Santi, Laksmita Prima
Indonesian Research Institute for Biotechnology and Bioindustry

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH BIO-NANO SILIKA TERHADAP HASIL DAN EFISIENSI PENGGUNAAN AIR KEDELAI HITAM DI LAHAN KERING MASAM Santi, Laksmita Prima; Goenadi, Didik Hadjar; Barus, Junita; Dariah, Ai
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 42, No 1 (2018)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v42n1.2018.43-52

Abstract

Abstrak. Kebutuhan kedelai hitam nasional masih tergantung pada pasokan dari luar negeri dan terkendala oleh rendahnya produktivitas. Oleh karena itu, pemanfaatan lahan marginal secara optimal perlu didorong untuk budidaya kedelai hitam. Optimalisasi lahan kering masam dihadapkan pada faktor utama pembatas tanah antara lain kemasaman tanah tinggi, air tersedia terbatas, dan efisiensi penggunaan unsur hara rendah. Silika (Si) dalam bentuk yang siap diserap oleh tanaman (asam silikat) mampu meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan dan meningkatkan efisiensi penggunaan hara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi bio-nano silika di lahan kering yang bereaksi masam terhadap: (i) hasil kedelai hitam, dan (ii) efisiensi penggunaan air. Kegiatan lapang dilaksanakan di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, pada bulan Juli-Oktober 2017 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Pupuk bio-nano silika diberikan dengan dosis 0, 2, 4, dan 6 L ha-1, sedang pupuk N, P, dan K tunggal diberikan setara dengan 0, 50, 75, dan 100% dosis rekomendasi. Plot kontrol berupa perlakuan standar petani (100% N, P, dan K + 2 ton ha-1 pupuk organik). Plot berukuran 100 m2 dari setiap perlakuan ditanami kedelai hitam varietas Detam-1. Pupuk bio-nano silika diekstraksi dari pasir kuarsa 325 mesh menggunakan larutan asam dan basa. Pupuk bio-nano silika mengandung kadar H4SiO4 > 5% dengan ukuran partikel 18 nm dan dalam aplikasinya diperkaya dengan mikroorganisme pelarut Si, yaitu Aeromonas punctata, Burkholderia cenocepacia, B. vietnamiensis, dan Aspergillus niger. Hasil percobaan menunjukkan bahwa hasil biji kedelai nyata tertinggi diperoleh pada perlakuan 75% NPK + 2 L bio-nano silika ha-1. Aplikasi 4 L ha-1 bio-nano silika dapat menghemat dosis pupuk N, P, dan K sampai dengan 32%. Sementara aplikasi dengan dosis 6 L ha-1 bio-nano silika dapat meningkatkan hasil kedelai hitam var. Detam-1 sampai dengan 36,7% dan menekan kebutuhan air tanaman hingga 65%.Abstract. National black soybean demand is still dependent on import supply and limited by its low productivity. Therefore, the utilization of marginal land needs to be driven for development of black soybean cultivation. The main limiting factors of acid dry land soils are high soil acidity, limited water availability and low nutrients use efficiency. Silica (Si) in plant-available form (silicic acid) is able to improve plant drought tolerance and nutrient use efficiency. The objective of this study was to determine the effect of the application of bio-nano-silica in acid dry land to: (i) black soybean productivity, and (ii) the efficiency of water use. The research was conducted in Jatitujuh area, Majalengka, West Java, in July-October 2017, by using a randomized block design. Bio-nano silica was applied at 0, 2, 4, and 6 L ha-1, whereas single N, P, and K fertilizers were given at 0, 50, 75, and 100% of recommended rate in three replicates and on a 100 m2 plot size each, with control plot and farmer?s standard practice plot (100% N, P, and K + 2-ton ha-1 of organic matter). Bio-nano silica was prepared from a 325-mesh quartz sand using acid base solution extraction method and containing > 5% H4SiO4 with 18 nm particle size applied in combination with selected Si-solubilizing microorganism, i.e. Aeromonas punctata, Burkholderia cenocepacia, B. vietnamiensis, and Aspergillus niger. The results showed that the highest yield of soybean seed obtained in treatment 75% NPK + 2 L bio-nano silica ha-1. Application of 4 L ha-1 bio-nano silica saved of 32% N, P, and K fertilizer dosage. Furthermore, 6 L ha-1 bio-nano silica improved bean production of Detam-1 var up to 36.7% and reduced water consumption by 65%.
PENGARUH ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO (THEOBROMA CACAO) DAN POPULASI MIKROORGANISME DI DALAM TANAH HUMIC DYSTRUDEPT Santi, Laksmita Prima
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 40, No 2 (2016)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v40n2.2016.87-94

