Syaepu, Indra Latif
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tradisi Anjang Sana-Sini Sebagai Bentuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Besowo Syaepu, Indra Latif
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 28, No 1 (2019): Agama, Konflik, dan Perdamaian
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v28i1.1494

Abstract

This paper sheds light on interreligious harmony taking place in the Village of Besowo where the so-called Anjang Sani-Sini tradition plays a significant role. The adaptation and integration between religion and local cultures have transformed new values in a given society. Likewise, the Anjana Sana-Sini tradition is a transformative form of an alledgedly exclusive religious doctrine within a pluralistic culture so as to bring up new ethical values or traditions. The Anjang Sana-Sini tradition is a tradition of mutual visits carried out by the residents of Besowo regardless of their religious backgrounds. The article showed that this tradition hassuccesfully fostered kinship and interreligious harmony among the people. In addition, this tradition has also created a social resilience to the threat of conflicts and at the same time estabslihed interreligious harmony in the village.Keywords: Anjang Sana-Sini, Local Culture, Interreligious Harmony
RADIKAL DULU, TERORIS KEMUDIAN: GERAKAN ISLAM “GARIS KERAS” DULU DAN KINI DALAM TINJAUAN SOSIO-HISTORIS Syaepu, Indra Latif
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 26, No 1 (2017): Pluralisme, Radikalisme dan Teologi
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v26i1.681

Abstract

This paper analyzes the phenomenon of radicalism and analysis of the terminology of terrorism in Islam. Radicalism is a movement carried out by individuals or groups who are plagued by socio-political and sociohistorical phenomena. The symptoms of violent practice perpetrated by a group of Muslims, historically - sociologically, more appropriately as socio-political phenomena than religious phenomena even with the rise of religious banners.Radicalism and terrorism are of course different. In democracy, as long as there is no violence, legal radicalism is lawful. While terrorist acts, inherent in doing their shortcomings by acts of violence are haram. But radicalism is linked to terrorism in some ways. Keywords: Radicalism, terorism, history, socio-historical
Tradisi Anjang Sana-Sini Sebagai Bentuk Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Besowo Syaepu, Indra Latif
EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Vol 28, No 1 (2019): Agama, Konflik, dan Perdamaian
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/empirisma.v28i1.1494

Abstract

This paper sheds light on interreligious harmony taking place in the Village of Besowo where the so-called Anjang Sani-Sini tradition plays a significant role. The adaptation and integration between religion and local cultures have transformed new values in a given society. Likewise, the Anjana Sana-Sini tradition is a transformative form of an alledgedly exclusive religious doctrine within a pluralistic culture so as to bring up new ethical values or traditions. The Anjang Sana-Sini tradition is a tradition of mutual visits carried out by the residents of Besowo regardless of their religious backgrounds. The article showed that this tradition hassuccesfully fostered kinship and interreligious harmony among the people. In addition, this tradition has also created a social resilience to the threat of conflicts and at the same time estabslihed interreligious harmony in the village.Keywords: Anjang Sana-Sini, Local Culture, Interreligious Harmony
Relasi Filsafat dengan Psikoterapi dalam Konsep Sa’Adah serta Relevansinya terhadap Kesehatan Mental syaepu, Indra latif
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1323

Abstract

Psikoterapi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, Pschye yang artinya jiwa dan Therapy yang artinya mengobati. Ahli lain menyebutkan, Psikoterapi merupakan sebuah pelayan terhadap pasien atau pengobatan pada pasien dengan metode mempengaruhi, memberi sugesti, memberi motivasi dan sebagainya tanpa menggunakan peralatan medis seperti obat. Bisa dikatakan, Psikoterapi merupakan metode penangan klinis bagi penderita gangguan Jiwa, penyakit Jiwa, penyakit Rohani, Psikis maupun depresi. Psikoterapi selalu berkaitan dengan kehidupan keseharian manusia, mulai dari arti hidup, makna hidup, tujuan hidup, bagaimana menjalani kehidupan, bagaimana menangani masalah hidup dan sebagainya. Psikoterapi Transpersonal melibatkan peranan agama untuk mengobati pasien yang mengalami ganguan kesehatan jiwa. Terkait dengan Jiwa, tentunya tidak bisa terlepas dari wilayah kajian filsafat. Filsafat merupakan keilmuan pertama yang membahas konsep jiwa dalam diri manusia. Dalam ranah aksiologi etika keilmuan, filsafat dan Psikoterapi ditemukan. Etika merupakan salah satu cabang keilmuan filsafat yang membahas tentang moral, akhlak yang menentukan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan. Etika disini mengerah kepada perilaku baik atau buruk. Ada juga yang mengartikan etika merupakan sistem nilai dalam kehidupan manusia secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu, etika menjadi pegangan hidup individu maupun masyarakat.
Relasi Filsafat dengan Psikoterapi dalam Konsep Sa’Adah serta Relevansinya terhadap Kesehatan Mental Syaepu, Indra Latif
Spiritualita Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Usluhuddin dan Dakwah IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/spiritualita.v7i2.1323

