Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI POTENSI VARIABEL ANGIN ZONAL SEBAGAI PREDIKTOR UNTUK WILAYAH BENUA MARITIM (STUDI KASUS SUMATERA) Safril, Agus; Virgianto, Rista Hernandi
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.5 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v5i1.65

Abstract

Prediksi curah hujan menggunakan model global (Global Circulation Model) memiliki resolusi yang rendah sehingga tidak bisa memberikan informasi lokal. Untuk mendapatkan informasi skala lokal digunakan metode statistical downcsaling. Keandalan prediksi diperoleh dengan memilih variabel prediktor yang berhubungan erat dengan curah hujan. Pemilihan variabel prediktor dilakukan berdasarkan pertimbangan analisis spasial dan temporal di wilayah dengan pola hujan tahunan dan semi-tahunan. Analisis korelasi prediktor dan curah hujan dilakukan dengan metode SVD (Singular Value Decomposition). Hasil mode dominan koefisien ekspansi deret waktu dari hasil SVD dianalisis dengan transformasi wavelet. Hasil korelasi menunjukkan variabel angin zonal  U850 terkait erat dengan curah hujan di Sumatera dengan korelasi 0,77 dan kesamaan keragamaan pasangan data (kovariansi)  92%. Variabel  angin U850 milibar dapat menangkap pola  monsun (1 dan 0,5 tahunan) dan pola antar tahunan yaitu ENSO (El Nino Southern Ocillation) dengan periode 2, 4, dan 12 tahunan. Korelasi antara angin zonal (observasi) sekitar Sumatera  dengan index Nino 3.4 (>0,6).  Kemampuan prediktor U850 mb lebih andal di bagian selatan Sumatera Utara dibandingkan selatan Sumatera. Secara umum predictor dapat digunakan untuk wilayah benua maritime yang berpola curah hujan tahunan dan semitahunan.  
POTENSI PANAS LAUT SEBAGAI ENERGI BARU TERBARUKAN DI PERAIRAN PAPUA BARAT DENGAN METODE OCEAN THERMAL ENERGY CONVERSION (OTEC) Aprilia, Erlita; Aini, Althaf; Frakusya, Ayu; Safril, Agus
Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Meteorologi Klimatologi dan Geofisika
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1178.049 KB) | DOI: 10.36754/jmkg.v6i2.118

Abstract

Energi listrik merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan dalam keberlangsungan kehidupan manusia. Kebutuhan akan energi listrik yang semakin meningkat dari waktu ke waktu memerlukan inovasi baru untuk menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan. Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) adalah metode untuk menghasilkan energi listrik menggunakan prinsip perbedaan temperatur antara laut dalam dan permukaan dengan selisih temperatur minimal sebesar 20C untuk menjalankan mesin kalor. Papua Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia dengan elektrifikasi yang masih rendah. Letak Indonesia yang berada di wilayah tropis dengan perbedaan suhu air laut yang tinggi memiliki potensi untuk memanfaatkan metode OTEC dalam menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pemanfaatan OTEC di perairan sekitar Papua Barat. Data yang digunakan adalah data suhu air laut dalam dan permukaan periode tahun 1955 ? 2012 di dua belas titik di perairan sekitar Papua Barat. Data tersebut diperoleh dari World Ocean Atlas 2013 yang kemudian diolah menggunakan perangkat lunak olah data dan Ocean Data View (ODV). Hasil olah data didapatkan nilai efisiensi terbesar yaitu 7,67% dan terkecil yaitu 7,21%.
PREDIKSI HUJAN BULANAN PADA PERIODE ENSO (El NINO SOUTHERN OSCILLATION) MENGGUNAKAN ANFIS (ADAPTIVE NEURO-FUZZY INFERENCE SYSTEM) DI BANJARMANGU, BANJARNEGARA Safril, Agus; Kurniawan, Fakhrul; Virgianto, Rista Hernandi
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 21 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v21i1.4028

Abstract

Akurasi prediksi curah hujan yang tinggi diperlukan untuk mendapatkan informasi yang tepat dan bermanfaat untuk tindakan mitigasi bencana alam oleh masyarakat. Untuk mendapatkan akurasi yang tinggi diperlukan variabel prediktor yang secara fisis terkait erat dengan curah hujan dan dapat menangkap pola anomali curah hujan akibat El Ni?o Southern Oscillation (ENSO). Total Column Water (TCW) sebagai variabel prediktor yang dipilih merupakan potensi uap air di atmosfer yang berpeluang menjadi hujan yang jatuh di permukaan bumi. Data TCW merupakan data reanalisis Model Sirkulasi Global (Global Circulation Model) yang diambil dari European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). Analisis korelasi dilakukan untuk mendapatkan tingkat keterhubungan antara prediktor dengan curah hujan. Model prediksi Adaptive Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS) digunakan untuk memprediksi curah hujan yang bersifat chaotic. Hasil penelitian menunjukkan pola klimatologis prediktor TCW sesuai pola curah hujan klimatologis dengan kekuatan relasi (r) 0,79. Hasil penelitian menunjukkan pola klimatologis prediktor TCW mengikuti pola curah hujan klimatologis dengan kekuatan relasi r(0,79) pada skala bulanan dan r(0,73) pada skala dasarian. Korelasi antara prediksi dan curah hujan observasi sebesar 0,82. Korelasi paling rendah pada saat terjadi pola Normal, El Ni?o dan La Ni?a pada tahun 2016 yakni 0,69, diikuti tahun 2014 saat Fase Normal dan El Ni?o sebesar 0,77, dan saat El Ni?o dominan mencapai korelasi tertinggi yaitu 0,93 di tahun 2015. Pada prediksi hujan skala dasarian menunjukkan tingkat keandalan yang tidak jauh berbeda dengan prediksi hujan bulanan dengan nilai r(0,65) pada periode La Ni?a dan r(0,80) pada periode El Ni?o.