This Author published in this journals
All Journal Avatara
LATIFA, UMI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MODERN DI YOGYAKARTA MASA KOLONIAL BELANDA PADA TAHUN 1900-1942 LATIFA, UMI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya pengaruh Barat ke Indonesia khususnya di Yogyakarta telah membawa pengaruh terhadap Yogyakarta terutama bidang pendidikan secara langsung telah menjadi pendorong berkembangnya pendidikan ala Barat di Yogyakarta pada tahun 1900-1942. Oleh karena itu, pentingnya menjelaskan latar belakang, perkembangan serta dampak pendidikan Barat di Yogyakarta pada tahun 1900-1942. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari heuristik, verifikasi atau kritik, interpretasi/penafsiran, dan historiografi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa latar belakang berdirinya pendidikan modern ala kolonial belanda demi kepentingan perusahaan merupakan bentuk strategi pemerintah Belanda dalam menyelenggarakan perkebunan, pertanian, pertambangan. Dikarenakan pemerintah Belanda memerlukan tenaga-tenaga bumiputera yang sanggup mengabdikan dirinya kepada kepentingan perusahaan dan bisa berbahasa Belanda. Sekolah-sekolah model barat tersebut diantaranya yaitu Europeesche Lagere School (ELS), Hollandsch-Inlandsche School (HIS), Eerste Inlandsche School (EIS), Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), Vervolg (Sekolah Kejuruan), Algemeene Middelbare School (AMS), Hogere Burger School (HBS), Schakelschool dan Holland Inlandse Kweekschool (HIK). Sekolah-sekolah tersebut sebagai contoh sekolah model barat yang berada di Yogyakarta. Setelah lama Pemerintah Kolonial Belanda menguasai sistem pendidikan di Indonesia, khususnya Yogyakarta di abad ke-19. Hal tersebut mendorong tokoh-tokoh politik, cendekiawan, dan pemuda di Yogyakarta berkumpul mengilhami untuk membangun sebuah lembaga perguruan tinggi milik Bangsa Indonesia. Berdirinya Universitas Gadjah Mada merupakan usaha menandingi kota-kota Kolonial, seperti Jakarta yang memiliki Geneeskundige Hage School (GHS) yang didirikan pada tahun 1927, Rechts Hage School (RHS) yang didirikan pada tahun 1924, Faculteit der Latteren pada tahun 1940 dan Landbouw Hage School pada tahun 1941. Kata Kunci: Pendidikan Modern, Masa Kolonial, Hollandsch School.