Abstract

Abstrak: Asam humat merupakan bahan organik alam yang ketersediaannya cukup melimpah dan berpotensi dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Peran asam humat dalam meningkatkan kadar hara bagi bibit kakao dan perkembangbiakan bakteri serta sifat kimia Humic Dystrudept tekstur berpasir menjadi fokus utama dalam riset ini. Kegiatan riset ini dilaksanakan di Pusat Penelitian Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia pada tahun 2014. Populasi Azotobacter beijerinckii dan Aspergillus niger di dalam tanah dievaluasi di laboratorium. Perlakuan dengan penambahan 0; 2,5; 5,0; 7,5; 10,0; and 12,5 mL asam humat ke dalam 10 kg tanah steril. Sementara itu pengujian di rumah kaca untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan bibit kakao didesain dengan Rancangan Acak Lengkap dengan dua belas perlakuan dan tiga ulangan melalui penambahan 25; 50; 75; 100 % dosis pupuk NPK; 3,75; 7,5; 11,25; dan 15 mL asam humat; 100% NPK + 7,5 mL asam humat; 50% NPK + 7,5 mL asam humat; 25% NPK + 7,5 mL asam humat ke dalam 10 kg tanah; dan blanko (tanpa pupuk dan asam humat). Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa penambahan asam humat memiliki korelasi positif terhadap peningkatan populasi mikroorganisme tanah dan serapan hara. Kelimpahan terbesar dari populasi A. beijerinckii dan A. niger diperoleh pada penambahan 7,5-12,5 mL asam humat. Penambahan asam humat serta kombinasinya dengan pupuk NPK dapat meningkatkan kadar hara daun N (5,7%), P (21,4%), dan K (17,2%) serta 5,4 - 41,7% bobot kering bibit kakao. Abstract. Humic acid is a natural organic material relatively abundant and potentially be used to improve plant growth. The role of humic acid in improving nutrient content of cocoa seedlings and in improving the growth of soil bacteria and fungi, as well as improving chemical properties of sandy Humic Dystrudept were the main foci of this research. This research was carried out at Indonesian Research Institute for Biotechnology and Bioindustry in 2014. Population of Azotobacter beijerinckii and Aspergillus niger in the soil were evaluated in the laboratory. Treatments were the addition of 0; 2.5; 5.0; 7.5; 10.0; and 12.5 mL humic acid into 10 kg of sterile soil. The greenhouse experiment to determine the effects of humic acid on the growth of cocoa (Theobroma cacao) seedlings was arranged in a completely randomized design with three replications and twelve treatments: 25; 50; 75; 100 % dosages of NPK fertilizer; 3.75; 7.5; 11.25; and 15 mL humic acid; 100% NPK + 7.5 mL humic acid; 50% NPK + 7.5 mL humic acid; 25% NPK + 7.5 mL humic acid into 10 kg of soil; and blank (without fertilizer and humic acid). The results of these research showed that humic acid have a positive correlation in increasing soil microbial population and nutrient uptake. The most abundant population of A. beijerinckii and A. niger were under the addition of the 7.5-12.5 mL of humic acid. The addition of humic acid and its combination with NPK fertilizer increased N content 5.7%, P content 21.4%, and K contents 17.2% in cocoa seedling leaves and seedling dry weight 5.4 - 41.7%. 
EFFECTS OF BIO-NANO OSA APPLICATION ON FERTILIZER USE AND WATER CONSUMPTION EFFICIENCIES OF BLACK SOYBEAN GROWN ON RICE-FIELD Santi, Laksmita Prima; Goenadi, Didiek Hadjar; Barus, Junita; Dariah, Ai; Kalbuadi, Donny Nugroho
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 43, No 2 (2019)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v43n2.2019.109-116

