Ramadhan, Dendy
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELEVANSI KEARIFAN LOKAL TEPUNG TAWAR DALAM PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM (STUDI PADA MASYARAKAT MELAYU PONTIANAK) Ramadhan, Dendy
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 8, No 1 (2019): Januari-Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banajarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2538

Abstract

Artikel ini membahas mengenai suatu kebiasaan masyarakat Melayu Pontianak salah satunya tepung tawar. Preservasi tradisi harus dijaga serta dapat diwariskan pada generasi muda. Kearifan lokal mengacu pada berbagai kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang dikenal, dipercayai, dan diakui sebagai elemen-elemen penting yang mampu mempertebal kohesi sosial diantara warga masyarakat serta salah satu ide dan gagasan yang diikuti oleh suatu komunitas setempat . Tepung tawar merupakan suatu rangkaian yang dilaksanakan ketika gunting rambut anak, pernikahan, khitanan, maupun mendirikan dan pindah rumah. Dari sini bisa dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menarasikan sebuah adat kebiasaan masyarakat melayu dalam pelaksanaan tepung tawar seperti tepung tawar badan, tepung tawar mayat, tepung tawar peralatan.  Temuan Penelitian adalah membuat sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mengenai tepung tawar dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan tidak meninggalkan teori yang sudah ada. Kata kunci: Tepung Tawar, Kearifan Lokal, Pembelajaran Agama Islam
PERGURUAN ISLAMIYAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TERTUA DI PONTIANAK Ramadhan, Dendy; Hariansyah, Hariansyah; Wahab, Wahab
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2019): Kepemimpinan dalam Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.v2i2.5154

Abstract

This article discusses an institution that has long existed and has a very important role in Pontianak. Beginning with the study conducted at the home of H. Arif until the establishment of an institution called "Islamic University". Islamic educational institutions are institutions or places where the educational process takes place with the aim to change the behavior of individuals for the better through interaction with the surrounding environment. The change in question is certainly based on Islamic values. This study uses a qualitative method with a narrative approach that narrates and interprets the role of an Islamic educational institution from its foundation. Research Findings show that Islamic schools experience development and progress as Islamic education institutions in Pontianak and have challenges in dealing with invaders. Keywords: Perguruan Islamiyah, Institutions, Islamic Education
Educational Values in Saprahan Tradition in The Malay Community of Sambas District Ramadhan, Dendy
Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1022.328 KB) | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v8i1.1273

Abstract

This article discusses the local wisdom of the Malay culture of Sambas Regency that is the Saprahan tradition. The saprahan tradition is derived from Sambas Malay culture’s, the core activity of it is eating together which is done at big events such as marriage, salvation, and so on. In eating together, each group consists of 1 to 6 people in one saprahan, then a tarup is made. Tarup is a place that is used at important events filled with illegal activities for men and eating saprahan. This tradition contains values that are in line with the value of Islamic education. The community is taught the value of togetherness, good relations, removing ego, willingness to share, friendliness, ethics, and self-esteem.
Relevansi Kearifan Lokal Tepung Tawar Dalam Pembelajaran Agama Islam (Studi pada Masyarakat Melayu Pontianak) Ramadhan, Dendy
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2019): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v8i1.2538

Abstract

Artikel ini membahas mengenai suatu kebiasaan masyarakat Melayu Pontianak salah satunya tepung tawar. Preservasi tradisi harus dijaga serta dapat diwariskan pada generasi muda. Kearifan lokal mengacu pada berbagai kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam sebuah masyarakat yang dikenal, dipercayai, dan diakui sebagai elemen-elemen penting yang mampu mempertebal kohesi sosial diantara warga masyarakat serta salah satu ide dan gagasan yang diikuti oleh suatu komunitas setempat . Tepung tawar merupakan suatu rangkaian yang dilaksanakan ketika gunting rambut anak, pernikahan, khitanan, maupun mendirikan dan pindah rumah. Dari sini bisa dikaitkan dengan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang menarasikan sebuah adat kebiasaan masyarakat melayu dalam pelaksanaan tepung tawar seperti tepung tawar badan, tepung tawar mayat, tepung tawar peralatan.  Temuan Penelitian adalah membuat sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Mengenai tepung tawar dimasukkan dalam penyusunan perangkat pembelajaran dan tidak meninggalkan teori yang sudah ada. Kata kunci: Tepung Tawar, Kearifan Lokal, Pembelajaran Agama Islam