This Author published in this journals
All Journal Solah APRON
KARTIKA NINGTYAS S., NURUN
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI PEANCE KARTIKA NINGTYAS S., NURUN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari “ Peance “ merupakan sebuah karya tari yang diciptakan sebagai bentuk suatu kebebasan yaitu bebas untuk memilih dan melakukan hal sebagai media pengungkapan rasa dan ekspresi yang dirasakan. Permainan musik yang biasanya hanya dipertunjukan dengan bermain alat saja tanpa diiringi sebuah gerak tari kini akan dipertunjukan dan dipadukan dengan sebuah tari modern yang berkembang saat ini dengan  maksud agar fokus karya dapat sampai pada karya tari. Penggarapan isi dari karya tari ini penata lebih memfokuskan pada ketarmpilan  mengolah ritme yang ditimbulkan  dari alat-alat pukul.  Dalam proses penciptaan karya, koreografer tak hanya semata-mata menggunakan alat musik perkusi drum sebagai alat utama dalam karya tari, namun juga dipadukan dengan musik kreatif dari alat kentongan dan jimbe. Penata juga menambahkan bunyian ritme dari sepatu yang digunakan oleh penari agar suara dan bunyi yang ditimbulkan dapat bervariasi. Dimana capaiannya ialah penari  diharapakan dapat  terampil dalam mengolah ritme-ritme yang ditimbulkan dari properti alat-alat musik. Serta dapat memanfaatkan sepatu juga vokal dari penari sebagai iringan dalam karya tari . Konsep dari karya tari Peance menggambarkan  tentang kebebasan sekelompok anak remaja yang ingin merasakan hal-hal menyenangkan dalam hidupnya. Dari alat-alat pukul yang digunakan dapat melatih keterampilan dalam mengolah ritme bunyi yang ditimbulkan oleh alat-alat tersebut. Penata tari menggunakan berbagai instrumen alat pukul sebagai media dalam penyaluran gerak dan makna karya tari. Adapun desain visual, desain ruang yang bebas akan membentuk gerak dengan tidak adanya batasan dalam ruang tenaga dan waktu. Tipe tari yang di gunakan oleh penata tari ialah tipe tari dramatik. Mode penyajian karya tari Peance menggunakan mode penyajian simbolis yang menyajikan kembali sebagaimana dalam kehidupan nyata dengan penggambaran simbolis melalui simbol-simbol tertentu yang digunakan dan jika berhasil maka simbol-simbol tersebut bisa bermakana bagi penonton. Proses penciptaan karya tari ini melalui beberapa tahap, yaitu eksplorasi, improvisasi, foarming, dan evaluasi.  Kata Kunci: Kebebasan, Alat pukul, Bunyi, Peance
SARIONO SEBAGAI PELATIH REMO BERPRESTASI (1992-2016) (SEBUAH BOGRAFI) KARTIKA NINGTYAS S., NURUN
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 2, No 10 (2017): APRON Volume 2 Nomor 10
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sariono adalah seorang pelatih tari yang telah menyelesaikan pendidikan di ISI Solo pada tahun 1990 yang kemudian mengembangkan ilmunya di Surabaya. Selain sebagai seorang pelatih remo berprestasi dan salah satu seniman remo di Surabaya yang sampai saat ini masih berkembang, Sariono juga memiliki sebuah sanggar  tari yaitu Putra Bima Respati. Perkembangan pesat sanggar tari Putra Bima Respati memang sudah tidak diragukan lagi, terbukti dengan adanya beberapa penghargaan. Perkembangan yang begitu pesat dari sanggar Putra Bima Respati, membuat Sariono terkenal sebagai seorang pelatih tari yang profesional. Pembahasan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah riwayat perjalanan Sariono sebagai pelatih remo berprestasi. Memudahkan penelitian ini, maka peneliti mengidentifikasi beberapa masalah, antara lain: 1. Bagaimana riwayat Sariono menjadi pelatih remo berprestasi?, 2. Faktor-faktor apakah yang harus diperhatikan untuk menjadi seorang  pelatih remo berprestasi?, dan 3. Bagaimana konsep dasar Sariono dalam melatih remo, sehingga menjadi pelatih remo berprestasi? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tehnik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa dalam penelitian ini menggunakan teori riwayat sejarah yang dijelaskan oleh Aminuddin Kasdi, teori kepelatihan ilmu keolahragaan yang dijelaskan oleh Timo Scheunemann, dan teori bentuk. Teori bentuk yang digunakan adalah teori Ben Suharto dalam buku Tari Analisa Bentuk, Gaya dan Isi Sebagai Penunjang Proses Kreatif  dan teori bentuk dari Sal Mugiyanto dalam buku Koreografi Pengetahuan Dasar Komposisi. Hasil penelitian dan pembahasan menjelaskan bahwa dalam riwayat perjalanan (biografi) Sariono sebagai pelatih tari, terdapat sebuah konsep yang menjadi target bagi dirinya yaitu bentuk. Dari beberapa penjelasan tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa Sariono merupakan seorang pelatih remo berprestasi. Kata Kunci : Sariono, Riwayat, Pelatih remo Berprestasi