, PURBODJATI
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMETAAN AKTIVITAS FISIK DAN HASRAT SEKSUAL MAHASISWA OLAHRAGA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA RAHMAN, ALVIAN; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 6, No 2 (2018): Edisi Juli 2018
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas fisik dan hasrat seksual sering terjadi pada mahasiswa olahraga dalam meningkatkan kualitas profesinya. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui usaha dan hasil aktifitas fisik dan pengendalian hasrat seksual 84 mahasiswa IKOR UNESA angkatan 2015 sebagai subyek penelitian. Prosedurnya menerapkan metode penelitian kualitatif dengan rancangan teknik survey yang dianalisis dengan deskriptif presentase. Didapatkan temuan hasil. Jadi mahasiswa IKOR UNESA angkatan 2015 meningkatkan kualitas fisik berupa pelaksanaan aktivitas fisik/olahraga lebih banyak dibanding yang tidak melakukannya. Mahasiswa yang tidak melakukannya beralasan: tidak berminat melakukan olahraga, tidak ada waktu melakukan olahraga, tidak ada sarana/prasarana untuk melakukan olahraga, merasa lelah melakukan olahraga, dan merasa cukup dengan kegiatan sehari ? hari. Mahasiswa yang melakukan peningkatan kualitas fisik berupa pelaksanaan aktivitas fisik/olahraga menyatakan : telah melakukan selama 1 sampai dengan 3 tahun lebih, dilaksanakan antara 3 kali keatas perminggu, dalam waktu 1 ? 2 jam. Tujuan yang diinginkan adalah untuk menjaga kesehatan, menurunkan berat badan, menambah pergaulan, dan untuk mendapat prestasi. Jalur yang ditempuh untuk melakukan olahraga terdiri dari: di kampus, di klub, olahraga sendiri, dan di tempat fitnes. Stabilitas motivasi terjaga karena terpenuhinya kapasitas penunjang fasilitas olahraga. Ternyata mahasiswa IKOR UNESA angkatan 2015 meningkatkan kualitas non fisik berupa pengendalian perilaku hasrat seksual lebih banyak (yang didominasi oleh mahasiswa yang melakukan aktivitas fisik dan sebagian kecil mereka yang tidak beraktivitas fisik) dibanding yang tidak melakukannya/menyimpang. Mahasiswa yang mengendalikannya dengan baik dalam bentuk autoerotik, yang meliputi: tidak pernah menggunakan media sensual, tidak pernah membayangkan sesuatu yang sensual, tidak pernah meraba tubuh diri sendiri, tidak pernah melihat gambar sensual, tidak pernah menggesekkan alat kelamin pada benda. Perilaku lainnya berupa sosioseksual, berupa: tidak pernah berpegang tangan disertai dengan hasrat seksual, tidak pernah merabah tubuh orang lain, tidak pernah mencium orang lain, tidak pernah merangsang orang lain, tidak pernah melakukan hubungan seksual. Sedangkan mahasiswa yang belum mampu mengendalikannya didominasi oleh mahasiswa tidak melakukan aktivitas fisik. Penyimpangan pengendalikan hasrat seksual berbentuk autoerotik, meliputi: kadang ? kadang melihat gambar sensual, pernah menggesekkan alat kelamin pada benda. Adapun sosioseksualnya, meliputi: kadang ? kadang meraba tubuh orang lain dan pernah melakukan hubungan seksual. Kata Kunci : Aktivitas fisik, Olahraga, Hasrat seksual, Autoerotik, Sosioseksul, Mahasiswa olahraga UNESA. Abtract Physical activity and sexual desire often occur in sports students in improving the quality of their profession. The specific purpose of this study is to find out the efforts and results of physical activity and control of sexual desire 84 2015 UNESA IKOR students as research subjects. The procedure applies qualitative research method with survey technique design which is analyzed by descriptive percentage. Find results. So students of IKOR UNESA force 2015 improve physical quality in the form of physical activity / sport more than those who do not do it. Students who do not do so reason: are not interested in doing sports, there is no time to do sports, there are no facilities / infrastructure to exercise, feel tired doing sports, and feel enough with daily activities. Students who make physical quality improvements in the form of physical activity / sports states: have done more than 1 to 3 years, carried out between 3 times up a week, within 1-2 hours. The desired goal is to maintain health, lose weight, increase intercourse, and to get the achievement. The path taken to do the sport consists of: on campus, at the club, sports alone, and at the gym. Motivational stability is maintained due to the fulfillment of sports facilities supporting capacity. It turns out that students of IKEOR UNESA force 2015 improve non-physical quality in the form of controlling behavior of sexual desire more (which is dominated by students who do physical activity and some of them are not physical activity) than do not do / deviate. Students who control it well in the form of autoerotik, which includes: never use sensual media, never imagine something sensual, never felt body yourself, never see the sensual image, never rub the genitals on the object. Other behaviors are sociosexual, in the form of: never holding hands accompanied by sexual desire, never pummeling other peoples bodies, never kissing others, never stimulating others, never having sexual intercourse. While students who have not been able to control it is dominated by students do not do physical activity. Control irregularities in the form of autoerotic sexual desires, including: sometimes seeing sensual images, ever swiping genitals on objects. As for sosioseksualnya, including: sometimes feel the body of others and had sexual intercourse. Keywords: Physical Activity, Sports, Sexual Desire, Autoerotik, Sosioseksul, UNESA sports students.