Abstract

Abstarct. Rice-field, during the dry season, offers promising potential as food crop production area particularly for secondary crops such as black soybean. However, rice-field have some limitations to support crop productivity economically, due to low fertilizer efficiency and/or water usage. Silicate (Si) fertilizer in the form of bio-nano ortho silicic acid (OSA) has been proven to improve yield and water use efficiency of black soybean on the upland, but not on rice field. This study aimed to determine the effects of bio-nano OSA application on yield, fertilizer and water use efficiencies of Detam-1 black soybean grown at a Bantarwaru rice-field, Indramayu, West Java. Experiment was undertaken from August to November 2018 with treatments consisting of : (i) control (P0), (ii) farmers? standard practice (P1), (iii) P1 + 2 ton organic fertilizer ha-1 (P2), (iv) 50% P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P3), (v) 75% P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P4), and (vi) P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P5), in a randomized block design with three replications. The soil belongs to Alfisols with vertic property, i.e. cracking during the dry season. The results show that the application of bio-nano OSA was capable of improving yield of Detam-1 black soybean up to 26%, increasing water use efficiency up to 37%, and reducing NPK fertilizer dosages up to 50%. The highest yields of Detam-1 black soybean was 2.4-2.5-ton bean ha-1, achieved from the treatment of combination of 50-75% NPK fertilizer dosages and application of bio-nano OSA at 4 L ha-1 rate with optimum level of NPK dosage at 39.2%. By using bio-nano OSA and optimum dosage of NPK fertilizer, the farmer?s profit increased IDR 4,152,340 ha-1 per season compared to standard practice.Abstrak. Sawah tadah hujan pada musim kemarau menawarkan peluang yang prospektif untuk dimanfaatkan sebagai areal produksi tanaman pangan khususnya palawija seperti kedelai hitam. Namun, sawah tadah hujan secara umum memiliki masalah khusus untuk mendukung produktivitas tanaman di musim kemarau yaitu rendahnya efisiensi serapan hara dan/atau penggunaan air. Teknologi pupuk silika dalam formulasi bio-nano ortho-silicic acid (OSA) telah terbukti mampu meningkatkan hasil kedelai hitam dan efisiensi penggunaan air pada lahan tegalan tetapi tidak pada lahan sawah tadah hujan. Penelitian ini ditujukan untuk mempelajari pengaruh aplikasi pupuk Si (bio-nano OSA) terhadap produksi tanaman kedelai hitam Detam-1, efisiensi penggunaan pupuk, dan air pada sawah tadah hujan di Bantarwaru, Indramayu, Jawa Barat. Percobaan dilaksanakan di lahan petani pada bulan Agustus hingga Nopember 2018 dengan menguji perlakuan : (i) kontrol (P0), (ii) pemupukan standar petani (P1), (iii) P1 + 2 ton pupuk organik ha-1 (P2), (iv) 50% P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P3), (v) 75% P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P4), dan (vi) 100% P1 + 4 L bio-nano OSA ha-1 (P5), dalam rancangan acak kelompok dengan ulangan tiga kali. Tanah di lokasi percobaan tergolong ordo Alfisol dengan sifat vertik seperti timbulnya retakan saat musim kemarau. Hasil percobaan menunjukkan bahwa aplikasi bio-nano OSA mampu meningkatkan produksi kedelai hitam varietas Detam-1 hingga 26%, meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 37%, dan menghemat dosis pupuk NPK hingga 50%. Produktivitas kedelai hitam tertinggi sebesar 2,4?2,5 ton biji kering ha-1 diperoleh pada perlakuan kombinasi pupuk NPK 50-75% dari standar petani dan aplikasi bio-nano OSA 4 L ha-1 dengan dosis optimum pupuk NPK pada 39,2%. Tambahan keuntungan usaha tani kedelai hitam Detam-1 di Bantarwaru dengan aplikasi bio-nano OSA dan pemupukan NPK yang optimum dapat mencapai IDR. 4.152.340 ha-1 per musim jika dibandingkan perlakuan dosis pupuk standar.