Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Regulasi Zakat dalam Tinjauan Fiqih Siyasah dan Implikasinya terhadap Pengelolaan Zakat di Indonesia Hamzah, Imron
Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Vol. 4 No. 1 (2022): Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/mabsya.v4i1.6710

Abstract

Setelah terbitnya Undang-Undang Pengelolaan zakat No 23 Tahun 2011 sebagai bagian yang dimaksudkan untuk menyempurnakan Undang-Undang sebelumnya ( UU No. 38 Tahun 1999) masih menuai kontra dari masyarakat terutama lembaga-lembaga amil zakat swasta juga kontrovesi dikalangan praktisi, akademisi, masyarakat, Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan pihak yang terkait (stake holder) lainnya. Fakta yang membuktikan adanya kontrovesi tersebut adalah dilakukannya permohonan uji materi (Judicial review) ke Mahkamah Konstitusi/MK. Pemohan uji materi UU Pengelola Zakat tergabung dalam koalisai Masyarakat Zakat (Komaz), para pemohon mengajukan uji materiil beberapa pasal dalam UU pengelolaan zakat berdasarkan pada empat poin utama, yaitu adanya tindakan kriminalisasi, sentralisasi, subordinat, dan marginalisasi. Maka dari itu penulis dalam hal ini akan mendeskripsikan apa dan bagaimana proses perubahan regulasi zakat dari UU Nomor 38 Tahun 1999 menjadi UU Nomor 23 Tahun 2011 sampai kepada Putusan MK Nomor 86/PUU-X/2012 dari tinjauan Fiqih Siyasah adalah sebagai wujud dari kesadaran politik hukum masyarakat yang semakin tinggi terhadap hukum Islam sekaligus juga sebagai hasil upaya politik hukum masyarakat sipil yang diwakili beberapa LAZ merespon dengan mengajukan judicial review ke MK. Kesimpulannya bahwa tranformasi regulasi/hukum pengelolaan zakat dari fikih menjadi Undang-Undang adalah sebagai bagian dari usaha pemerintah untuk merekayasa masyarakat agar hukum dapat menjawab tantangan dan perubahan zaman.
bioplastik PENGARUH PEMLASTIS GLISEROL DAN SORBITOL TERHADAP KARAKTERISTIK BIOPLASTIK BERBAHAN PATI UBI MBOTE Hamzah, Imron; N, Lailatin; S, Gancang
EKSAKTA: Journal of Sciences and Data Analysis VOLUME 5, ISSUE 1, April 2024
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/EKSAKTA.vol5.iss1.art6

Abstract

Bioplastics are plastic biopolymers made from starch that are easily degraded by soil microbes and may be an alternative to traditional plastics. Mbote tuber starch may be used as the main mass for the production of bioplastics by adding glycerin and sorbitol plasticizers. This research aims to determine the influence of plasticizers with different composition. Starch making, mixing the ingredients with plasticizer, heating, printing and drying are the sequence steps of making bio-plastic. In this study, plasticizers used glycerol and sorbitol with variations in the composition of the plasticizers 0, 0.6, 0.9, 1.2, 1.5 ml. The results showed the maximum tensile strength of glycerol bioplastic (56.12 out of 0.06) MPa with elongation (5.23 to 1.43)%, for sorbitol bioplastic the maximum tensile strength was (70, 66 then 0.09) MPa and it has an elongation value (7.85 then 0.08)%. The maximum degradability test of glycerol emollient showed that the emollient volume was 46.93% and the resolution was 3.28 mg per day and it took 14 days and 9 hours to completely reduce, while the sorbitol emollient obtained meant 1, It was 2, 4%. 5 mg is required for decomposition for 11 days and 4 hours for / day and overall reduction. The maximum area test of gliserol plasticizer is volume 0,9 plastisizer was 20,00±0,39 %, for sorbitol plastisizer is volume 1,5 plastisizer wes 14,00±0,51 %. Key words : Plasticizer Glycerol and Sorbitol, Mbote tuber starch, Bio-plastics