Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Konstruksi Sosial Perempuan Nelayan Mengenai Peran dan Kedudukan dalam Masyarakat Karangantu Provinsi Banten Mulyasih, Rahmi; Sucahya, Media
Jurnal Representamen Vol 8 No 2 (2022): Jurnal Representamen Volume 8 No 02 Oktober 2022
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.635 KB) | DOI: 10.30996/representamen.v8i2.7339

Abstract

Perempuan nelayan merupakan salah satu bagian terpenting dalam masyarakat pesisir. Keterlibatan perempuan nelayan dalam memenuhi kebutuhan domestik baik dalam keluarga dan masyarakat menjadi salah satu bagian dari keterlibatan peran dan kedudukan kaum perempuan baik pada sisi sosial, ekonomi maupun budaya. Oleh karena hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk melihat konstruksi sosial yang didapatkan oleh perempuan nelayan dari lingkungan sekitar. Dilihat dari peran dan kedudukannya perempuan nelayan Karangantu mengalami beberapa pergeseran budaya, seperti perubahan peran dan kedudukannya sebagai seorang istri dan adanya peran ganda yang dibebankan pada perempuan nelayan Karangantu. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode etnometodologi dengan pendekatan kualitatif. Dilihat dari manfaat penelitian, kajian mengenai perempuan nelayan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai adanya peran dan kedudukan yang signifikan dari perempuan migran terhadap peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menggambarkan bahwa terdapat konstruksi sosial terkait dengan peran dan kedudukan perempuan nelayan dalam posisinya sebagai seorang istri. Pembagian peran dan kedudukan tersebut, pada akhirnya membagi peran diantara kaum laki-laki dan perempuan pada masyarakat pesisir, dimana kaum laki-laki berada pada sektor publik sedangkan perempuan berada pada sektor domestik. Dari adanya konstruksi sosial yang digambarkan, baik dari keluarga maupun masyarakat, membentuk adanya makna diri terhadap perempuan nelayan akan peran dan kedudukan dalam keluarga maupun masyarakat, sehingga membentuk adanya pergerasan nilai-nilai budaya dalam masyarakat Karangantu.
Pendampingan Produksi Konten Kreator Saung Bambu Paniisan Kuring di Kota Cilegon Sucahya, Media; Faturahman, Winata
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/t2fftj25

Abstract

Besarnya perkembangan internet di Indonesia membuat para pelaku bisnis memiliki keleluasaan dalam memilih suatu media dalam penyampaian pesan. Salah satu format pesanyang saat ini menjadi cukup memiliki daya tarik adalah menggunakan jasa content creator. Hal ini dinilai lebih efektif sebab dapat menjangkau lebih banyak orang dengan kesamaan minat dengan target audiens yang sesuai dengan yang mereka kehendaki. Jasa content creator untuk melakukan promosi tentang produk yang akan diiklankan. Namun tak hanya itu konten yang mereka buat juga harus kreatif dan bermanfaat bagi para pengikutnya. Saung Bambu Panisian Kuring sebuah rumah makan di jalan Kalikalong Taman Baru Kota Cilegon menyajikan menu khas Sunda dan Nusantara mulai dari Nasi Liwet, nasi timbel, gurame bakar, sate maranggi, aneka pepesan, hingga ayam bakar. Promosi menggunakan media sosial belum ditempuh manajemen SBPK. Padahal untuk meningkatkan konsumen, perlu mempunyai hubungan dengan para stakeholder maupun shareholder. Dalam proses hubungan tersebut tentunya jembatan komunikasi SBPK dan konsumen atau pihak-pihak yang berkepentingan majalan internal. Maka promosi melalui video dalam media sosial merupakan salah satu media yang berfungsi sebagai jembatan komunikasi. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focus Group Disscusion (FGD), wawancara, dan kepustakaan. FGD dilakukan untuk merencanakan, merumuskan, dan melaksanakan pembuatan video yang akan ditayangkan di media sosial.
Management of Islamic Education in the Family to Grow Children's Personality Mudzakir, Mudzakir; Sucahya, Media; Sutarman, Adang
Journal of Asian Islamic Educational Management (JAIEM) Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Gemilang Maju Publikasi Ilmiah (GMPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53889/jaiem.v1i1.166

