Johan, Reyshiani
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Tinea Imbrikata Johan, Reyshiani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.695 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i10.876

Abstract

Tinea imbrikata adalah dermatofitosis kronis yang disebabkan oleh Trychophyton concentricum dengan gambaran morfologis khas, berupa papulo skuamosa yang tersusun dalam lingkaran-lingkaran konsentris sehingga tampak seperti atap genting. Dilaporkan satu kasus tinea imbrikata pada wanita usia 47 tahun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan lesi kulit dengan distribusi generalisata hampir di seluruh bagian tubuh kecuali wajah, telapak tangan dan kaki berupa skuama halus yang tersusun konsentris. Pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan KOH 10% didapatkan hifa panjang, spora dan epitel.Tinea imbricata is chronic dermatophytosis caused by Trychophyton concentricum with typical morphological description, a squamous papullae arranged in concentric circles like roof tiles. A case of tinea imbricata in women aged 47 years was reported. Skin lesions with a generalized distribution was observed in almost all parts of the body except the face, palms of the hands and feet in the form of concentrically arranged smooth scaling. Microscopic examination with 10% KOH staining obtained long hyphae, spores and epithelium. 
Penggunaan Kortikosteroid Topikal yang Tepat Johan, Reyshiani
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 4 (2015): Alergi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.999 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v42i4.1026

Abstract

Kortikosteroid merupakan derivat hormon kortikosteroid yang dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Kortikosteroid hormonal dapat digolongkan menjadi glukokortikoid dan mineralokortikoid. Berdasarkan cara penggunaannya, kortikosteroid dapat dibagi dua, yaitu kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal (KT). Untuk keberhasilan pengobatan dengan KT, beberapa faktor kunci yang harus dipertimbangkan adalah diagnosis yang akurat, memilih obat yang benar, mengingat potensi, jenis sediaan, frekuensi penggunaan obat, durasi pengobatan, efek samping, dan profil pasien yang tepat.Corticosteroids are derivatives of corticosteroid hormones produced by the adrenal glands. Corticosteroids can be classified into glucocorticoid and mineralocorticoid. Based on its utility, corticosteroids can be divided into: systemic corticosteroids and topical corticosteroids (KT). For successful treatment with KT, several key factors should be considered: accurate diagnosis, choose the right drug, potency, type of preparation, frequency of use, duration of treatment, side effects, and proper patient profile.
Gejala Klinis dan Terapi Psoriasis Pustulosa Generalisata tipe von Zumbuch Johan, Reyshiani; Amir Hamzah, R.
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.497 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v43i2.21

Abstract

Psoriasis pustulosa generalisata (von Zumbuch) adalah peradangan kulit yang khas, ditandai dengan erupsi pustula tersebar generalisata pada batang tubuh dan ekstremitas disertai gejala sistemik seperti demam, malaise, dan anoreksia. Pustula biasanya timbul di atas kulit yang eritematus, awalnya berupa bercak dengan sejumlah pustul yang kemudian menyatu membentuk gambaran danau (lake of pus). Psoriasis pustulosa generalisata merupakan salah satu bentuk varian akut psoriasis. Pada pemeriksaan laboratorium darah ditemukan peningkatan LED, leukositosis, hipoalbuminemia, hipokalsemia, peningkatan ureum, dan peningkatan kreatinin. Kultur dan pemeriksaan sediaan apus pustula tidak mendapatkan bakteri Gram positif ataupun negatif.
Psoriasis Pustulosa Generalisata Johan, Reyshiani; Hamzah, R. Amir
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 12 (2014): Endokrin
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.974 KB) | DOI: 10.55175/cdk.v41i12.1064

Abstract

Psoriasis pustulosa generalisata (von Zumbuch) adalah penyakit peradangan kulit yang khas ditandai dengan adanya erupsi pustula tersebar generalisata pada batang tubuh dan ekstremitas, termasuk kuku, telapak tangan dan telapak kaki disertai dengan gejala sistemik seperti demam yang berlangsung selama beberapa hari, malaise dan anoreksia. Merupakan salah satu bentuk varian akut dari psoriasis. Dilaporkan satu kasus psoriasis pustulosa generalisata akibat metIlprednisolon pada laki-laki usia 17 tahun. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan tekanan darah, denyut nadi dan frekuensi pernafasan dalam batas normal namun terdapat demam (suhu 38,2°C), lesi kulit dengan distribusi generalisata hampir di seluruh bagian tubuh kecuali wajah, genitalia, telapak tangan dan kaki berupa pustul tersusun sebagian konfluen berbentuk gambaran danau (lake of pus) dan sebagian diskret, serta berbatas tegas. Pada pemeriksaan laboratorium terdapat leukositosis (leukosit 21.380/mm3).Generalized Pustular Psoriasis (von Zumbuch) is an inflammatory skin disease that is typically characterized by the spread of generalized pustular eruption on the trunk and extremities, including nails, palms and soles of the feet accompanied by systemic symptoms such as fever that lasts for several days, malaise and anorexia. It is one of the acute variant forms of psoriasis. A case of generalized psoriasis pustulosa due to methylprednisolone in men age 17 years wasc reported. On physical examination, blood pressure, pulse and respiratory rate within normal limits, fever (38,2C), generalized skin lesions with distribution in almost all parts of the body except face, genitalia, hands and feet in the form of partly discrete and demarcated and partly confluent pustules (lake of pus). In laboratory tests are leukocytosis (leukocytes 21.320/mm3).