, HAMDANI
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI MATERI BELADIRI PENCAK SILAT (PADA GURU PJOK SMA SWASTA SE-SURABAYA) ARI PRAYOGO, PANJI; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam kurikulum pembelajaran pendidikan jasmani baik di sekolah menengah pertama maupun menengah ke atas, materi beladiri pencak silat masuk di antara rentetan beberapa cabang olahraga yang diajarkan kepada peserta didik, dan dinilai mudah untuk dipelajari serta diajarkan dari segi teoritis maupun praktisnya di lapangan. Pencak silat merupakan seni beladiri asli nusantara yang dipengaruhi oleh nilai-nilai spiritual dan budaya bangsa, adapun guru memiliki peranan penting untuk mentransfer kepada generasi penerus bangsa guna membangun kepribadian dan moral yang baik. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi olahraga beladiri pencak silat di SMA Swasta Surabaya dan juga untuk mengetahui kendala bagi guru PJOK SMA swasta se-Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode simplerandom sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan, Keterlaksanaan pembelajaran mata pelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat di SMA Swasta se Surabaya, dapat diketahui bahwa 80 % guru PJOK secara umum belum menjalankan materi pencak silat kedalam pembelajaran penjas. 73% kendala bagi guru PJOK SMA Swasta se Surabaya dalam melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani materi beladiri pencak silat terletak dari kurangnya ketersediaan bahan ajar materi pencak silat dasar. Kata Kunci: Pencak Silat, Identifikasi Pembelajaran, Pendidikan Jasmani Abstract Pencak silat is a martial art from Indonesia which is influenced by spiritual values and local culture of Indonesia. Furthermore, it is a topic in the physical education curriculum on both junior high school and senior high school. It has both theoretical and practical to be taught. Moreover, it could be easily learned by student. Physical education teacher has an important role to transfer pencak silat to the next generation in order to build good personality and morals. The aims of this study are to find out the implementation in physical education with pencak silat?s martial art topic in the private senior high schools in Surabaya and to find out the difficulties of physical education teachers in private senior high school in Surabaya when implementing pencak silat martial art. In addition, this study belongs to descriptive-qualitative research by using simple random sampling method. Based on the result of this study, the implementation in physical education with pencak silat?s martial art topic in all private senior high school in Surabaya, it is found that generally 80% physical education teachers had not taught the subject of pencak silat in the physical lesson. Moreover, 73% difficulties of the physical education teachers in all private senior high school in Surabaya when implementing the physical education learning with the subjects of Pencak Silat?s martial art were the lack of teaching material to teach basic Pencak Silat. Keywords: Pencak Silat, Identification of Learning, Physical Education
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA PUTRI KELAS XI IPA ANTARA MAN 8 JOMBANG DAN MAN 4 JOMBANG BERBASIS PONDOK PESANTREN MAMBAUL MA’ARIF FAHMY ADAM, ALFIAN; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga sangat penting bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang sehat dan bugar. Dalam lingkungan sekolah, kesehatan dan kebugaran siswa dicapai melalui kegiatan olahraga yang diaplikasikan ke dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (Penjasorkes). Penelitian ini berupaya mengetahui (1) perbedaan kebugaran jasmani siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren, (2) tingkat kebugaran jasmani siswa mana yang lebih baik antara siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dianalisis secara statistik untuk menguji hipotesis menggunakan uji-t (beda antar kelompok). Dari hasil perhitungan uji-t menunjukkan hasil signifikan (0,058) > ? (0,05). Maka Ha ditolak dan Ho diterima, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa putri sekolah berbasis Pesantren dan non Pesantren. Penyebab utama adalah kurangnya aktivitas fisik dan latihan olahraga dengan bukti : sekarang sudah banyak siswa yang naik sepeda motor dan diantar oleh orang tua. Demikian juga siswa putri yang bersekolah berbasis Pesantren di MAN 4 dan MAN 8 non Pesantren tidak ada yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler olahraga yang ada di sekolah. Sehingga tingkat kebugaran jasmani dari kedua sekolah tersebut masuk dalam kategori sangat kurang. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, Berbasis Pesantren, dan Non Pesantren AbstractSport is very important for people to achieve a healthy and fit life. In the school environment, students? health and fitness are achieved through physical activities which are applied in physical education. This study aimed to determine (1) the female students physical difference between Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School, and (2) the better physical fitness level between female students Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School. This research type is non-experimental research with quantitative approach. The hypotheses were analyzed statistically to test the difference between groups by using t-test. From the calculation of the t-test, it showed the significant is 0,058 >? (0,05). It means that there is no significant difference between Islamic Boarding School and Non-Islamic Boarding School female students? physical fitness level. The main reason is lack of physical activity and exercise with the evidence many students who ride motorcycles and driver by parents. Likewise, there were no female students of MAN 4 Jombang islamic boarding school and MAN 8 Jombang non-islamic boarding school who took part in sports extracurricular activities at the school. So that the level of physical fitness of the two schools are very poor.Keywords: Physical Fitness, Islamic boarding school, Non-Islamic boarding school
