Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penguatan Nilai Islam Melalui Dakwah Dalam Program Tahfiz Al-Kutub Di Pesantren Nurul Islam Pamekasan Pranata, Zamrotul Ula Zain; Mukarromah, Khomsiyatul
Dakwah Vol 11 No 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v11i2.3618

Abstract

Abstract: Perkembangan modernisasi yang semakin pesat membawa pengaruh besar terhadap perilaku dan karakter santri, baik secara positif maupun negatif. Dampak negatif dari modernisasi perlu diantisipasi dengan memperkuat nilai-nilai Islam di lingkungan pesantren. Pondok pesantren Nurul Islam Semar Ragang Waru Pamekasan merespon hal ini melalui program Tahfiz Al-Kutub untuk memperkuat nilai-nilai Islam, yaitu program hafalan kitab-kitab klasik berbasis madzhab Syafi’i. Program ini tidak hanya menekankan aspek hafalan, tetapi juga pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Islam dalam program Tahfiz Al-Kutub, strategi penguatannya, serta efektivitasnya. Dengan teori penguatan sosial (Social Reinforcement) dari B.F. Skinner dan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memperkuat aqidah, ibadah, dan akhlak santri melalui kitab Sullamut Taufiq, Fathul Qorib, Safinatun Naja, dan Arba’in Nawawi. Penguatan dilakukan melalui pembiasaan hafalan, pemahaman, praktik langsung, serta sistem reward dan punishment yang mendorong kedisiplinan. Program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang Islami, berakhlak mulia, dan disiplin, serta siap menghadapi tantangan zaman modern. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas spiritualitas santri baik selama di pesantren maupun setelah menjadi alumni, dan juga membentuk karakter Islami yang kokoh, serta membekali mereka menghadapi tantangan modernisasi.
Ritual Nyadhar, Ecology and Gender Mukarromah, Khomsiyatul
MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2022): Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial
Publisher : Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/muharrik.v5i1.1627

Abstract

Nyadhar is a ritual to build togetherness to show gratitude for the gift of salt as a source of livelihood, hope, prayer for salvation, and blessings of Life in the future. Nyadhar is an ecologically oriented ritual only held in the salt pond area, it’s done by the local community, and surrounding areas. Not only the ecological perspective but the gender perspective is also shown in the rituals. This study aims to explain ecology and the role of Madurese women in nyadhar rituals, especially in salt ponds in Pinggir Papas village, in Sumenep Regency. This research was conducted with an ethnographic approach with data collection techniques from several sources, including literature study, participatory observation, and interviews. This ritual shows the perfect relationship between God, nature, and humans. The nyadhar ritual shows the peculiarities of ritual in the salt pond ecology, firstly, the relationship of actor networks between men and women in various circles. Second, special equipments in rituals. Every man and woman has a steady, permanent role that cannot be fought for. The role is not seen as competition but as order and conformity.