Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

VORSTENLANDSCHE VOETBAL BOND TAHUN 1923-1942 WIDYATAMA, FERY
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan sepak bola di Hindia Belanda (Indonesia) diawali dengan kedatangan orang-orang Eropa khususnya Belanda yang awalnya datang untuk bekerja di instansi-instansi pemerintah Hindia Belanda sebagai pegawai dalam perkebunan-perkebunan, kantor-kantor perdagangan, perkapalan dan pertambangan sebagai karyawan. Sepak bola dipilih sebagai sarana untuk menjaga kebugaran dan juga untuk sarana rekreasi. Salah satu klub atau perkumpulan (bond) bentukan orang bumiputera adalah Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB).Penelitian tentang VVB belum ada yang meneliti secara menyeluruh. Oleh karena itu, penelitian tentang Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) ini merupakan suatu kajian yang sangat menarik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana perkembangan Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo dalam dunia sepak bola Hindia Belanda tahun 1923-1942 dan Bagaimana nasionalisme yang ditunjukkan oleh sepak bola Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo tahun 1923-1942.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana perkembangan dan nasionalisme Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo dalam dunia sepak bola di Hindia Belanda tahun 1923-1942. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah, yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil penelitian yang diperoleh adalah pembentukan klub atau bond, Vorstenlandsche Voetbal Bond VVB Solo merupakan suatu perlawanan dari masyarakat bumiputera terhadap orang-orang Belanda, dimana hanya dari sepak bola lah masyarakat bumiputera dapat melawan orang Belanda melalui pertandingan sepak bola. Dalam perkembangannya VVB Solo menunjukkan eksistensi mereka dalam perkembangan sepak bola di Hindia Belanda tahun 1923-1942. Selain itu, VVB Solo turut mendirikan organisasi sepak bola nasional, yaitu PSSI bersama 6 bond lainnya tahun 1930 dan juga menunjukkan rasa nasionalisme sepak bola dalam klub VVB Solo tersebut dengan melakukan perlawanan dan juga pertandingan melawan klub orang-orang Belanda maupun Tionghoa. Kata Kunci : Sepak Bola, Vorstenlandsche Voetbal Bond (VVB) Solo, Nasionalisme.
SIVB: Pasang Surut Sepak Bola Bumiputera di Surabaya 1926 – 1942 Widyatama, Fery; Febrianisah, Ragiel Rangga; Hanim, Fitria
KRONIK : Journal of History Education and Historiography Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kjhi.v7i2.20483

Abstract

Football in Indonesia started with the arrival of Europeans (Dutch) who initially worked in Dutch East Indies government agencies as employees of plantations, trade offices, shipping and mining. Apart from work, at that time, football was very popular with them because it had several benefits, including as a means of recreation and to maintain fitness by increasing muscle and bone strength. This sport is also in great demand by most of the indigenous people. This is evidenced by the many clubs or associations (bond) that have begun to emerge and develop in various regions, especially big cities in Java. One of the clubs or associations (bond) formed by indigenous people is SIVB (Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond). During its development, SIVB Soerabaja showed its nationalism by participating in establishing the PSSI national football organization along with 6 other bonds in 1930.