Santoso, Mudji
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Respon Tiga Varietas Zukini (Cucurbita pepo L.) terhadap Dosis Pupuk NPK Cahyani, Denis Dwi; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1266

Abstract

Zukini (Cucurbita pepo L.) merupakan tanaman sayuran semusim termasuk dalam family cucurbitae yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan masih jarang dibudidayakan oleh petani. Permintaan zukini cenderung meningkat seiring bermunculannya restoran yang menyajikan makanan Jepang dan Korea. Ketersediaan unsur hara yang cukup dalam tanah merupakan salah satu faktor yang menunjang pertumbuhan dan per-kembangan tanaman. Pemberian pupuk yang tidak tepat, akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Berdasarkan uraian diatas perlu dilakukan percobaan tentang varietas dan dosis pupuk NPK yang diharapkan dapat meningkatkan hasil tanaman zukini. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan April 2019, di PT. Bisi International Tbk. Farm Pujon Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan perlakuan varietas sebagai petak utama, terdiri dari 3 macam yaitu varietas Bisi ZU 03, varietas Jewel, dan varietas Jacky Z6. Macam dosis pupuk NPK sebagai anak petak terdiri dari 4 taraf yaitu 150 kg ha-1, 200 kg ha-1, 250 kg ha-1 dan 300 kg ha-1. Variabel pengamatan yang digunakan adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, waktu muncul bunga, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, fruit set, jumlah buah, panjang buah, diameter buah, berat buah (g buah-1), berat buah (kg tan-1), hasil (ton ha-1). Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan varietas Bisi ZU 03 dapat meningkatkan hasil panen sebesar 15,22% dibandingkan dengan varietas Jewel. Perlakuan dosis pupuk NPK 150 kg ha-1 meningkatkan hasil panen tanaman zukini 23,33% dibandingkan dengan dosis pupuk NPK 300 kg ha-1.
Pengaruh Limbah Kulit Kakao sebagai Subtitusi Media Tumbuh pada Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Larasati, Yuni; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 7, No 11 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1287

Abstract

Jamur tiram banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pembuat makanan dan bahan pembuat obat-obatan. Substrat utama yang biasa digunakan dalam proses budidaya jamur tiram putih adalah serbuk gergaji kayu yang memiliki tekstur lunak, seperti substrat yang digunakan pada umumnya adalah serbuk gergaji kayu sengon. Usaha untuk menggunakan media alternatif perlu dilakukan mengingat semakin ketatnya persaingan dalam mendapatkan substrat dari serbuk gergaji kayu. Penggunaan substrat alternatif harus memiliki unsur esensial yang dibutuhkan dalam perkembangan dan pertumbuhan jamur tiram putih yaitu lignin selulosa dan hemiselulosa. Limbah kulit kakao memiliki kandungan esensial tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai substrat alternatif pada pertumbuhan dan perkembangan jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di desa Pakisaji, kab. Malang untuk proses pembuatan media sampai dengan inkubasi, dan di Griya Jamur Universitas Brawijaya desa Pucangsongo, kab. Malang untuk masa produksi, pada bulan Januari hingga Mei 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian menggunakan perlakuan kontrol dan perlakuan penggunaan limbah kulit kakao sebanyak 9 perlakuan dan melakukan ulangan sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yang digunakan adalah lama miselium memenuhi baglog, muncul badan buah pertama, diameter tudung, jumlah badan buah, total berat segar badan buah per baglog, frekuensi panen, interval periode panen. Analisa data menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya pengaruh nyata pada semua variabel. Semakin tinggi limbah kulit kakao yang digunakan maka hasil dari jamur tiram putih semakin tinggi. Kenaikan hasil dari penggunaan limbah kulit kakao mampu mencapai 44,76% dikarenkan kandungan lignin yang ada pada limbah kakao lebih tinggi.
Pemanfaatan Limbah Rumput Laut sebagai Media Campuran terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Maknunin, Huril; Santoso, Mudji
Jurnal Produksi Tanaman Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/1316

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan jamur pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih dipengaruhi oleh jenis substrat yang digunakan. Substrat yang sering digunakan adalah serbuk kayu sengon. Serbuk kayu sengon akan sukar diperoleh apabila digunakan secara terus menerus. Pemanfaatan limbah rumput laut menjadi  salah satu alternatif sebagai campuran media utama serbuk kayu sengon. Komposisi utama rumput laut adalah selulosa dan mineral (Basmal et al., 2003). Penelitian dilaksanakan di CV. Damarayu, Pakisaji, Kabupaten Malang dan Griya Jamur Universitas Brawijaya Dusun Pucangsongo, Tumpang, Kab Malang bulan Januari sampai Mei 2019. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi waktu miselium memenuhi baglog, waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, jumlah pinhead, waktu panen pertama, diameter tudung, jumlah badan buah per baglog, total bobot segar badan buah per baglog dan frekuensi panen. Data pengamatan dilakukan menggunakan analisis ragam (ANOVA) atau Uji F hitung. Apabila perlakuan menunjukkan pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media utama yang berbeda menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada variabel pengamatan kecuali waktu muncul badan buah (pinhead) pertama, waktu panen pertama dan frekuensi panen. Perlakuan P3 tidak memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih, tetapi perlakuan P3, P0, P1, P2 dan P4 menunjukkan hasil yang yang lebih baik pada variabel pengamatan jumlah pinhead, jumlah badan buah per baglog dan total bobot segar badan buah per baglog.