Kondisi lalu lintas di Kota Samarinda khususnya di persimpangan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan – jalan Basuki Rahmat – jalan Imam Bonjol – jalan Arief Rahman Hakim saat ini dikatakan crowded (Padat), namun sudah terjadi kemacetan, tundaan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa persimpangan jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja). Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan untuk menghitung waktu siklus, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada jam puncak, yaitu dengan cara melakukan survey selama 4 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 11.00 – 13.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data lalu-lintas, traffic light, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’97 didapat waktu optimal traffic light, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan dan panjang antrian pada persimpangan tersebut, adalah sebagai berikut: 1. Waktu optimal traffic light (Hijau) pada persimpangan tersebut 28 detik, Waktu optimal traffic light (Kuning) pada persimpangan tersebut 3 detik, Waktu optimal traffic light (Merah) pada persimpangan tersebut 132 deti. 2. Kapasitas jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 684,9 smp/jam, jalan Basuki Rahmat 684,9 smp/jam, jalan Imam Bonjol 821,9 smp/jam, jalan Arief Rahman Hakim 821,9 smp/jam. 3. Derajat Kejenuhan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 0,763, jalan Basuki Rahmat 0,552, jalan Imam Bonjol 0,484, jalan Arief Rahman Hakim 0,424. 4. Panjang Antrian jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 85 m, jalan Basuki Rahmat 21,67 m, jalan Imam Bonjol 25 m, jalan Arief Rahman Hakim 68 m. 5. Tundaan jalan Kyai Haji Ahmad Dahlan 10921,35 det.smp, jalan Basuki Rahmat 7534,64 det.smp, jalan Imam Bonjol 8656,03 det.smp, jalan Arief Rahman Hakim 7904,19 det.smp.