This Author published in this journals
All Journal APRON
HERLIANA, HEPPI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP DAN PROSES PENCIPTAAN TARI BEDHAYA MAJAKIRANA KARYA EPSI POERWADI DAN DIMAS PRAMUKA ADMAJI HERLIANA, HEPPI
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 11 (2017): Apron Volume 1 Nomor 11
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di JawaTimur banyak bermunculan jenis tari kreasi tradisional. Salah satu tari fenomenal di Jawa Timur saat ini yaitu tari Bedhaya Majakirana karya Epsi dan Dimas. Berdasarkan sejarah, Jawa Timur tidak memiliki tari Bedhaya seperti halnya tari Bedhaya Keraton Surakarta dan Yogyakarta, namun pada kenyataannya kemunculan tari Bedhaya di Jawa Timur justru mendapat respon baik dari masyarakat. Tari Bedhaya Majakirana sering diminta oleh masyarakat terutama masyarakat birokratis (pejabat pemerintah Propinsi Jawa Timur) untuk dipentaskan pada berbagai peristiwa seremonial kenegaraan baik dalam negeri maupun di luar negeri. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah adalah : (1) bagaimana ide garap tari Bedhaya Majakirana, (2) bagaimana proses penciptaan tari Bedhaya Majakirana. Pada penelitian kali ini menggunakan Tari Bedhaya Majakirana sebagai ojek yang diteliti. Sebagai strategi untuk menjawab permasalahan tersebut, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data meliputi: (1) metode observasi, (2) metode wawancara dan (3) metode dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan instrumen angket dan instrumen lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah: (1) reduksi data, (2) penyajian data, (3) penarikan kesimpulan, sedangkan validitas data menggunakan triangulasi. Triangulasi yang digunakan adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Tari Bedhaya Majakirana adalah karya tari yang diciptakan dengan tujuan awal mengikuti Festival Tari Bedhaya Majapahit  yang digagas oleh Gubernur Jawa Timur yaitu Dr. H. Soekarwo. Batas garap tari mengacu pada 3 unsur kebesaran dan kejayaan Kerajaan Majapahit yaitu selamat datang, rasa syukur,dan tolak balak. kreativitas koreografer sangat dituntut dalam penggarapan karya tari ini. Terlihat. Ide unik yang dimulai dari pengaruh ide kreatif tersebut dapat dijadikan sebagai motivator bagi seniman lain yang ada di Surabaya khususnya untuk menciptakan tari-tari yang bisa mencerminkan tentang lokalitas budaya setempat. Kata kunci : Tari Bedhaya Majakirana, ide garap, proses penciptaan