NIM. A1011151224, EGI FEBRI VIRANDA FITRI
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR TERJADINYA PERSETUBUHAN ANAK DIBAWAH UMUR BERDASARKAN PERSFEKTIF TEORI KONTROL SOSIAL KRIMINOLOGI DI KOTA PONTIANAK NIM. A1011151224, EGI FEBRI VIRANDA FITRI
Jurnal Fatwa Hukum Vol 2, No 3 (2019): E-Jurnal Fatwa Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.642 KB)

Abstract

Seiring perkembangan zaman kejahatan semakin pesat sehingga dapat menimbulkan kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja dibawah umur, kejahatan yang pernah terjadi dalam kehidupan masyarakat dapat menimbulkan trauma yang mendalam terhadap korban itu sendiri, kejahatan yang dilakukan oleh anak remaja yang terjadi karena pengaruh lingkungan bermasyarakat, kurangnya pendidikan pelaku serta pengawasan dari orang tua, kurangnya norma yang baik dalam kehidupan para pelaku salah satunya kejahatan yang terjadi di dalam masyarakat adalah suatu tindak kejahatan persetubuhan anak dibawah umur yang dilakukan oleh anak remaja terhadap anak masih dibawah umur atau yang dikatakan belum dewasa pula.Berdasarkan uraian latar belakang, maka penulis perlu melakukan penelitian dan pembahasan yang mendalam mengenai faktor apa yang menyebabkan terjadinya kejahatan persetubuhan anak dibawah umur di kota Pontianak  dapat terjadi serta upaya pencegahan dan penanggulangan yang harus ditempuh untuk masalah kejahatan persetubuhan anak dibawah umur dan penulis menuangkan dalam bentuk judul skripsi : faktor – faktor terjadinya persetubuhan anak dibawah umur berdasarkan persefektif teori kontrol sosial kriminologi di kota Pontianak.Adapun metode penelitian yang dilakukan penulis adalah metode empiris dengan pendekatan deskriptif analisis, dengan meneliti dan menganalisis data dan fakta kejahatan serta melakukan perbandingan dengan teori kontrol sosial yang berkaitan dengan pola asuh serta keterikatan antara anak dengan orang tua, anak dengan masyarakat, anak dengan sekolah, dan anak dengan lingkungan, serta norma – norma yang telah dibekali, data sekunder yang didapatkan dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah dan data primer saat penelitian dilakukan.Hasil dari penelitian yang dilakukan penulis, bahwa kejahatan persetubuhanan anak dibawah umur di kota Pontianak karena faktor lingkungan pergaulan pelaku yang tidak baik, yaitu pergaulan pelaku yang terlalu bebas yang dapat mencontoh tidak baik, terpengaruhnya film porno dan kurangnya pengawasan dari orang tua sehingga pelaku memiliki kesempatan untuk melakukan persetubuhan di lingkungannya sendiri. Didalam lingkungan pelaku sendiri yang tidak menerapkan norma dan etika yang baik dalam kehidupan pergaulan pelaku dan faktor pelaku yang sering menonton film porno dengan media alat komunikasi melalui akses internet, dengan kebiasaan pelaku yang sering menonton film porno sehingga timbul nafsu dari pelaku dan menyalurkan hasrat seksusalnya kepada korban . Kata Kunci : Anak remaja, kejahatan, persetubuhan, teori kontrol sosial.