This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahatvavirya
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KEPEMIMPINAN DANTON GUNA MENINGKATKAN KESIAPAN MENTAL PRAJURIT YONIF MEKANIS 201/JAYA YUDHA MENGHADAPI PENUGASAN DI WILAYAH KONFLIK JAKARTA Herawati, Titiek; Sakti, Ganesha Eka Wika Yudha
JURNAL MAHATVAVIRYA Vol. 13 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jmp.v13i1.500

Abstract

Penelitian ini, dilatar belakangi adanya permasalahan kesiapan mental prajurit  pleton 1 Kompi A Yonif Mekanis 201/Jaya Yudha yang bukan terletak pada kurangnya kemampuan tempur, melainkan pada tantangan psikologis dan kepemimpinan Danton yang muncul dalam konteks penugasan modern, khususnya di wilayah konflik Jakarta yang bersifat kompleks, dinamis, dan melibatkan masyarakat sipil. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan strategi kepemimpinan Danton dan kesiapan mental prajurit . Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi  yang diolah dengan teknik analisa data interaktif untuk mengambil kesimpulan secara deskriptif berupa kata-kata. Hasil penelitian memberikan kesimpulan pertama prajurit pleton 1 Kompi A menunjukkan  kesiapan mental  siap tugas menghadapi penugasan di wilayah konflik Jakarta. Kedua,  strategi kepemipinan Danton guna meningkatkan kesiapan mental prajurit yang sudah optimal yaitu melaksanakan kesiapan Fisik dan Taktik, kesiapan spiritual dan ideologi, kesiapan Spiritual dan Ideologi , mekanisme koping prajurit dan intervensi satuan. Sementara,  yang belum optimal adalah  strategi Danton dalam deteksi dini dan  strategi Danton untuk memahami makna misi  menghadapi konflik Jakarta Ketiga, yang menjadi faktor pendukung  adalah membangun kohesi, menerapkan disiplin yang adaptif, keteladanan dan kedekatan, memberikan dukungan psikologis dan pembinaan mental. Sementara yang menjadi faktor penghambatnya adalah tekanan tugas yang tinggi dan minimnya panduan  dan pelatihan kesehatan mental lapangan bagi Danton  sehingga  seringkali Danton membuat respons bersifat reaktif. dan kurang respon terhadap deteksi dini psikologi prajurit.