FIRMANSYAH, ANUGRAH
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA SURABAYA DALAM MENATA PEDAGANG KAKI LIMA PADA MASA WALIKOTA SOENARTO SOEMOPRAWIRO DI SURABAYA TAHUN 1994-2000 FIRMANSYAH, ANUGRAH
Avatara Vol 5, No 2 (2017): Vol 5 Nomer 2 (Juli 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena PHK massal yang terjadi pascakrisis moneter tahun 1997 semakin meningkatkan jumlah pengangguran di Surabaya. Keadaan seperti ini mendorong kaum urban dan masyarakat kota Surabaya yang kurang kompetitif dalam dunia kerja untuk menciptakan lapangan pekerjaan di sektor informal khususnya Pedagang Kaki Lima (PKL) sebagai solusi. Kemunculan PKL mampu menjadi solusi bagi peningkatan jumlah pengangguran di Surabaya. Namun, keberadaan PKL di Surabaya menimbulkan dilematikan tersendiri, pada satu sisi PKL dapat menjadi solusi bagi keterserapan tenaga kerja yang tidak terserap sektor formal dan manufaktur. Sedangkan pada sisi yang lain PKL dipandang sebagai penghambat utama dalam menciptakan tata ruang kota yang aman, nyaman, bersih dan tertib. Hal ini karena keberadaan mereka yang ilegal, tidak terorganisir, kumuh dan memadati ruang-ruang publik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal terkait kebijakan penataan PKL di Surabaya pada masa kepemimpinan Walikota Soenarto Soemoprawiro, bagaimana bentuk implementasi kebijakan serta dampak yang ditimbulkan dari kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini melalui tahapan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan analisis terhadap data dan sumber-sumber, diperoleh hasil bahwa kebijakan penataan PKL di Surabaya pada masa Walikota Soenarto Soemoprawiro menggunakan pendekatan kebijakan publik bersifat konsumtif berbasis subsidi. Kebijakan tersebut dilaksanakan melalui beberapa program yakni program Paket Rombong Gratis, Kawasan PKL Eksklusif Jalan Tunjungan, Pembentukan PKL Binaan, Gerakan Dana Masyarakat dan Lomba Penataan PKL Antar Kecamatan. Kebijakan tersebut berdampak pada munculnya sentra-sentra PKL, Paguyuban PKL dan Koperasi PKL yang secara simultan meningkatkan kualitas PKL di Surabaya baik dalam hal manajemen usaha maupun pendapatan harian PKL. Kata Kunci : PKL, Kebijakan, Penataan, Pemerintah Kota Surabaya
Radiation Safety Evaluation: Leakage and Dose Rate Distribution of a Laboratory X-Ray System Firmansyah, Anugrah; Batovski, Dobri Atanassov
Schrödinger: Journal of Physics Education Vol. 7 No. 1 (2026): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/sjpe.v7i1.2773

Abstract

Purpose of the study: This study aims to measure and analyze potential radiation leakage and dose rate distribution around the Phywe X-ray unit in an educational physics laboratory using a survey meter, in order to evaluate safety conditions and support improved radiation protection for users. Methodology: This study employed a PHYWE X-ray Unit, survey meter (Geiger-Müller type), tape measure (Stanley 5 m), and digital stopwatch (Casio HS-3V). The method included literature review, experimental multi-point radiation leak measurement, repeated exposure timing, and dose rate mapping. Data were processed using Microsoft Excel for tabulation and graphical analysis. Main Findings: Radiation intensity was 0 µSv/h at most measurement points. Detectable values occurred at 200 cm (261.12 µSv/h) and 300 cm (67.32 µSv/h), showing decreasing intensity with increasing distance. Dose rates were 36.72 µSv/h at 150 cm and 276.42 µSv/h at 650 cm. Results indicate dominant low exposure levels with variations influenced by distance, scattering, shielding, and measurement geometry. Novelty/Originality of this study: This study provides systematic multi-point radiation leakage mapping of an educational-scale Phywe X-ray unit in a non-clinical laboratory setting. It generates empirical dose distribution data rarely reported for teaching laboratories, verifies inverse square behavior under real conditions, and reveals deviations caused by scattering and shielding, thereby advancing practical radiation safety knowledge beyond clinical-focused studies.