Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemberdayaan Santri Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif “Kimi Bag” Di Pondok Pesantren Al Qohar Klaten Wijaya, Ning Karna; Aini, Soraya
Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : LP2M of Institute for Research and Community Services - UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.297 KB) | DOI: 10.21580/dms.2020.201.5124

Abstract

The empowerment of santri is a positive effort in realizing the goals of Islamic boarding schools in equipping students with religious knowledge and general science. This study aims to describe and to analyze the empowerment of santri in the Al Qohar Islamic Boarding School Klaten trough the development of creative economic products “Kimi Bag” as an effort to strengthen the soul of santri entrepreneurship. Santri can improve creativity and innovative abilities in developing creative economic ventures. Education and training is carried out by involving santri especially in production activities. The development of “Kimi Bag” products which are able to penetrate foreign markets provide added value for the santri in building motivation and enthusiasm for santri entrepreneurship. This santri empowerment program is expected to be able to instill a spirit of entrepreneurship that is not only worldly profit oriented but also based on the ukhrowi value.  Pemberdayaan santri merupakan upaya positif mewujudkan tujuan pondok pesantren membekali santri dengan ilmu keagamaan dan ilmu pengetahuan umum. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Al Qohar Klaten melalui pengembangan usaha ekonomi kreatif “Kimi Bag” sebagai upaya menguatkan jiwa entrepreneurship santri. Santri dapat menyalurkan kemampuan kreasi dan inovasi dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Pendidikan dan pelatihan dilakukan dengan melibatkan santri terutama dalam kegiatan produksi. Perkembangan produk “Kimi Bag” yang mampu menembus pasar luar negeri memberi nilai tambah tersendiri bagi para santri dalam membangun motivasi dan semangat entrepreneurship santri. Program pemberdayaan santri ini diharapkan mampu menanamkan jiwa entrepreneurship yang tidak hanya berorientasi keuntungan duniawi saja namun juga dilandasi nilai-nilai ukhrowi.
PENYELESAIAN KASUS WANPRESTASI PADA PEMBIAYAAN MURABAHAH DI BPRS DANA AMANAH SURAKARTA Sachputri, Dyvia Nandhita; Wijaya, Ning Karna
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 3 No. 2 November 2021
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.178 KB) | DOI: 10.22515/alhakim.v3i2.4458

Abstract

Abstract This research is based on the difference between the settlement of default in the Dana Amanah BPRS with the contents of the DSN-MUI No.47/DSN-MUI/II/2005. As in BPRS Dana Amanah does not release customer debt and settlement of default in murabahah financing does not use Basyarnas which is different from the provisions in the DSN-MUI Fatwa No. 47/DSN-MUI/II/2005. This research aims to describe and analyze how to resolve cases of default on murabahah financing at BPRS Dana Amanah and will be reviewed in terms of the DSN-MUI fatwa, namely the DSN-MUI Fatwa No. 47/DSN-MUI/II/2005 concerning settlement of murabahah receivables for unable to pay customers. This is to find out whether in practice the BPRS Dana Amanah has implemented the provisions of the Fatwa DSN-MUI No. 47/DSN- MUI/II/2005. The research methods in the preparation of this researchused qualitative field methods with data sources consisting of primary data and secondary data. Data collection techniques in this research were interviews and documentation. This research also uses data analysis techniques using qualitative data analysis. This results of this research is the settlement of default cases on murabahah financing is done in various ways, as administrative warning, disscusion with rescheduling, reconditioning, restructuring. mediation, sale of collateral / auction objects and finally the religious courts. This is not in accordance with the DSN-MUI Fatwa because from the review of the fatwa, dispute resolution / dispute is also resolved through the national sharia arbitration board (basyarnas) and if the customer is unable to pay, LKS shall release the debt. Keywords: Murabahah; Financing; Default.   Abstrak Penelitian ini didasarkan karena adanya perbedaan antara penyelesaian wanprestasi di BPRS Dana Amanah dengan isi Fatwa DSN-MUI No.47/DSN-MUI/II/2005. Sebagaimana di BPRS Dana Amanah tidak membebaskan utang nasabah dan Penyelesaian wanprestasi pada pembiayaan murabahah tidak menggunakan Basyarnas yang mana berbeda dengan ketentuan di Fatwa DSN MUI No. 47/DSN-MUI/II/2005. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang cara penyelesaian kasus wanprestasi pada pembiayaan murabahah di BPRS Dana Amanah dan akan ditinjau dari segi fatwa DSN-MUI yaitu Fatwa DSN-MUI No. 47/DSN-MUI/II/2005 tentang Penyelesaian Piutang Murabahah Bagi Nasabah Tidak Mampu Membayar. Untuk mengetahui apakah dalam praktiknya BPRS Dana Amanah sudah menerapkan ketentuan dari Fatwa DSN- MUI No. 47/DSN-MUI/II/2005. Metode penelitian pada penyusunan penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan dengan sumber data yang terdiri dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu penyelesaian kasus wanprestasi pada pembiayaan murabahah dilakukan dengan dengan berbagai cara. seperti peringatan administrasi, musyawarah melalui rescheduling, reconditioning, restructuring, mediasi, penjualan objek jaminan / pelelangan dan terakhir Putusan Pengadilan Agama. Hal ini kurang sesuai dengan Fatwa DSN-MUI karena apabila ditinjau dari fatwa tersebut penyelesaian perselisihan/sengketa diselesaikan juga melalui Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas) dan apabila nasabah sudah tidak sanggup membayar maka LKS membebaskan utang tersebut. Kata Kunci: Murabahah; Pembiayaan; Wanprestasi.
Pelaksanaan Khiyar Dalam Transaksi Jual Beli Online di Shopee Dinda Yuanita; Wijaya, Ning Karna
Jurnal Al-Hakim: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, Studi Syariah, Hukum dan Filantropi Vol. 4 No. 1 May 2022
Publisher : Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.944 KB) | DOI: 10.22515/alhakim.v4i1.5160