ANALISIS SWOT PEMBINAAN OLAHRAGA FUTSAL ESTRELLA IFC SIDOARJO RIFAI, IMAM; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 7, No 2 (2019): Edisi Juli 2019
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembinaan merupakan faktor yang berperan penting dalam dunia olahraga khususnya futsal, pembinaan olahragafutsal perlu dilakukan sejak dini melalui pencarian dan pemandu bakat, pembibitan, pendidikan dan pelatihanolahraga yang didasarkan pada ilmu pengetahuan teknologi secara efektif dan efisien, karena berkembang tidaknyaolahraga itu tergantung pada pembinaan olahraga itu sendiri, Klub Estrella IFC Sidoarjo adalah salah satu wadahyang digunakan sebagai sarana pembinaan dan pengembangan bakat pada cabang olahraga Futsal. Tujuannya adalahmembantu pemain meraih prestasi puncak. Metode penelitian mengunakan metode survey. Jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang didukung dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses analisis data penelitian kualitatif dilakukandengan menelaah semua data yang tersedia dalam berbagai sumber yaitu wawancara, hasil observasi, dandokumentasi serta lain sebagainya, yang meliputi unsur strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity(peluang), threats (ancaman) yang dimiliki oleh klub Estrella IFC. Instrumen data penelitian ini adalahmenggunakan daftar pertanyaan (terlampir). Dari hasil penelitian dapat diketahui 1. kekuatan klub Estrella IFCSidoarjo terletak pada atlet yang berprestasi, pelatih, dana, motivasi dan dukungan serta kompetisi. 2. Kelemahanpada klub Estrella IFC terletakapada menejemen yang kurang terorganisir, sarana dan prasarana, 3. Peluang yangdimiliki klub Estrella adalah bertambahnya sponsor dan dana, 4. Acaman pada klub futsal Estella IFC adalahmenurunya kemauan dan motivasi atlet dalam berlatih rutin dan dalam bertanding, hanya memiliki sponsor tunggal.Kata kunci : Futsal, Pembinaan, SWOT
TINGKAT KONDISI FISIK KECEPATAN, KEKUATAN, KELENTUKAN DAN KEBUGARAN JASMANI ANGGOTA UKM JU-JITSU DOJO UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TRI ATMOJO, BAYU; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya merupakan suatu organisasi kemahasiswaan dilingkup kampus yang memberi ilmu bagaimana cara menjaga kesehatan jasmani dan konfisi fisik, serta cara-cara beladiri dengan praktis. Manum masih banyak juga dari anggota UKM Ju-Jitsu yang masih memiliki kebugaran jasmani dan kondisi fisik yang kurang baik dan cenderung mudah lelah setelah melakukan aktifitas kuliah. Dalam penelitian kali ini ingin mengetahui tingkat kebugaran jasmani dan kondisi fisik dari anggota UKM laki-laki dan perempuan Dojo Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan angket dan teknik analisis data menghitung rata-rata/mean serta menghitung persentasenya. Berdasarkan dari hasil tes tingkat kondisi fisik dan kebugaran jasmani anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya dapat di simpulkan bahwa yang berjenis kelamin laki-laki tergolong dalam tingkat kondisi fisik dengan 3 item tes memiliki rata-rata persetase dominan di kategori kurang sekali sebesar 83,3%. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan 1 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sebesar 100%. Sedangkan untuk anggota UKM Ju-Jitsu berjenis kelamin perempuan tergolong dalam tingkat kondisi fisik dengan 3 item tes, diantaranya 2 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sekali sebesar 66,7%. Sedangkan tingkat kebugaran jasmani dengan 1 item tes memiliki rata-rata persentase dominan di kategori kurang sekali sebesar 100%. Maka anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya berjenis kelamin laki-laki memiliki tingkan kondisi fisik di kategodi kurang sekali dan tingkat kebugaran jasmani di kategori kurang. Sedangkan anggota UKM Ju-Jitsu Dojo Universitas Negeri Surabaya berjenis kelamin perempuan memiliki tingkat kondisi fisik di kategori kurang sekali dan tingkat kebugaran jasmani di kategori kurang sekali. Kata Kunci : Ju-Jitsu, Kebugaran Jasmani, Kondisi Fisik Abstract UKM Ju-Jitsu Dojo State of Surabaya University is a student organization within campus that provides knowledge on how to maintain physical confession and physical health, as well as practical methods of self-defense. However, there