Abstract: Perkembangan modernisasi yang semakin pesat membawa pengaruh besar terhadap perilaku dan karakter santri, baik secara positif maupun negatif. Dampak negatif dari modernisasi perlu diantisipasi dengan memperkuat nilai-nilai Islam di lingkungan pesantren. Pondok pesantren Nurul Islam Semar Ragang Waru Pamekasan merespon hal ini melalui program Tahfiz Al-Kutub untuk memperkuat nilai-nilai Islam, yaitu program hafalan kitab-kitab klasik berbasis madzhab Syafi’i. Program ini tidak hanya menekankan aspek hafalan, tetapi juga pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Islam dalam program Tahfiz Al-Kutub, strategi penguatannya, serta efektivitasnya. Dengan teori penguatan sosial (Social Reinforcement) dari B.F. Skinner dan pendekatan kualitatif studi kasus, data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memperkuat aqidah, ibadah, dan akhlak santri melalui kitab Sullamut Taufiq, Fathul Qorib, Safinatun Naja, dan Arba’in Nawawi. Penguatan dilakukan melalui pembiasaan hafalan, pemahaman, praktik langsung, serta sistem reward dan punishment yang mendorong kedisiplinan. Program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter santri yang Islami, berakhlak mulia, dan disiplin, serta siap menghadapi tantangan zaman modern. Selain itu, program ini memberikan dampak positif terhadap kualitas spiritualitas santri baik selama di pesantren maupun setelah menjadi alumni, dan juga membentuk karakter Islami yang kokoh, serta membekali mereka menghadapi tantangan modernisasi.