Abstract

Buying and selling activities do not always go according to the wishes of the seller or the buyer. Like several buyer complaints found in the online customer review of Shopee Toko Kita Murah on rating one and two related to product problems such as incomplete, incorrect, and defective goods sent. With these problems, it is necessary to have the right of khiyar so that buying and selling is based on consensual and pleasure elements between the seller and the buyer. This study aims to describe the implementation of khiyar in online buying and selling transactions at the Toko Kita Murah at Shopee and to describe the implementation of khiyar in online buying and selling transactions at the Toko Kita Murah at Shopee fiqh mu'amalah perspective. The research uses a field research type with a qualitative approach. Sources of data, namely primary data obtained from interviews, observations and documentation and secondary data obtained from reference books. Based on the results of research on online buying and selling transactions at Toko Kita Murah at Shopee, any problems experienced by buyers with goods received, Toko Kita Murah allows buyers to submit goods returns during Shopee's warranty period is still valid by showing photos related to the reason for the return. Toko Kita Murah only agrees to return goods and refund solutions. Toko Kita Murah has implemented the khiyar rights according to the Shopee program, namely the Shopee guarantee. There are several khiyar practices that have been implemented, namely khiyar requisites, khiyar majlis, khiyar 'aib, khiyar ta'yin and khiyar ru'yah. The khiyar that has not been implemented are khiyar ghabn and tadlis. Abstrak Kegiatan jual beli tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan penjual ataupun pembeli. Seperti beberapa komplain pembeli yang terdapat pada online customer review Shopee Toko Kita Murah pada rating satu dan rating dua terkait permasalahan produk seperti barang yang dikirim kurang lengkap, tidak sesuai pesanan, dan cacat. Adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan hak khiyar agar jual beli didasarkan unsur suka sama suka dan keridhaan antara penjual dan pembeli. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan pelaksanaan khiyar dalam transaksi jual beli online pada Toko Kita Murah di Shopee dan mendeskripsikan pelaksanaan khiyar dalam transaksi jual beli online pada Toko Kita Murah di Shopee perspektif fiqh mu’amalah. Penelitian menggunakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yaitu data primer diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi tentang pelaksanaan khiyar dalam transaksi jual beli online pada Toko Kita Murah di Shopee dan data sekunder diperoleh dari buku referensi. Berdasarkan hasil penelitian transaksi jual beli online di Toko Kita Murah pada Shopee, setiap permasalahan yang dialami pembeli atas barang yang diterima, Toko Kita Murah mengizinkan pembeli mengajukan pengembalian barang selama masa garansi Shopee masih berlaku dengan menunjukan foto yang berkaitan dengan alasan pengembalian. Pihak Toko Kita Murah hanya menyetujui solusi pengembalian barang dan dana. Toko Kita Murah sudah melaksanakan hak khiyar sesuai program di Shopee yaitu garansi Shopee. Terdapat beberapa praktik khiyar yang sudah diterapkan yaitu khiyar syarat, khiyar majelis, khiyar ‘aib, khiyar ta’yin dan khiyar ru’yah merupakan khiyar yang paling banyak dilakukan oleh pembeli di Toko Kita Murah. Adapun khiyar yang belum diterapkan yaitu khiyar ghabn dan khiyar tadlis.