Abstract

This article aims to analyze the management of Islamic education in the family to grow children's personalities. Library research was used as a method in this study, starting from collecting data by reading and studying books, scientific articles, magazines, newspapers, and other references related to the study. The results of the study reveal that the position of the family in managing Islamic education for children is the basic determinant, because children are born in a state of purity. Starting from the management of Islamic education in the family environment, the child's personality grows and develops. Management of Islamic education carried out by parents through the process of learning, coaching, training, instilling religious values, parenting, and responsibility is directed to a good and noble habit gradually and continuously. Good management of Islamic education is able to form good children's personalities by emphasizing the aspects of faith, worship, and morals which are implemented in the form of exemplary by parents.
Social Construction of Unsubsidized Healthy Latrines: Phenomenological Study of Kertaraharja Village Community, Pandeglang, Banten Sucahya, Media; Sihabudin, Ahmad; Widowati, Dewi
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.04.02.04

Abstract

Recent data have shown that approximately 5.86% of 275.773 million of the Indonesian population are practicing open defecation. To align with the sustainable development goals (SDGs), efforts are being made to eradicate unhealthy lifestyle behaviors, including open dedication, by 2030. This achievement requires the intervention of both government and non-governmental organizations, as shown by LAZ HARFA in the Banten Province. The organizations successfully motivated impoverished citizens to construct proper sanitation facilities without subsidies. This study aimed to understand social construction of the impoverished community towards unsubsidized healthy latrines program implemented by LAZ HARFA in the Kertaraharja village, Pandeglang Regency, Banten. The analysis was carried out using a qualitative approach, by employing a purposive sampling technique to select informants based on their involvement in healthy latrines program. The total number of informants was 15, consisting of 8, 6, and 4 as key, main, and additional informants, respectively. The results showed that the community firmly believed in achieving unsubsidized healthy latrines program was possible, despite their impoverished conditions. This program was recognized as a step towards adopting a clean and healthy lifestyle. The community shifted the mindset from practicing open defecation to embracing a clean and healthy lifestyle through collaborative efforts, conducting transcheck walks, village mapping, and making commitments to participate in healthy latrines program. Furthermore, social interaction was fostered among the community through the purchase of materials for constructing latrines facilities and toiletries. LAZ HARFA also employed participatory development communication model that focused on provocation and simulation to evoke feelings of shame, disgust, and nausea. The community introduced economic empowerment and environmental quality enhancement programs to accelerate the progress of healthy latrines program.
Social Construction of Unsubsidized Healthy Latrines: Phenomenological Study of Kertaraharja Village Community, Pandeglang, Banten Sucahya, Media; Sihabudin, Ahmad; Widowati, Dewi
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.04.02.04

Abstract

Recent data have shown that approximately 5.86% of 275.773 million of the Indonesian population are practicing open defecation. To align with the sustainable development goals (SDGs), efforts are being made to eradicate unhealthy lifestyle behaviors, including open dedication, by 2030. This achievement requires the intervention of both government and non-governmental organizations, as shown by LAZ HARFA in the Banten Province. The organizations successfully motivated impoverished citizens to construct proper sanitation facilities without subsidies. This study aimed to understand social construction of the impoverished community towards unsubsidized healthy latrines program implemented by LAZ HARFA in the Kertaraharja village, Pandeglang Regency, Banten. The analysis was carried out using a qualitative approach, by employing a purposive sampling technique to select informants based on their involvement in healthy latrines program. The total number of informants was 15, consisting of 8, 6, and 4 as key, main, and additional informants, respectively. The results showed that the community firmly believed in achieving unsubsidized healthy latrines program was possible, despite their impoverished conditions. This program was recognized as a step towards adopting a clean and healthy lifestyle. The community shifted the mindset from practicing open defecation to embracing a clean and healthy lifestyle through collaborative efforts, conducting transcheck walks, village mapping, and making commitments to participate in healthy latrines program. Furthermore, social interaction was fostered among the community through the purchase of materials for constructing latrines facilities and toiletries. LAZ HARFA also employed participatory development communication model that focused on provocation and simulation to evoke feelings of shame, disgust, and nausea. The community introduced economic empowerment and environmental quality enhancement programs to accelerate the progress of healthy latrines program.