are still a lot of members from this organization who still have low quality in physical condition and physical fitness. Most of them are also easy to get exhausted after a busy lecture activity. In this study, researcher wanted to know the level of physical condition and physical fitness on members of UKM Ju-Jitsu Dojo, State of Surabaya University. The method in this research is a quantitative descriptive study through a survey method with data collection techniques using questionnaires and data analysis techniques to calculate the mean and calculate the percentage. Based on the results of the test of the level of physical condition and physical fitness of the members of the Ju-Jitsu Dojo UKM, Surabaya State University, it can be concluded that the male sex is classified in the level of physical condition with 3 test items having an average dominant percentage in the category of very low at 83 , 3%. While the level of physical fitness with 1 test item has an average dominant percentage in the category of less than 100%. Whereas for Ju-Jitsu UKM members, the female is classified in the level of physical condition with 3 test items, of which 2 test items have an average dominant percentage in the category of very low at 66.7%. While the level of physical fitness with 1 test item has an average dominant percentage in the category of very less by 100%. So the members of the Ju-Jitsu Dojo UKM, Surabaya State University, the male sex has a very poor physical condition and the physical fitness level is in the poor category. Whereas members of the Ju-Jitsu Dojo UKM State University of Surabaya, female, have a level of physical condition in the category of very poor and physical fitness level in the category of very poor.. Keywords: Ju-Jitsu, Physical Fitness, Physical Condition
AGRESI NEGATIF BONEK PADA PERTANDINGAN HOME PERSEBAYA FRIDELINUS BRIA, STEFENDI; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor dari agresi negatif yang dilakukan Bonek pada pertandingan home Persebaya. Lingkup penelitian ini adalah berfokus pada pengalaman Bonek yang pernah melakukan agresi tersebut. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah empat belas orang Bonek dengan latar Pendidikan dan usia yang bermacam macam. Metode pengambilan narasumber dilakukan dengan metode snowing ball sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara. Analisis penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan agresi yang terjadi tergolong menjadi agresi verbal dan agresi nonverbal (fisik). Tindakan agresi verbal berupa mengolok dan nyanyian rasis, sedangkan untuk agresi nonverbal (fisik) berupa pelemparan, pembakaran, penyalaan petasan dan sejenisnya, pengrusakan fasilitas stadion, dan memasuki area lapangan. Perilaku tersebut terjadi karena beberapa faktor meliputi frustrasi, kekuasaan dan kepatuhan, deindividuasi, provokasi lawan yang disengaja maupun tidak sengaja, serta alkohol. Kata kunci: Agresi, Suporter sepak bola, Bonek
AGRESI NEGATIF BONEK PADA PERTANDINGAN HOME PERSEBAYA FRIDELINUS BRIA, STEFENDI; , PURBODJATI
Jurnal Kesehatan Olahraga Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal Kesehatan Olahraga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan faktor dari agresi negatif yang dilakukan Bonek pada pertandingan home Persebaya. Lingkup penelitian ini adalah berfokus pada pengalaman Bonek yang pernah melakukan agresi tersebut. Narasumber dalam penelitian ini berjumlah empat belas orang Bonek dengan latar Pendidikan dan usia yang bermacam macam. Metode pengambilan narasumber dilakukan dengan metode snowing ball sampling. Pengambilan data diperoleh melalui wawancara. Analisis penelitian ini melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tindakan agresi yang terjadi tergolong menjadi agresi verbal dan agresi nonverbal (fisik). Tindakan agresi verbal berupa mengolok dan nyanyian rasis, sedangkan untuk agresi nonverbal (fisik) berupa pelemparan, pembakaran, penyalaan petasan dan sejenisnya, pengrusakan fasilitas stadion, dan memasuki area lapangan. Perilaku tersebut terjadi karena beberapa faktor meliputi frustrasi, kekuasaan dan kepatuhan, deindividuasi, provokasi lawan yang disengaja maupun tidak sengaja, serta alkohol. Kata kunci: Agresi, Suporter sepak bola, Bonek