Hendrawan, Andre Primantyo
Teknik Pengairan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

EVALUASI KARAKTERISTIK KUAT¬ GESER MATERIAL TEBING SUNGAI DI LOKASI KELONGSORAN PENAMBANGAN PASIR KALI PUTIH, KECAMATAN GARUM KABUPATEN BLITAR Sudewo, Gatot Iman; Hendrawan, Andre Primantyo; Sisinggih, Dian
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini mengidentifikasi karakteristik fisik dan kuat geser material tanah di beberapa lokasi kelongsoran tebing sungai di area penambangan pasir Kali Putih, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar. Analisa gradasi butiran, berat jenis tanah, kerapatan tanah berbutir dan angka pori digunakan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dari material ini. Sedangkan untuk pengujian karakteristik mekanik berupa pengujian geser langsung dan penentuan sudut tenang tanah. Dari hasil pengujian karakteristik fisik didapatkan hasil uji gradasi butiran tanah memiliki gradasi butiran baik dan sedikit baik. Nilai berat jenis tanah (Gs) didapatkan rentang harga 2,65 - 2,68. Dari pengujian angka pori tanah menggunakan pemodelan kerapatan Dr 50% dan Dr 70%, didapatkan rentang antara 0,525–0,733 (untuk Dr 50%) dan 0,469–0,674 (untuk Dr 70%). Klasifikasi tanah dengan sistem USCS diklasifikasikan sebagai SW yaitu pasir bergradasi baik (sand well-graded). Dari sistem AASTHO diklasifikasikan sebagai pasir berkerikil dengan simbol A-1b dan dengan metode JGS diklasifikasikan sebagai tanah coarse-grained volcanic soil (V) dan sand volcanic (S-V). Dari pengujian geser langsung diperoleh harga sudut geser dalam berkisar  35,59˚- 44,427˚ (untuk Dr 50%) dan rentang 38,432˚- 47,848˚ (untuk Dr 70%)  sehingga diklasifikasikan sebagai kerikil bercampur pasir. Nilai sudut tenang melalui perhitungan sebesar 27,58˚- 34,25˚, sedangkan nilai sudut tenang melalui observasi sebesar 28,33˚-32,33˚ dan diklasifikasikan sebagai sand (dry) dan gravel (natural with sand). Kata kunci : kelongsoran, tebing sungai, penambangan pasir, kuat geser.  ABSTRACT This study identified the physical characteristics and shear strength of soil materials at some locations of river bank landslides in the Kali Putih sand mining area, Garum-Blitar. The analysis of sieve test, specific gravity, relative density, and void ratio were used to evaluate the physical characteristics of these materials. To evaluate their mechanical characteristics, direct shear test and determination of angle of repose also have been conducted. From the results of physical characteristics, it can be obtained from sieve test that they were well-graded and nearly well-graded materials. The value of specific gravity (Gs) is 2.65-2.68. From determination of void ratio with different relative density, it can be ranged from 0,525-0,733 and 0,469-0,674, for Dr 50% and Dr 70%, respectively. Soil classification obtained from the USCS system is classified as well-graded sand (SW). From AASTHO system it can be classified as gravel sand (A-1b), as for JGS system it can be classified as a coarse-grained volcanic soil (V) and sand volcanic (S-V). From the results of direct sheat test, the angle of internal friction were obtained around 35,591˚-44,427˚ (for Dr 50%) and between a range of 38,432˚-47,848˚ for Dr 70% and can be classified as gravel mixed with sand. The angle of repose value through the calculations were determined around 27,58˚- 34,25˚ while from observations their value were in a range of 28.33˚-32.33˚ and classified as sand (dry) and gravel (natural with sand). Keywords : landslide, river bank, sand mining, shear strength.
