Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Tanu, I Ketut
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 2, No 1: Pebruari 2016
Publisher : LPM IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.639 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v2i1.59

Abstract

Education means the care for the development of the students that they grow in line with their culture. In other words, any education should pay attention to the culture of the students. Today?s curriculum tends to ignore this that the students are alienated from their own culture and are feeling that they are not part of the process of the education.  The time the students are appreciated is the time when the education is done properly.
PEDEKATAN KONTEKTUALDALAM PEMBELAJARAN UNTUK MEWUJUDKAN PROSES BELAJAR AKTIP, KREATIF DAN MENYENANGKAN Tanu, I Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1071

Abstract

Pembelajaran kontekstual bertujuan membantu peserta didik melihat makna dalam bahan pelajaran yang dipelajari dengan cara menghubungkannya pada konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadi, agama, sosial dan budaya. untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembelajaran kontektual akan menuntun peserta didik melakukan kegiatan yang bermakna, mengatur cara belajar sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif.Untuk menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar terlebih dahulu harus memahami dasar teori pembelajaran kontekstual, karakteristik pembelajaran kontekstual, dan komponen- komponen apa saja yang terkandung dalam pembelajaran kontekstual. Dengan hal tersebut baru akan dipahami bagaimana cara menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar agar proses pembelajaran menjadi baik sesuai apa yang ingin dicapai oleh seorang pengajar.Kata kunci : Pendekatan kontekstual, Belajar .  Contextual learning aims to help students see meaning in the learning material learned by connecting it to the context of everyday life, namely in the context of personal, religious, socialand cultural environments. to achieve this goal, contextual learning will guide students to carry out meaningful activities, organize their own learning, work together, think critically and creatively.To apply contextual learning in learning must first understand the basic contextual learning theory, the characteristics of contextual learning, and what components are contained in contextual learning. With this, it will be understood how to apply contextual learning in learning so that the learning process becomes good according to what the teacher wants to achieve. Keywords: contextual approach, learning.
Peningkatan Kompetensi Profesional Dosen Menuju Kualitas Pendidikan Tingi Agama Hindu Dan Sumber Daya Manusia Hindu Tanu, I Ketut
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : LPM IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v4i1.396

Abstract

The study on increasing lecturer competence is interesting in relation to the dynamics of education and education. Especially in relation to the higher education of Hinduism is also a thing that is still rare to be observed by practitioners of Hindu religious education in particular and education globally in general. With regard to the competence of lecturers in relation to the quality of Hindu religious education the hope is for the realization of the quality of Hindu human resources.An institution of higher education can be said to have quality, depending on many factors. Many components need to be met in accordance with applicable criteria and conditions. Lately there is a tendency that learners have wisely determine which college option is chosen as a place of college. Physically, that magnificent building can be used as a measure. Then there are also choosing the completeness of facilities owned by the college. In addition, it is also seen that the graduates have the best performance in the regional and national scale. All of that is as the hope and desire of each learner to be able to follow his studies at such higher education institutions
PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH Tanu, I Ketut
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 2, No 1: Pebruari 2016
Publisher : LPM IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/jpm.v2i1.59

Abstract

Education means the care for the development of the students that they grow in line with their culture. In other words, any education should pay attention to the culture of the students. Today’s curriculum tends to ignore this that the students are alienated from their own culture and are feeling that they are not part of the process of the education.  The time the students are appreciated is the time when the education is done properly.
PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI AGAR DAPAT TUMBUH DAN BERKEMBANG SEBAGAI GENERASI BANGSA HARAPAN DI MASA DEPAN TANU, I KETUT
Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/aw.v2i2.960

Abstract

Early childhood education for children of pre-school age (3-6 years) is important, because at this age is a period of forming the foundations of the human personality, the ability to think, intelligence, skills and self-reliance and social skills in accordance with the mandate education law.               Basically the child's world is a world of fundamental human progress toward a more perfect human adult. It has been realized that the generation is the next generation that needs to be nurtured from an early age, thus fostering early is the responsibility of families, neighborhoods and communities. Thus fostering pre-school age children, especially the role of the family is crucial development.               Early childhood is the golden period (golden age) for the development of the child to the educational process. This period is the years of valuable for a child to recognize different kinds of facts on the environment as a stimulus to the development of personality, psychomotor, cognitive and sosialnya.Untuk it for early childhood education in the form of stimuli (stimulation) from the immediate environment is indispensable for optimizing the child's ability.
PENGAJARAN BAHASA DAERAH DI SEKOLAH KAITANNYA DENGAN KURIKULUM 2013 Tanu, I Ketut
Kalangwan Jurnal Pendidikan Agama, Bahasa dan Sastra Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/klgw.v8i2.971