Abstract

Psikoterapi merupakan istilah yang berasal dari bahasa Yunani, Pschye yang artinya jiwa dan Therapy yang artinya mengobati. Ahli lain menyebutkan, Psikoterapi merupakan sebuah pelayan terhadap pasien atau pengobatan pada pasien dengan metode mempengaruhi, memberi sugesti, memberi motivasi dan sebagainya tanpa menggunakan peralatan medis seperti obat. Bisa dikatakan, Psikoterapi merupakan metode penangan klinis bagi penderita gangguan Jiwa, penyakit Jiwa, penyakit Rohani, Psikis maupun depresi. Psikoterapi selalu berkaitan dengan kehidupan keseharian manusia, mulai dari arti hidup, makna hidup, tujuan hidup, bagaimana menjalani kehidupan, bagaimana menangani masalah hidup dan sebagainya. Psikoterapi Transpersonal melibatkan peranan agama untuk mengobati pasien yang mengalami ganguan kesehatan jiwa. Terkait dengan Jiwa, tentunya tidak bisa terlepas dari wilayah kajian filsafat. Filsafat merupakan keilmuan pertama yang membahas konsep jiwa dalam diri manusia. Dalam ranah aksiologi etika keilmuan, filsafat dan Psikoterapi ditemukan. Etika merupakan salah satu cabang keilmuan filsafat yang membahas tentang moral, akhlak yang menentukan sikap dan perilaku manusia dalam kehidupan. Etika disini mengerah kepada perilaku baik atau buruk. Ada juga yang mengartikan etika merupakan sistem nilai dalam kehidupan manusia secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu, etika menjadi pegangan hidup individu maupun masyarakat.
Awal Dakwah dan Historisitas Pra Islam Arabia Syaepu, Indra Latif; Sauki, M.
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article deals with the history of pre-Islam Arabia. It talks about, politics, economics, cultures and religions. It tries to explore the situation of the civilization which was decline, while the civilization of Arab rise up. Most of Arabia is the victim of natur amaligna. The geological process is responsible for its shape and outline, a huge quadric lateral placed between two continents. At the time, trading, breeding and farming was most populer in society south arabia and north-arabia, but in Hijaz (Mecca) was impossible because the area is wiped out. They believed on paganism, because Judism and Cristianity were not popular
MERAJUT NILAI KEBHINNEKAAN DENGAN DEEN SALAM SEBAGAI BENTUK RELIGUOUS JOB FOR EDUCATION PEACE DITAHUN POLITIK Sauki, M.; Syaepu, Indra Latif
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 1 No. 1 (2020): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Formulating da'wah as a form of actualization of faith that is manifested in an activity is one of the methods or strategies a person uses to convey the message or teaching message. Formulating da'wah can be done in various ways and can use any media, including song lyrics and music. Several years ago, the Indonesian people were shocked by a song performed by Nisya Sabiyan entitled Deen Salam. This song appears right in the midst of community unrest, community divisions or it can be said that Indonesia is experiencing a crisis of harmony. In the song's lyrics, there is a philosophical meaning of the meaning of peace, which is indirectly "religion that carries the message of peace
KOMODIFIKASI AGAMA: ISLAM FASHION SEBAGAI GAYA HIDUP DI ERA MODERN DALAM PANDANGAN MAHASISWA DAN SANTRI Syaepu, Indra Latif; Sauki, M
Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 2 No. 2 (2021): Communicative : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fashion bagi kalangan mahasiswa dan santri kini telah berkembang dan dimaknai sebagai sesuatu yang penting sekarang ini. Dari hasil penelitian dan hasil wawancara dengan beberapa narasumber, tak sedikit yang mengatakan bahwa fashion merupakan bentuk dari ekpresi mereka dalam beragama terrutama dengan masalah penampilan. Dalam dewasa kini, Islam bukan lagi diartikan hanya sebagai suatu pedoman ajaran hidup, namun bisa diartikan sebagai bagian dari gaya hidup di era modern. Terutama dalam komodifikasi ajaran agama dan fashion sebagai salah satu bentuk wajah baru dari identitas muslim yang ada di Indonesia, atau lebih dikenal dengan budaya Islam Fashion. Dalam metode penelitian ini, peneliti mengguanakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan sosilogis agama dengan menggunakan grand theory Max Weber dan Karl Mark. Dari hasil penelitian, Pada realitanya, peneliti sering menemukan beberapa mahasiswa yang menggunakan pakaian almamater kampus namun dengan fashion yang modis Seperti gaya model Jilbab kekinian sebagai kombinasi dari almamater tersebut. Maka dalam hal ini bisa dikatakan juga bahwa fashion merupakan bentuk ekpresi diri dengan maksud tujuan supaya orang lain suka apabila melihatnya. Sehingga akan menimbulkan rasa kesenangan dalam diri kita dan orang lain yang melihatnya. Pandangan ini jika dilihat dari segi sudut pandang nilai estetika. Komodifikasi agama yang peneliti temukan tidak hanya sebatas memberikan kesenengan secara non-materil, ada juga yang bersifat materil. Artainya mereka melakukan komodifikasi agama untuk mencari daya nilai yang bisa ditukar secara komersil, sepertihalnya kapitalisme. Penanaman konsep kapitalisme yang di imbangi oleh spritualisme dinilai akan mampu mendorong motivasi seseorang untuk mengembangkan SDM dan meningkatkan produktivitas pekerjaanya serta memaknai pekerjaanya merupakan bagian dari suatu perintah agama (ibadah). Dalam kondisi tertentu, menurut pandangan Weber, ketika seseorang bekerja dengan landalasan konsep spiritual, hal inilah yang menjadikan kaum Kristen calvin hidup dalam suatu kesederhanaan, merasakan bahagia meskipun hidupnya sederhana, orientasi materi yang mereka dapatkan haruslah berguna bagi kehidupan dunia akhirat