Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE CORRELATION OF OCCUPATIONAL STRESS WITH SUBJECTIVE FATIGUE WOMEN WORKERS IN WEAVING LOOM UNIT PT. X Andarini, Yulia Dwi; Eka Prasetya, Tofan Agung
Journal of Vocational Health Studies Vol. 1 No. 1 (2017): July 2017 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V1.I1.2017.18-22

Abstract

Background: An occupation with a high risk of work fatigue is an occupation in textile industry. The involvement of women in the textile industry sector in Indonesia is dominant. Women labors who run work on domestic and public sector will be less inclined a work fatigue. Subjective fatigue is the problem faced by women workers at production division weaving loom unit of  PT. X. Purpose: This study aimed to determine occupational stress correlation with subjective fatigue in weaving loom unit PT. X. Method: Type of this observational analytic study was using a cross sectional design. The number of research subject were 95 people. An occupational stress is independent variable. The dependent variable is a subjective fatigue. Occupational stress measurement was using job stress indicator questionnaire. Subjective fatigue measurement was using Subjective Self Rating Test questionnaires. Chi square test used as significance test. All test used 95% confidence interval and significance level of p=0,05. Result: Chi square test result showed that occupational stress has significant association with subjective fatigue. Conclusion: An occupational stress has a positive correlation with subjective fatigue women workers in weaving loom unit PT. X.
PROGRAM PENDAMPINGAN PEMBENTUKAN POS UPAYA KESEHATAN KERJA (UKK) PADA PETANI DI DESA DEMANGAN PONOROGO Rosanti, Eka; Andarini, Yulia Dwi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 2 (2017): November
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.801 KB) | DOI: 10.21067/jpm.v2i2.2050

Abstract

Penduduk Desa Demangan sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Selain memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan, sektor pertanian juga memberikan dampak negatif yaitu terjadinya Penyakit Akibat Kerja (PAK). Oleh karena itu perlu adanya Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat yaitu dengan pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) yang bertujuan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat petani. Pembentukan Pos UKK diawali berkoordinasi dengan Kepala Desa Demangan dan Puskesmas Siman, setelah itu melakukan sosialisasi terhadap masyarakat petani tentang bahaya penggunaan pestisida dan pentingnya personal hygiene. Setelah mendapatkan sosialisasi, masyarakat petani dimintai kesepakatan untuk pembentukan Pos UKK. Kegiatan selanjutnya adalah membentuk struktur organisasi, rencana kerja, mekanisme pelayanan kesehatan kerja, pelatihan kader Pos UKK oleh Puskesmas, dan pembinaan. Keberlanjutan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah masyarakat petani dapat menjalin kerjasama dengan puskesmas terkait pelayanan kesehatan kerja dasar dan rujukan pasien. Desa Demangan akan menjadi contoh desa siaga terkait kesehatan pekerja bagi desa lain.