Abstract

Bahasa daerah merupakan bahasa pendukung bahasa Indonesia yang keberadaannya diakui oleh negara. Berdasarkan Undang - Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang intinya memberi keleluasaan daerah untuk lebih memperhatikan potensi daerahnya masing - masing, maka gubernur mengeluarkan SK yang mengatur tentang Penetapan Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa daerah pada satuan pendidikan. Dengan adanya kebijakan baru tersebut, maka permintaan akan guru Bahasa daerah yang kompeten di bidangnya sangat mutlak diperlukan sehingga menyebabkan banyak perguruan tinggi yang membuka Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah.Banyaknya out put lulusan dari jurusan Pendidikan Bahasa Daerah mengindikasikan bahwa kebutuhan akan guru bahasa daerah akan segera terpenuhi. Dengan memiliki guru yang berasal dari back ground pendidikan yang sesuai akan mempengaruhi proses pembelajaran. Materi akan tersampaikan dengan penuh dan tepat sasaran karena guru memiliki penguasaan materi yang baik, bagi materi kebahasaannya maupun budayanya. Dengan menggunakan metode dan media pembelajaran yang tepat menjadikan pembelajaran bahasadaerah itu semakin menarik dan hidup. Guru akan menghidupkan gairah siswa untuk mengikuti pelajaran bahasa daerah. Singkat kata, pembelajaran bahasa Daerah di masa yang akan datang, akan menjadi lebih baik. Baik dari segi materi yang meliputi kebahasaan, budaya, dan adat istiadat. Pembelajaran bahasa yang semakin baik akan membatu merevitalisasi di kalangan para penuturnya
PEDEKATAN KONTEKTUALDALAM PEMBELAJARAN UNTUK MEWUJUDKAN PROSES BELAJAR AKTIP, KREATIF DAN MENYENANGKAN Tanu, I Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v4i1.1071

Abstract

Pembelajaran kontekstual bertujuan membantu peserta didik melihat makna dalam bahan pelajaran yang dipelajari dengan cara menghubungkannya pada konteks kehidupan sehari-hari, yaitu dengan konteks lingkungan pribadi, agama, sosial dan budaya. untuk mencapai tujuan tersebut, maka pembelajaran kontektual akan menuntun peserta didik melakukan kegiatan yang bermakna, mengatur cara belajar sendiri, bekerja sama, berpikir kritis dan kreatif.Untuk menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar terlebih dahulu harus memahami dasar teori pembelajaran kontekstual, karakteristik pembelajaran kontekstual, dan komponen- komponen apa saja yang terkandung dalam pembelajaran kontekstual. Dengan hal tersebut baru akan dipahami bagaimana cara menerapkan pembelajaran kontekstual dalam belajar agar proses pembelajaran menjadi baik sesuai apa yang ingin dicapai oleh seorang pengajar.Kata kunci : Pendekatan kontekstual, Belajar .  Contextual learning aims to help students see meaning in the learning material learned by connecting it to the context of everyday life, namely in the context of personal, religious, socialand cultural environments. to achieve this goal, contextual learning will guide students to carry out meaningful activities, organize their own learning, work together, think critically and creatively.To apply contextual learning in learning must first understand the basic contextual learning theory, the characteristics of contextual learning, and what components are contained in contextual learning. With this, it will be understood how to apply contextual learning in learning so that the learning process becomes good according to what the teacher wants to achieve. Keywords: contextual approach, learning.
PENGGUNAAN METODE MENGAJAR DI PAUD DALAM RANGKA MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR ANAK Tanu, I Ketut
PRATAMA WIDYA : JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pw.v3i2.733

Abstract

ABSTRAKTidak ada metode mengajar yang tepat diterapkan pada setiap pembelajaran akibatnya, metode pembelajaran anak PAUD sebagai metode pembelajaran PAUD adalah yang Efektif dan Menyenangkan. Sebab semua bisa mengajar namun belum tentu bisa mengajar di TK atau PAUD. Mengajar PAUD berarti mengajar anak yang sedang ada di masa usia keemasannya (golden age).Sebuah masa dimana potensi anak sedang berkembang dan saat yang tepat untuk membuatnya menjadi seorang pembelajar yang mandiri dan haus pengetahuan. Bagi anak, bermain merupakan suatu kegiatan yang sifatnya melekat langsung pada kodrat dan kebutuhan perkembangan anak. Pemahaman tentang pembelajaran anak usia dini dengan bermain, saat ini diharapkan sudah lebih dipahami para pengelola, pendidik atau pemerhati. Disamping itu lingkungan kondusif juga diperlukan bagi anak dengan pengertian lingkungan kondusif adalah lingkungan yg menstimulasi agar anak bisa dan mampu menjadi pembelajar yg mandiri. Selain melalui bermain, memperhatikan cara anak berpikir, cara anak bermain, dan cara anak berbicara adalah keseharian guru PAUD. Oleh karena itu penguasaan metode-metode pembelajaran anak usia dini merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru/tutor agar proses pembelajaran tersebut dapat mendorong perkembangan anak, baik perkembangan intelektual, fisik maupun emosionalnya. Dengan menguasai metode pembelajaran, selain tentunya kemampuan lainnya, seorang guru/ tutor dapat mengelola proses pembelajaran sesuai dengan tujuan yang hendap dicapainya, yaitu kemampuan-kemampuan yang diharapkan dimiliki oleh anakKata kunci; Penggunaan, Metode pembelajaran, PAUD.