di TK Nurul Huda nilai religius, kreatif, mandiri, kerja keras, rasa ingin tahu, dan toleransi dari 18 nilai karakter yang ada hal ini dikarenakan sastra lisan dianggap kuno (2) relevansi pendidikan karakter dalam pembelajaran di TK Nurul Huda belum efisien atau belum efektif karena anak yang berasal dari suku Jawa belum sepenuhnya paham dengan tembang-tembang Jawa. Nilai pendidikan karakter yang terdapat pada sastra lisan sangat kaya dengan pendidikan karakter yang saat ini keberadaan sastra lisan perlahan mulai mudar.