FADILAH, NITA
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBENTUKAN DAN MAKNA KONTEKSTUAL DAJARE PADA SERIAL KARTUN DORAEMON EPISODE 452 (ダジャレでやっつけろ!) FADILAH, NITA
GoKen Vol 5, No 3 (2017): Edisi Wisuda Oktober 2017
Publisher : GoKen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dajare merupakan salah satu permainan kata dalam bahasa Jepang. Permainan kata ini banyak digunakan di dalam keseharian masyarakat Jepang sebagai humor dan media periklanan. Untuk lebih mengetahui dan memahami apa itu dajare, maka dapat dilakukan dengan cara menganalisis pembentukan serta makna kontekstual dari dajare dalam penggunaannya di kehidupan sehari-hari. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menganalisis dajare yakni serial kartun Jepang yang di dalamnya terdapat pemakaian dajare. Penelitian ini penting untuk dilakukan, terutama bagi para pemelajar Bahasa Jepang agar dapat memahami dan bisa menggunakan dajare, dengan tujuan untuk lebih mengakrabkan diri dengan orang Jepang, atau juga untuk kepentingan lainnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai pembentukan dajare pada serial kartun Doraemon episode 452 (???????????), dan makna kontekstual dari dajare itu. Untuk menjawab kedua rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori pembentukan dajare oleh Dybala, dkk., dan teori pembentukan kata oleh Tsujimura, serta teori makna kontekstual oleh Chaer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mendeskripsikan hasil analisis penelitian secara terperinci. Adapun sumber data penelitian yang digunakan yaitu serial kartun Doraemon episode 452. Data berupa pembentukan dajare serta makna kontekstual yang terdapat di dalamnya. Pada penelitian ini ditemukan data sebanyak 33 data. Kemudian diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Pembentukan dajare yang ditemukan yakni mencakup 7 klasifikasi yang terbagi ke dalam pembentukan secara homophony, mora addition (initial, final, dan internal), mora omission (initial), mora transformation (vowel), kanji readings change, mix of languages, dan pause transference. Secara morfologi, pun phrase pada data yang ditemukan tersebut termasuk pada jenis free morphemes dan inflectional morphemes, dan ada juga yang mengalami pembentukan kata secara affixation, compounding, reduplication, clipping, dan borrowing; (2) Makna kontekstual yang terdapat dalam dajare tersebut yakni berupa (1) kata benda, seperti: roti, badak, dan unta; (2) kata kerja, seperti: berbaring, terbang, dan marah; (3) kata keterangan, seperti: kata keterangan jatuh, benda yang mencair, dan suara tawa; dan (4) ungkapan, seperti: ungkapan terimakasih dan ungkapan dari rasa terkejut. Dengan mengetahui pentingnya penelitian ini, implikasi yang diharapkan yakni untuk dapat memasukkan materi mengenai dajare pada pembelajaran Bahasa Jepang, misal dalam bidang Sosiolinguistik. Dengan begitu, para pemelajar menjadi lebih memahami dan dapat menggunakan dajare dengan baik dan benar dalam keseharian berkomunikasinya.                 Kata Kunci: dajare, pembentukan, makna kontekstual   ?? ??????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? ????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Dybala,dkk. (2012), ???Tsujimura (2004)???????????????????????????Chaer (2007) ??????????????????????????????????????Doraemon ??????????452????????????????????????????????????33 ?????????                 ?????????????????(1) ??????????????????????????????????????????????????????????????  ???????????????????????????????????????????????????; (2) ?????????????????????????????????????????????:????????????:???????????????:???????????????????: ???????????????  ?????????????????
Students’ Test Anxiety in English Foreign Learners in Indonesian Context Syafrizal, Syafrizal; Fadilah, Nita
English Education:Journal of English Teaching and Research Vol 3 No 1 (2018): English Education
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.25 KB) | DOI: 10.29407/jetar.v3i1.11719

Abstract

Due to the increasing demand of proficiency in English, every school and institution has also demanded their students to learn English. To identify whether the students have understood the subject matter, tests are being conducted to measure the students’ understanding. Several studies agreed and confirmed that tests can make the students feel anxious. As an affective factor, test anxiety has been investigated a lot. The current research focuses on test anxiety as the major affective factors. Thus, this research aims to find out the test anxiety level of students at Senior High School level, along with its relationship with the students’ gender and major. Moreover, the causes of the test anxiety were investigated according to the students’ own perceptions through semi-structured interview. To gather the data for this mixed-method research, the Test Anxiety Scale and semi-structured interview were conducted. The overall result showed that the students had moderate level of test anxiety. Female and science class students tend to be more anxious than the male and social students are. The factors of the test anxiety mentioned by the participants are English understanding, test preparation, time limit, pressure to prove oneself, and test procedure.