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER TAEKWONDO DI SMAN 4 SIDOARJO DAN SMAN 1 GEDANGAN FEBRIANTO BW, YOHANES; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Olahraga sangat penting bagi manusia untuk mencapai kehidupan yang sehat dan bugar. Dalam lingkungan sekolah, kesehatan dan kebugaran siswa dicapai melalui kegiatan olahraga yang diaplikasikan ke dalam ekstrakurikuler Taekwondo. Penelitian ini berupaya mengetahui (1) berapa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 sidoarjo, (2) berapa tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 1 Gedangan, (3) Perbedaan mana yang lebih baik tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan di SMAN 1 Gedangan. Adapun jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian non-eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pengujian hipotesis dianalisa secara statistik untuk menguji hipotesis uji-t (beda antar kelompok). Dari hasil perhitungan uji-t menunjukkan nilai Sig (2-tailed) sebesar 0,049 > 0,05, maka dapat disimpulkan hipotesis tidak diterima. Dengan kata lain tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Gedangan. Hal tersebut dikarenakan kesamaan yaitu, ekstrakurikuler di kedua sekolah tersebut memiliki jadwal latihan yang sama dengan satu minggu dua kali pertemuan dan durasi latihan dua jam. Maka siswa yang mengikuti ekstrakurikuler Taekwondo di SMAN 4 Sidoarjo dan SMAN 1 Gedangan sama-sama memiliki aktivitas gerak yang relatif sama, dan berada dalam rentang umur yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan kebugaran jasmani. Kata kunci : Kebugaran Jasmani,Ekstrakurikuler,Taekwondo Abstract Sport is incredibly necessary for humans to attain a healthy and a fitness life. Within the school atmosphere, students? health and fitness are achieved through sports activities that are applied to Taekwondo self-defense as an extracurricular. This study seeks to find out (1) what physical fitness level of Taekwondo extracurricular students at Senior High School 4 Sidoarjo, (2) what physical fitness level of Taekwondo extracurricular students at Senior High School 1 Gedangan, and (3) the difference which is better between physical fitness students who participate Taekwondo at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan as extracurricular activity. The research type is non-experimental research with a quantitative approach. Hypotheses were analyzed statistically to test the t-test hypothesis (the difference between groups). From the results of the t-test calculation, it shows the Sig (2-tailed) value is 0.49 (> 0.05), it can be concluded hypothesis is not accepted. In other words, there is no significant difference in the level of physical fitness between students who take Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan. This is because similarities, namely, extracurricular activities in both schools have the same training schedule with one week two meetings and two hours of training duration. Then students who take Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan both have relatively similar motion activities and are in the same age range. So, there is no difference in physical fitness. Furthermore the extracurricular activities in each schools have an equivalent training schedule with two meetings or exercises in one week and two hours of coaching length. In conclusion, there?s no distinction in level of physical fitness among students who join Taekwondo extracurricular at Senior High School 4 Sidoarjo and Senior High School 1 Gedangan. Keywords : Physical Fitness, Extracurricular, Taekwondo
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN ORANG TUA DENGAN MINAT SISWA MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER KARATE DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AL-ISLAM KRIAN SYAHROWANDI, ACHMAD; , HAMDANI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan ekstrakurikuler adalah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekolah yang sudah teratur jelas dan terjadwal dengan sistematik yang merupakan program utama dalam proses mendidik siswa. Dalam melaksanakan tiap kegiatan siswa tentu memerlukan fasilitas dan dukungan dari berbagai pihak untuk menunjang keberhasilannya, dalam kasus ini dukungan orang tua. Karena orang tua dapat dikatakan salah satu faktor yang memberikan dukungan secara maksimal. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara dukungan orang tua dan minat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler karate pada SMP Al Islam Krian. Instrumen penelitian menggunakan angket dengan sampel siswa yang mengikuti ekstrakurikuler karate yang telah divalidasi. Data dianalisis menggunakan SPSS versi 21 menggunakan metode pearson correlation menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan minat mengikuti ekstrakurikuler karate pada SMP Al Islam Krian, dengan nilai pearson correlation sebesar 0,501 yang berarti hubungan antara kedua variabel berada pada tingkat korelasi sedang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan orang tua dengan minat mengikuti ekstrakurikuler karate dan memiliki tingkat hubungan sebesar 0,501. Kata Kunci: dukungan orang tua, karate, minat siswa Abstract Extracurricular activities are organized by schools. It provides a systematic program to educate students. However, students still need equipment, facilities or any support from parents. So, parents are involved to support the extracurricular activities. The aim of this research is to find out the relationship between parental support and interest in karate extracurricular activities at Krian Al Islam Middle School. The research instrument is a questionnaire. The research sample are students who participate in karate extracurricular. The data were analyzed by using SPSS version 21 and the pearson correlation method. The result, the significance value is 0,000 which means there is a significant relationship between parental support and interest in participating in karate extracurricular at Krian Al Islam Middle School. Moreover, the pearson correlation value is 0.501. It means that the relationship between the two variables is moderate level of correlation. Thus it can be concluded that there is a significant relationship between parental support and interest in participating in karate extracurricular activities with relationship level is 0.501. Keywords: parental support, karate, student interest