Pendidikan dibutuhkan oleh manusia untuk menambah kemampuan dalam menghadapi beberapa masalah di kehidupan nyata yang semakin meningkat secara pesat. Keberhasilan proses pendidikan dapat diketahui dari prestasi akademik siswa melalui evaluasi hasil belajar mereka. Hal tersebut dipengaruhi oleh motivasi belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung mendapatkan prestasi belajar yang baik. Meskipun motivasi belajar sulit untuk diukur dan dikenali, hal ini dapat diwujudkan dalam perilaku belajar tertentu, misalnya rasa ingin tahu, efikasi diri, sikap positif dalam belajar, tidak mudah putus asa, dan antusias dalam menyelesaikan tugas yang ada. Guru dapat melakukan beberapa upaya dalam membantu siswa untuk membangun motivasi intrinsik mereka dengan mengembangkan motivasi ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang siswi kelas II SD Muhammadiyah Karangwaru Yogyakarta. Berdasarkan hasil penilaian dengan menggunakan Skala Kesulitan Belajar yang dikembangkan oleh peneliti, tes DAP-IQ, observasi dan wawancara dengan beberapa guru, subjek memiliki masalah motivasi belajar yang rendah yang membuat prestasi akademiknya rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah motivasi belajar penting untuk dikembangkan karena dapat mempengaruhi prestasi akademik siswa. Tidak hanya motivasi ekstrinsik, tetapi seorang guru juga harus menstimulasi motivasi intrinsik siswa.