This Author published in this journals
All Journal Avatara
ROKHMAN, MIFTAKHUL
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SEJARAH PERKEMBANGAN TAREKAT QADIRIYAH WA NAQSABANDIYAH DIJAWA TIMUR, PADA MASA KEPEMIMPINAN MURSYID KH MUSTAIN ROMLY 1958-1984 ROKHMAN, MIFTAKHUL
Avatara Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu media yang dipakai awal penyebaran Islam di Indonesia adalah Tarekat. Banyak sekali alirantarekat yang berkembang di Indonesia. Salah satu gerakan tarekat yang berkembang pesat dan mempunyaipengikut terbanyak di Indonesia adalah tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah. Salah satu basis penyebarantarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah yaitu di Jawa Timur, khususnya Pondok Pesantren Darul Ulum RejosoJombang.Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalahsebagai berikut : 1) Apa tarekat dalam Islam?, 2) Bagaimana perkembangan tarekat Qadiriyah waNaqsabandiyah di Jawa Timur ?, 3) Bagaimana perkembangan tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah pada masakepemimpinan KH Mustain Romly 1958-1954? Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode heuristik,kritik dan intepretasi sumber, serta historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangantarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Jawa Timur masa kepemimpinan KH Mustain Romly. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian terhadap perkembangan tarekat Qadiriyah waNaqsabandiyah di Jawa Timur.Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Tarekat itu artinya jalan, petunjuk dalam melakukan suatuibadah sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan dikerjakan olehsahabat dan tabi’in, turun menurun sampai kepada guru-guru, sambung menyambung dan rantai-berantai tanpaterputus nasabnya. Dalam pengajaran tarekat, guru-guru yang memberikan petunjuk dan pimpinan dinamakan“Mursyid”, mengajar dan memimpin murid-muridnya sesudah mendapat ijazah dari gurunya pula. Jadi tidakbisa sembarangan dalam mengajarkan ilmu tarekat. Semua bimbingan guru itu dinamakan tarekat, dengantujuan untuk mengenal Allah SWT sebaik-baiknya. Tujuan tarekat sendiri adalah untuk mendekatkan dirikepada Allah SWT.Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah adalah sebuah tarekat yang merupakan univikasi dari dua tarekatbesar, yaitu Tarekat Qadiriyah dan Tarekat Naqsabandiyah. Penggabungan kedua tarekat tersebut kemudiandimodifikasi sedemikian rupa, sehingga berbentuk sebuah tarekat yang mandiri, dan berbeda dengan keduatarekat induknya. Tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah didirikan oleh Syekh Ahmad Khatib Sambas. SyekhAhmad Khatib Sambas memiliki banyak murid dari beberapa daerah di kawasan Nusantara, dan beberapa orangkhalifah. Diantara khalifah-khalifahnya yang terkenal dan kemudian menurunkan murid-murid yang banyaksampai sekarang ini adalah : Syekh Abdul Karim Al-Bantani, Syekh Ahmad Thalhah Al-Cireboni, dan SyekhAhmad Hasbullah Al-Maduri.Untuk wilayah Jawa Timur tarekat ini berkembang melalui Syekh Ahmad Hasbullah Al Maduri.Khalifah Syekh Ahmad Khatib Sambas yang berasal dari pulau Madura. Tetapi beliau tinggal di Mekkah sampaiakhir hayatnya. Tarekat ini kemudian dibawa ke Jombang oleh KH Kholil Djuremi dari Madura juga. Dari sinitarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah menyebar ke berbagai penjuru Jawa Timur. Salah satu mursyid tarekatQadiriyah wa Naqsabandiyah adalah KH Mustain Romly, pada masa beliau organisasi tarekat yang dipimpinnyamengalami perkembangan pesat dari jumlah anggota sampai manajemen keorganisasian yang lebih modern.Kata Kunci : Tarekat, Jawa Timur, KH Mustain Romly.