Rahajeng, Resty
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS MODEL QUANTUM TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Suriantini, Matea; Rahajeng, Resty
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik berbasis Quantum Teaching lebih baik dibandingkan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik pada siswa kelas VII SMPN 14 Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperiment Design dengan desain The Nonquivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel diambil dengan teknik Cluster Random Sampling menghasilkan 2 kelas yaitu kelas VII-B sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 32 siswa sedangkan kelas VII-C sebagai kelas kontrol dengan jumlah 29 siswa tahun ajaran 2018/2019. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian kemampuan menyelesaikan soal cerita sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata tes kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik berbasis Quantum Teaching sebesar 39,583 sedangkan nilai rata-rata tes kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa yang diajar menggunakan pendekatan saintifik sebesar 27,833. (2) Dari skor data postes dikurangi pretes kemampuan menyelesaikan soal cerita diuji normalitas pada kelas eksperimen dengan nilai Lobs = 0,086 dan Ltabel = 0,1681 sedangkan kelas kontrol dengan nilai Lobs = 0,008 dan Ltabel = 0,173. Dari hasil tersebut Lobs DK. (3) Pengujian hipotesis menggunakan uji dengan taraf nyata 0,05 dan diperoleh nilai t = 2,136 maka H0 ditolak. Dengan demikian sesuai dengan hipotesis penelitian, sehingga pembelajaran pendekatan saintifik berbasis Quantum Teaching lebih baik dari pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik
KAJIAN TEORI TENTANG MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA Mutiasari, Devita; Rahajeng, Resty
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini didasarkan pada analisis data yang bersumber dari teori dan hasil penelitian terdahulu yang terbukti relevan antara teori yang dipaparkan dan bukti konkret di lapangan yang terjadi menunjukkan bahwa dalam beberapa langkah model pembelajaran TAI banyak melatih siswa untuk mampu belajar secara mandiri berdasarkan pengetahuan yang telah dimilikinya dalam menyelesaikan masalah yang diberikan saat pembelajaran, mampu bekerja sama secara positif dalam sebuah tim diskusi untuk menyelesaikan masalah yang diberikan, aktif dalam membangun suatu komunikasi yang baik secara individu maupun kelompok, siswa juga dilatih untuk mampu mengemukakan pendapat/gagasan mengenai materi yang sedang dibahas, saling bertukar pikiran dengan teman-temannya, mampu membangun rasa percaya diri dalam diri siswa, serta dituntut untuk dapat meningkatkan kerja sama dalam suatu pembelajaran sehingga nantinya dapat mengatasi kesulitan belajarnya secara individu dan memperoleh prestasi yang memuaskan. Langkah pembelajaran dalam model tersebut antara lain Placement Test, Teams, Teaching Group, Student Creative, Team Study, Whole-Class-Units, Facts Test, Team Scores and Team Recognition. Kata Kunci: Keaktifan Siswa, Prestasi Belajar Matematika Siswa, Team Assisted Individualization (TAI).
Validity of Lesson Plan Based on Multiple Intelligences for Learning Mathematics in Yunior High School Students Kristanto, Vigih Hery; Rahajeng, Resty
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2017): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajpm.v8i2.1580

Abstract

The purpose of this study was to determine the validity of multiple intelligences based lesson plans for mathematics learning in junior high school students. Research method with qualitative and quantitative research methods. The results of the qualitative research obtained are a description of the validity of multiple intelligence-based lesson plans for learning mathematics in students. While quantitative research results from the scores obtained in the validity test. The data collection instrument used was in the form of a questionnaire to test the level and lesson plan that included in it. The validation guideline used consists of two types, namely guidelines for validating linguistic aspects and guidelines for validating aspects of the substance. Criteria for practicality and effectiveness of a learning tool which in this study is devoted to lesson plans, is measured based on the results of the draft trial. This validation guide is given to two expert validators, the first validator is a validator with the linguistic expertise field and the second validator is a validator of mathematical experts. Validators with linguistic expertise are used to determine the validity of linguistic aspects, while validators of the field of mathematical expertise are used to determine the validity of aspects of the substance. The results showed that the validity of linguistic aspects was 3.35 and the validity of the substance aspect (content) was 3.82, so it could be concluded that the lesson plan that had been prepared based on multiple intelligences for mathematics learning in junior high school students was valid based on linguistic aspects and aspects of substance.