Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, pada siswa kelas V semester 2 tahun pelajaran 2017/2018 di SD Gugus III Kecamatan Marga. Penelitian ini menggunakan rancangan “non-equivalent post test only control group designâ€. Dari delapan sekolah yang ada di SD Gugus III Kecamatan Marga yang menjadi populsi dalam penelitian, terpilih dua sekolah untuk sampel penelitian dengan teknik random sampling sederhana. Hasilnya yaitu SD N 2 Kuwum sebagai kelompok eksperimen dan SD N 6 Marga sebagai kelompok kontrol. Penelitian menggunakan instrumen tes yang berjumlah 30 soal obyektif terdiri dari soal C2-C5. Dalam uji hipotesis penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu Uji-t. Berdasarkan perhitungan ditemukan bahwa hasil Uji-t diperoleh thitung = 13,828 dan ttabel = 2,021 yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Rata-rata skor siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing adalah 23,88 dalam kategori tinggi, sedangkan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional memiliki rata-rata skor 13,37 dengan kategori sedang. Jadi model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa, serta model pembelajaran ini perlu diterapkan agar hasil belajar siswa di sekolah menjadi lebih baik