This Author published in this journals
All Journal Paradigma
Nursyah Abdillah, Bagus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA SEKOLAH INKLUSI BAGI PENYELENGGARA PENDIDIKAN SDN KEBON AGUNG II SUKODONO, SIDOARJO Nursyah Abdillah, Bagus
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah inklusi merupakan sekolah yang berbasis multikultur. Permasalahan yang sering terjadi, sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah inklusi tidak siap menjalankan kebijakan itu. Akibatnya siswa berkebutuhan khusus yang mendaftar di sekolah tersebut ditolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna sekolah inklusi bagi penyelenggara pendidikan di SDN Kebon Agung II Sukodono, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, dengan metode kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive yakni kepala sekolah, pendidik, guru pendamping khusus. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan cara observasi dan proses wawancara. Hasil dari penelitian  menjelaskan temuan tentang because motif meliputi, (a) penunjukkan sekolah inklusi dipahami sebagai keterpaksaan, (b) sekolah inklusi dipahami sebagai sekolah yang tanpa diskriminasi dan berasaskan multikultur yang menjadikan bangga pendidik, (c) sekolah inklusi merupakan wujud nyata peran orang tua dalam menjadikan siswa ABK setara dengan siswa reguler. Sedangkan pada temuan in order to motif meliputi (a) pendidik mampu menerima siswa berkebutuhan khusus dan melakukan pengajaran secara professional yang mampu mengembangkan siswa ABK, (b) penunjukkan sekolah inklusi merupakan cara untuk memperoleh sarana prasarana, dana bantuan khusus dan cara untuk masuk sugra, (c) adanya kesetaraan yang diberikan sekolah untuk guru relawan seperti guru kelas. Kata Kunci : Sekolah inklusi, Multikultural, Anak berkebutuhan khusus.   Abstract Educational inclusion is a multicultural school. Problems often occur, designated schools become inclusive schools are not ready to implement the policy. As a result, disabilities students who enroll in school was rejected. This study aims to determine how the meaning of inclusive schools for education providers in SDN Kebon Agung II Sukodono, Sidoarjo. This study uses a phenomenological theory of Alfred Schutz, with qualitative methods. Subjects selected by using purposive ie, principals, educators, special assistant teachers. Collecting data in the field is done by observation and interview process. Results of the study explain the findings of Because motive include, (a) the appointment of inclusive schools is understood as a necessity, (b) inclusion school is understood as a school without discrimination and berasaskan multicultural make proud educator, (c) inclusion school is a realization of the role of parents in making ABK students on par with regular students. While the findings in order to motive include (a) educators able to accept disabilities students and do the teaching in a professional manner so as to develop disabilities students, (b) the appointment of inclusive schools is a way to acquire the infrastructure, special assistance fund and how to get into heaven, (c) the equity provided by schools for teachers volunteer as classroom teachers. Keywords: School inclusion, Multikultural, Disabilities.