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DI SUNGAI GUNTING KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR Faizaturrohmah, Nur -; Sumiadi, Sumiadi -; Hendrawan, Andre Primantyo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali terjadi banjir pada Sungai Gunting Hilir di Kabupaten Jombang dengan rata-rata ketinggian 0,4 – 1,8. Hal ini dikarenakan adanya perubahan alih fungsi lahan daerah resapan air dan penurunan kapasitas sungai sehingga sungai tidak mampu untuk mengalirkan debit yang terjadi. Oleh karena itu perlu dilakukan studi pengendalian banjir di Sungai Gunting Kabupaten Jombang Jawa Timur sebagai usaha untuk menanggulangi daya rusak air dan mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh banjir yang terjadi. Dalam studi ini menggunakan alternatif perencanaan dinding penahan banjir yang direncanakan untuk debit kala ulang Q25th dengan menggunakan Hidrograf Satuan Sintetis Nakayasu, untuk analisis profil aliran menggunakan bantuan program HEC-RAS 5.0.3 pada kondisi eksisting dengan Q25th yang telah diperhitungkan. Dari hasil perhitungan didapatkan debit sebesar 386,118 m3/dt yang mengakibatkan terjadinya limpasan paling besar adalah setinggi 1,8 m. Hasil perencanaan didapatkan tinggi dinding penahan banjir 2,0 m, lebar pondasi (B) 1,50 m dan kedalaman pondasi (D) 0,3 m. Perhitungan stabilitas dinyatakan aman dalam kondisi normal dan gempa (guling, geser, dan daya dukung tanah). Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang dibutuhkan sebesar Rp. 31.550.398.700 (Tiga Puluh Satu Milyar Lima Ratus Lima Puluh Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Tujuh Ratus Rupiah).Flood often occur on the downstream part of Gunting River in Jombang District with an average height of 0,4 – 1,8 meter. This may due to alteration of the land use of water catchment and reduction of river capacity to carry the existing discharge. Hence, it is necessary to conduct a study as an attempt to reduce the damage caused by the flooding in Gunting River, Jombang District, East Java. In this study, the retaining wall was designed with Q25 using Nakayasu Unit Hydrograph, for flow profile analysis using HEC-RAS 5.0.3 with the calculated Q25. The result of the calculation obtained 386,118 m3/s which resulted 1,8 meter as highest runoff. From the result, the height of the retaining wall can be designed as 1,8 m, the width is 2 m, and for the depth of foundation is 0,3 m. Stability calculations are determined to be safe under normal and seismic conditions (overturning, sliding and bearing capacity). The resulted budget plan is estimated for Rp. 31,550,398,700 (Thirty-One Billion Five Hundred Fifty Million Three Hundred Ninety-Eight Thousand Seven Hundred Rupiah).
KARAKTERISTIK DRAINASE PADA BATU APUNG DAN BATU SCORIA SEBAGAI MATERIAL BACKFILL DI BELAKANG DINDING PENAHAN Fitriyanti, Noor; Hendrawan, Andre Primantyo; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu apung dan scoria merupakan material piroklastik dari letusan gunung berapi. Di Indonesia, batu apung dan scoria ditemukan sepanjang Sungai Kali Putih, Kabupaten Blitar, Jawa Timur sebagai hasil letusan Gunung Kelud. Dalam penelitian ini karakteristik fisik-mekanik dan mineralogi batu apung dan scoria telah diselidiki untuk mengetahui kinerjanya sebagai backfill dengan model laboratorium. Material uji dimodelkan dengan kerapatan relatif Dr 70%. Dari hasil pengujian batu apung dan scoria setelah proses crushing secara AASHTO tergolong batu pecah, kerikil dan pasir (A-1) dan dengan USCS tergolong jenis tanah pasir bersih dengan gradasi baik (SW). Hasil pengujian kuat geser langsung, batu apung memiliki nilai sudut geser 46,189o sedangkan batu scoria memiliki nilai sudut geser 43,504o. Nilai Gs dalam kisaran 2,292 dan 2,564. Nilai koefisien permeabilitas (k) batu apung sebesar 4,156x10-4 cm/det dan scoria sebesar 6,570x10-4 cm/det. Berdasarkan pengujian XRD diketahui bahwa senyawa batu apung dan scoria tidak jauh berbeda dan didominasi dengan senyawa Silika (Si) dan Alumunium (Al). Dari hasil SEM-EDX diketahui pada batu apung memiliki pori-pori yang sedikit lebih besar dari scoriaPumice and scoria stone are pyroclastic material resulted from mount eruption. In Indonesia, pumice and scoria can be found along Kali Putih River, Blitar Regency, East Java, as resulted from eruption of Mount Kelud. In this study, physical-mechanical and mineralogical characteristics of pumice and scoria were investigated to evaluate their performance as backfill with laboratory models. Material is modeled with relative density of Dr=70%. From the results, crushed pumice and scoria can be classified as broken stone, gravel and sand (A-1) and well graded clean sand (SW), in AASHTO and USCS system, respectively. From direct shear test, crushed pumice and scoria has angle shear of friction of 46.189° and 43.504° respectively. The value of Gs is in the range of 2,292 and 2,564. The value of the permeability coefficient (k) of pumice is 4,156x10-4 cm/sec and scoria stone is 6,570x10-4 cm/sec. Based on XRD testing, it is known that pumice and scoria compounds are not much different and are dominated by Silica (Si) and Aluminum (Al) compounds. Based on SEM-EDX it is clarified that pumice has pores slightly larger than Scoria.