Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR LANSIA: DAMPAK TERAPI RELAKSASI GUIDED IMAGERY DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIJAJAR KOTA DEPOK Pendit, Saka Adhijaya
Klabat Journal of Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): Nursing - World's Buoyant
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v6i2.1068

Abstract

Keluhan tentang masalah kesulitan tidur di waktu malam hari sering terjadi pada lansia. Kesulitan tidur dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur lansia ditandai dengan masih banyaknya lansia yang sering mengalami terbangun dimalam hari. Guide imagery merupakan salah satu terapi non farmakologi yang sering digunakan untuk mengatasi masalah gangguan tidur dan dapat bermamfaat untuk menurunkan kecemasan, nyeri, dan memfasilitasi kualitas tidur yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Teknik relaksasi guide imagery terhadap kualitas tidur pada lansia di wilayah kerja puskesmas Jatijajar kota Depok. Metode penelitian ini mengunakan one group pretest-post test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 10 lansia. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner PSQI. Hasil tes statistik uji paired sample t-tes didapatkan hasil kualitas tidur sebelum diberikan intervensi pada 10 lansia dengan nilai mean 8,50, dan setelah diberikan intervensi mean 4,50. Perbedaan nilai dari kedua variabel (mean difference) menunjukkan bahwa p-value <0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh pemberian teknik relaksasi guide imagery terhadap kualitas tidur pada lansia. Saran bagi masyarakat agar dapat memberi dukungan pada keluarga untuk melakukan terapi relaksasi guide imageri agar dapat membantu dan memperbaiki kualitas tidur pada lansia. Complaints about difficulty sleeping at night often occur in the elderly. Difficulty sleeping can affect the sleep quality of the elderly, as indicated by the fact that many elderly people often wake up at night. Guided imagery is a non-pharmacological therapy that is often used to treat sleep disorders and can be useful for reducing anxiety, pain and facilitating good quality sleep. This study aims to determine the effect of guided imagery relaxation techniques on sleep quality in the elderly in the Jatijajar health center working area, Depok city. This research method uses a one group pretest-post test design. The sampling technique used purposive sampling technique with a sample size of 20 elderly people. The measuring instrument used is the PSQI questionnaire. The results of the statistical test of the paired sample t-test showed that the quality of sleep before the intervention was given to 20 elderly people with a mean value of 8.50, and after being given the intervention the mean was 4.50. The difference in the values ​​of the two variables (mean difference) shows that the p-value is <0.05. The conclusion of this research is that there is an influence of providing guided imagery relaxation techniques on sleep quality in the elderly. Suggestions for the community to provide support to families to carry out guided imagery relaxation therapy in order to help and improve sleep quality in the elderly.
Hubungan Tingkat Pengetahuan ,Riwayat Anemia, dan Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Pucung Kota Bekasi Nazwa, Azzahra Iman; Dayuningsih, Dayuningsih; Pendit, Saka Adhijaya
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.D (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang memengaruhi pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kesehatan jangka panjang anak. Faktor seperti tingkat pengetahuan ibu, riwayat anemia selama kehamilan, dan pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam kejadian stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan ketiga faktor tersebut dengan stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Pucung, Kota Bekasi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 80 ibu dengan balita berisiko stunting, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Chi-square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan stunting (p = 0,005), serta ketiga variabel terbukti berkontribusi terhadap status pertumbuhan balita secara keseluruhan. Kesimpulannya, pengetahuan ibu, riwayat anemia, dan praktik ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan program edukasi, pencegahan anemia, dan peningkatan cakupan ASI eksklusif secara optimal.