Prasetyo, Anggar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERANAN RUANG KOMUNAL DALAM MEWADAHI PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT KAMPUNG RATMAKAN Prasetyo, Anggar
LANGKAU BETANG: JURNAL ARSITEKTUR Vol 6, No 2 (2019): December
Publisher : Department of Architecture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.056 KB) | DOI: 10.26418/lantang.v6i2.34393

Abstract

Kampung Ratmakan merupakan sebuah kampung yang terletak ditengah perkotaan Yogyakarta. Kampung Ratmakan memiliki citra yang bersih dan ikatan sosial yang kuat antar anggota masyarakat. Namun perilaku masyarakat perkotaan menjadi ancaman bagi masyarakat masyarakat Kampung Ratmakan. Ancaman datang berupa dari karakter masyarakat perkotaan yang cenderung individu dan mengancam karakter sosial masyarakat Kampung Ratmakan. Untuk itu dibangun beberapa ruang komunal pada Kampung Ratmakan yang terletak ditengah perkampungan dan tersebar ditepi Sungai Code. Ruang-ruang komunal tersebut dibangun untuk mewadahi aktifitas perilaku masyarakat dengan membentuk setting ruang pada tiap ruang komunal. Sehingga perlu diketahui sejauh mana ruang-ruang komunal terdebut dengan setting yang ada mampu mewadahi aktifitas komunal masyarakat Kampung Ratmakan.  Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pencarian data menggunakan teknik observasi langsung dan wawancara mendalam. Kemudian dari data-data tersebut dikaitkan dengan teori-teori mengenai konsep affordance dan karakter masyarakat kampung. Hasil yang dicapai menyatakan bahwa ruang komunal tepi sungai dan ruang komunal tengah kampung memiliki peranan berbeda untuk mewadahi perilaku sosial masyarakat. Ruang komunal tengah kampung cenderung berperan sebagai physical affordances melalui fasilitas-fasilitas yang ada. Sedangkan ruang komunal tepi sungai cenderung berperan sebagai sensory affordances melalui kenyamanan thermal yang terbentuk.ROLE OF COMMUNAL SPACES IN ACCOMMODATING SOCIAL COMMUNITY BEHAVIOR OF RATMAKAN KAMPUNG Kampung Ratmakan is an area that located in the middle part of Yogyakarta. Kampung Ratmakan has character as clean kampong and they have strong social relation between member of kampong. But the character of urban citizen has became threat for Ratmakan people. The threat has the shape of urban citizen character that inclined as individuality and become threat for kampong people character. So, they had built several communal spaces in the Kampung Ratmakan that located in the middle part of kampong and the side of Code River. The communal spaces are built to accommodate the behavior of the community by forming a space setting in each communal space. So that it is necessary to know the extent to which communal spaces have been contested with the existing settings capable of accommodating communal activities of the Kampung Ratmakan community. The method in this study is a qualitative method with data search using direct observation techniques and in-depth interviews. Then from these data are associated with theories about the concept of affordance and character of the village community. The results achieved stated that the riverside communal space and the middle communal space of the village had different roles to accommodate the social behavior of the community. Central village communal space tends to act as physical affordances through existing facilities. While riverfront communal spaces tend to act as sensory affordances through the thermal comfort that was formed.
PENINGKATAN KUALITAS TAMAN DENGGUNG DI SLEMAN SEBAGAI TAMAN RAMAH ANAK MELALUI PENGEMBANGAN KECERDASAN ANAK Prasetyo, Anggar
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Taman Denggung is the ones of green public space that was located in central government of Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Taman Denggung as public space can be easily accesed by general public. All levels of society with various groups ranging from children until street vendors and those with commercial interests can access Taman Denggung. With the large number of users in Denggung Park, it causes insecurity towards visitors, especially children. Infertility is caused by the commercial activities of street vendors and business people, vehicles and community egos with motorized vehicles that undermine the development of children's intelligence. So that efforts are needed to improve the quality of Denggung Park to become a child-friendly park. This study uses the qualitative method with observation and interviews to get the existing data then completed through theoretical studies related to the development of children's intelligence. From this study, it was found that creating a Denggung Park into a child-friendly park needed an effort to improve zoning, which emphasized the safety of children, then from the zoning it began to be inserted and applied to each element of children's intelligence development.Keyword: child friendly, children's intelligence, green open spaceAbstrak: Taman Denggung merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Taman Denggung sebagai ruang publik dapat secara mudah diakses oleh mesyarakat umum. Seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga PKL serta yang memiliki kepentingan komersil dapat mengakses Taman Denggung. Dengan banyaknya pengguna pada Taman Denggung menimbulkan ketidak ramahan terhadap pengunjung, terutama anak anak. Ketidak ramahan diakibatkan karena aktifitas komersil PKL dan pembisnis wahana serta ego masyarakat dengan kendaraan bermotornya yang menggagu pengembangan kecerdasan anak. Dengan demikian diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas Taman Denggung menjadi taman ramah anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitastif dengan observasi dan wawancara untuk mendapatkan data kemudian diselesaikan melalui kajian teori berkaitan denngan pengembangan kecerdasan anak. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa dalam membentuk Taman Denggung menjadi taman ramah anak diperlukan usaha pembenahan zonasi yang menitik beratkan terhadap keamanan anak kemudian dari zonasi tersebut mulai disisipkan dan diaplikasian setiap elemen pengebangan kecerdasan anak.Kata Kunci: ramah anak, kecerdasan anak, ruang terbuka hijau