., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN KONTEN E-LEARNING KONTEKSTUAL PADA MATA PELAJARAN PKN KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA ., NI WAYAN WINASIH; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I WAYAN SUKRA WARPALA, S.PD.,M.Sc
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.255 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2575

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena permasalahan keterbatasan media yang digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan rancang bangun pengembangan konten e-learning kontekstual, (2) menguji validitas hasil pengembangan konten e-learning kontekstual PKn untuk siswa kelas VIII, dan (3) mengetahui efektivitas penggunaan pengembangan konten e-learning kontekstual terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Model yang digunakan adalah model pengembangan AM3PU3 (Santyasa, 2015) yang terdiri dari lima tahapan, yaitu (1) menentukan mata pelajaran yang menjadi objek pengembangan, (2) melakukan analisis kebutuhan, (3) mengembangkan draft (analisis tujuan dan karakteristik isi bidang studi, analisis sumber belajar, analisis karakteristik pebelajar, menetapkan indikator dan isi pembelajaran, menetapkan strategi pengorganisasian isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian isi pembelajaran), (4) menyusun draft penegmbangan konten e-learning kontekstual, (5) melakukan uji ahli dan uji coba pengguna. Uji coba pengguna dalam penelitian pengembangan ini meliputi: 1) uji coba perorangan yang terdiri dari 3 (tiga) orang siswa, 2) uji coba kelompok kecil terdiri dari 9 (sembilan) orang, dan uji coba lapangan yang terdiri dari 30 (tiga puluh) siswa dan 1 (satu) orang pendidik. Hasil review dari ahli isi dan ahli media menyatakan bahwa konten e-learning kontekstual yang dikembangkan sudah sesuai. Kelayakan kualitas hasil validasi pengembangan konten e-learning kontekstual terdiri dari: ahli isi mata pelajaran dengan kualifikasi sangat baik (95,17%), ahli desain pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (90,76%), ahli media pembelajaran dengan kualifikasi sangat baik (91,11%), uji perorangan dengan kualifikasi sangat baik (91,54%), uji kelompok kecil dengan kualifikasi baik (94.05%), dan uji coba lapangan dengan kualifikasi sangat baik (98,11%) dilihat dari guru mata pelajaran dan predikat baik (88,83%) dilihat dari 30 (tiga puluh) siswa. Efektivitas penggunaan konten e-learning kontekstual menunjukkan bahwa terdapatnya perbedaan yang signifikan dalam penerapan konten e-learning kontekstual terhadap hasil belajar PKn. Hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t memberikan hasil signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar peserta didik sebelum belajar dengan bahan ajar konten e-learning kontekstual dan setelah belajar dengan bahan ajar konten e-learning kontekstual. Hasil belajar berdasarkan pencapaian nilai rata-rata posttest (M= 89,2000) (SD=5.67147) lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata pretest kategori rendah (M=43,0667) (SD=9,28823). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten e-learning kontekstual mampu meningkatkan hasil belajar siswaKata Kunci : pengembangan, konten e-learning, kontekstual, mata pelajaran PKn This research is done because of the problem of media limitations used in the learning process. This study aims to (1) describe the design of content contextual e-learning development, (2) to examine the validity of the content development of the contextual e-learning content of VIII students, and (3) to know the effectiveness of the use of contextual e-learning content development on the results learn PKN students of class VIII. This type of research is development research. The model used is a model of development AM3PU3 (Santyasa, 2015) which consists of five stages, namely (1) determine the subjects that become the object of development, (2) conduct a needs analysis, (3) develop draft (analysis of the purpose and characteristics of the contents of a field of study , analysis of learning resources, analysis of the characteristics of learners, establish indicators and learning content, define the strategy of organizing learning content, define the strategy of delivering learning content), (4) drafting penegmbangan e-learning content contextual, (5) perform expert testing and trial users . The user trials in this development study include: 1) individual trials of 3 (three) students, 2) small group trials consisting of 9 (nine) persons, and field trials of 30 (thirty) students and 1 (one) educator. The results of a review of content experts and media experts stated that content of contextual e-learning developed is appropriate. The quality of validation result of contextual e-learning content development consists of: highly qualified subject matter expert (95.17%), highly qualified learning design expert (90.76%), highly qualified instructional media ( 91,11%), individual test with excellent qualification (91,54%), small group test with good qualification (94.05%), and very good qualified field trial (98,11%) seen from subject teacher and good predicate (88.83%) seen from 30 (thirty) students. The effectiveness of the use of contextual e-learning content indicates that there is a significant difference in the application of contextual e-learning content to the learning outcomes of the PKn. The result of calculation by using t-test gives result of significance equal to 0,001 less than 0,05. This means that there is a significant difference between the learners' learning outcomes before learning with the content of contextual e-learning content and after learning with the content of contextual e-learning content. The learning outcomes based on the achievement of posttest mean (M = 89,2000) (SD = 5.67147) were higher than the low average pretest category (M = 43,0667) (SD = 9.28823). The results show that contextual e-learning content can improve student learning outcomes.keyword : development, e-learning content, contextual, subjects PKn
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA KELAS XI SMA NEGERI 1 BANGLI ., MADE ARDY KUSUMA WARDANA; ., PROF. DR. I WAYAN SANTYASA, M.Si.; ., DR. I MADE TEGEH, S.Pd.,M.Pd
Jurnal Teknologi Pembelajaran Indonesia Vol 8, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.382 KB) | DOI: 10.23887/jtpi.v8i3.2255

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan perbedaan aktivitas belajar dan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen pretest- posttest control group design. Penelitian ini menggunakan teknik group random sampling serta teknik analisis deskriptif dan analisis multivariat MANCOVA. Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar secara bersama-sama antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan aktivitas belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok NHT Kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan aktifitas belajar siswa kelompok control dapat dikategorikan cukup. Terdapat perbedaan prestasi belajar teknik dasar passing sepak bola antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dan model pembelajaran konvensional. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok NHT kooperatif dapat dikategorikan tinggi. Kecenderungan prestasi belajar siswa kelompok konvensional dapat dikategorikan cukup.Kata Kunci : model pembelajarankooperatif tipeNHT, aktivitas belajar, prestasi belajar, teknik dasar passing sepak bola. The purpose of this study is to describe differences in learning activities and achievements learned the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. This research uses experimental design pretest-posttest control group design. This research uses random sampling techniques and engineering group descriptive analysis and multivariate analysis MANCOVA. The results were obtained there are differences in activity and learning achievement together between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. There are differences in the activity of learning the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of students' learning activities NHT cooperative group can be categorized as high. The tendency of student learning activities can be categorized enough control group. There are differences in learning achievement of the basic techniques of passing football between students learning with cooperative learning model NHT type and conventional learning models. The tendency of student achievement NHT cooperative groups can be categorized as high. The tendency of student achievement can be considered quite conventional group.keyword : cooperative learning model NHT, the basic techniques of passing football.