Nurhaiza, Nurhaiza
Prodi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelestarian Pendopo Aceh Timur Ditinjau Dari Sejarah Bangunan azmah, cut; Sari, Irma Yunita; Karsono, Bambang; Nurhaiza, Nurhaiza
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.624 KB) | DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2938

Abstract

Melestarikan bangunan bersejarah mempunyai arti penting untuk dapat mengingat kembali kejadian yang historis. Peristiwa perang di Aceh banyak meninggalkan benda-benda besejarah, salah satunya Pendopo di Aceh Timur. Pendopo ini berusia lebih dari 50 tahun dan mewakili gaya arsitektur di zamannya, sehingga perlu dilakukan pendokumentasian untuk pelestarian.Tujuannya melestarikan arsitektur kolonial melalui upaya pendokumentasian fisik bangunan secara terukur dengan menggunakan salah satu prinsip dari ICOMOS yaitu sejarah Bangunan. Metode yang digunakan rasionalistik-kualitatif dengan cara studi lapangan dan wawancara. pendopo mengalami bebrapa kali perubahan fungsi, terakhir fungsi gedung pendopo adalah tempat menerima tamu/berkumpul. .
KAJIAN ORGANISASI RUANG PADA BANGUNAN RUMAH TJONG A FIE BERDASARKAN KAIDAH ARSITEKTUR CINA Nurhaiza Nurhaiza
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1233

Abstract

Rumah Tjong A Fie adalah salah satu bangunan yang dilindungi sebagai artefak warisan sejarah Kota Medan yang memperlihatkan nilai-nilai historis, budaya, dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan organisasi ruang pada bangunan Rumah Tjong A Fie berdasarkan filosofi arsitektur tradisional Cina. Hasil kajian ini akan memberikan gambaran potensi dan keunikan yang dimiliki oleh Rumah Tjong A Fie sebagai salah satu arsitektur hunian peninggalan etnis Tionghoa pada zamannya. Metode penelitian arsitektur yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif interpretive-historical, yaitu meneliti suatu fenomena fisik/sosial yang berada di antara konteks yang komplek, melalui penjelasan dalam bentuk naratif dan menyeluruh.Penelitian akan melalui beberapa tahapan, yaitu; 1) Pengumpulan dan klasifikasi data primer dan sekunder; 2) Evaluasi data melalui analisis danpenilaian berupa interpretasi terhadap data; dan 3) Kesimpulan berupa penjelasan dalam bentuk narasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Rumah Tjong A Fie menerapkan konsep arsitektur tradisional Cina pada organisasi ruangnya berdasarkan filosofi tradisional Cina, yaitu: 1) Dao; 2) Kongfusianisme; dan 3) Feng-shui. Konsep arsitektur tradisional Cina direfleksikan pada elemen-elemen arsitektur 1) dinding pembatas; 2) Jian; 3) Aksis; 4) Orientasi ruang; dan 5) Courtyard.
Optimalisasi Pencahayaan Alami pada Ruang Nurhaiza Nurhaiza; Nova Purnama Lisa
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1234

Abstract

Abstract Natural lighting is the lighting obtained from direct sunlight, where the light is obtained in the morninguntil late afternoon. According to SNI 03-2396-200, natural lighting during the day can be good in a span of solarorientation starting at 8:00 pm until 16: 00 pm with equitable distribution of incoming light in the room and didnot leave annoying glare effects in the use of lighting natural, regardless of the quality and distribution of lightthat enters the building through a window and orientation of openings. The wider the aperture, the more light thatenters the room. It is necessary to control the amount of light coming into the room. The research used isquantitative method by using mathematical models, with the measurement process, using a formula to obtainaccurate data. The object of research and observations in Architecture Program Faculty Building University ofMalikussaleh, Lhokseumawe Aceh. Observation is by direct observation to see the condition of natural lighting inclassrooms, measurements the extent of the classroom. Then collect some measurement data among other things,measure the light intensity at the lecture hall by using Luxmeter, calculate the intensity of light at the lecture hallby factors sky with measuring point main and the measuring point side and the comparative results of themeasurement of light intensity of the lighting level the average recommended. The results show, a lecture hall inthe building Prodi architecture has three floors, which have 4 lecture room on floors 1 and 2, 2 room studioregular on floors 1, 2 lab computer room on the floor and 2 studio design room on the 2nd floor. also of coursethe building also has other equipment such as administration room, warehouse and other supporting facilities.But for the third floor untapped dikarenaka still in the process of renovation. The results of observations obtainedintensity of natural light on the 1st floor and 2nd floor Architecture Program building University of Malikussalehbased on the measurement of light intensity using the luxmeter, the obtained data is that the rooms was not inaccordance with the standards of an average lighting is recommended by ISO 2000 for classrooms -03 250 luxand 700 lux.Key word: Natural Lighting, Light Intensity, Lux meters, ISO 2000, SNI 03-2396-200
Pelestarian Pendopo Aceh Timur Ditinjau Dari Sejarah Bangunan cut azmah; Irma Yunita Sari; Bambang Karsono; Nurhaiza Nurhaiza
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH) Vol 3, No 1 (19): JAUR OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jaur.v3i1.2938

Abstract

Melestarikan bangunan bersejarah mempunyai arti penting untuk dapat mengingat kembali kejadian yang historis. Peristiwa perang di Aceh banyak meninggalkan benda-benda besejarah, salah satunya Pendopo di Aceh Timur. Pendopo ini berusia lebih dari 50 tahun dan mewakili gaya arsitektur di zamannya, sehingga perlu dilakukan pendokumentasian untuk pelestarian.Tujuannya melestarikan arsitektur kolonial melalui upaya pendokumentasian fisik bangunan secara terukur dengan menggunakan salah satu prinsip dari ICOMOS yaitu sejarah Bangunan. Metode yang digunakan rasionalistik-kualitatif dengan cara studi lapangan dan wawancara. pendopo mengalami bebrapa kali perubahan fungsi, terakhir fungsi gedung pendopo adalah tempat menerima tamu/berkumpul. .